24 Feb 2012

SEMINAR INTERNASIONAL DAN FESTIVAL TRADISI LISAN V & REVITALISASI BUDAYA MELAYU ; GALAU SEGALAU GALAUNYA

Yah….mau curhat”

“Kenapa lagi…..” Kamu menghentikan aktifitasmu sambil menatap ku

“Nda lagi galau……”

Kamu tersenyum dan aku langsung bercerita tanpa jeda. Setelah selesai kamu mengatakan.

“Buat ku, kamu harus ambil kesempatan itu. Nda….kesempatan itu tidak akan datang ke dua kali”

SEMINAR INTERNASIONAL DAN FESTIVAL

TRADISI LISAN VIII & REVITALISASI BUDAYA MELAYU III

TANJUNG PINANG, 23 – 27 MEI 2012


Tempat di ASTON Tanjung Pinang Hotel & Conference Centre : Asosiasi Tradisi Lisan (ATL Lisan) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau akan menyelenggarakan Seminar Internasional, Festival Tradisi Lisan VIII dan Revitalisasi Budaya Melayu III (RBM III), pada tanggal 23 – 27 Mei 2012 (check-in tanggal 23 Mei dan check-out tanggal 27 Mei 2012)

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang para anggota ATL Lisan dan peminat Tradisi Lisan untuk menjadi peserta seminar atau menjadi calon penulis makalah dengan terlebih dahulu mengirimkan abstrak makalah sekitar 300 kata) untuk diseleksi oleh Tim Khusus dari ATL Lisan. Abstrak mohon dikirimkan ke secretariat panitia pusat melalui e mail; atl_lisan@yahoo.com lalu CC ke andisulkarnaen99@gmail.com sebelum tanggal 5 Maret 2012. Abstrak yang dipilih oleh panitia akan diumumkan pada akhir Maret 2012.

Pengirim yang abstrak makalahnya memenuhi criteria, diharapkan segera membuat makalah lengkap dan mengirimkannya ke Sekretariat Pusat melalui alamat e mail di atas sebelum tanggal 6 Mei 2012. Pemakalah seleksi akan mendapatkan fasilitas transportasi dari daerah asalnya ke Tanjung Pinang pp, akomodasi dan konsumsi, mengikuti ekskursi, seminar kit, dan sertifikat.

Peminat dan anggota ATL Lisan yang akan menjadi peserta diwajibkan untuk mendaftarkan diri dengan mengisi boring terlampir dan membayar kontribusi (tidak termasuk biaya transportasi ke Tanjungpinang dan akomodasi( sebagai berikut:
Anggora ATL yang mendaftar sebelum tanggal 5 April 2012 membayar kontribusi sebesar Rp 250.000, dan sebesar Rp. 400.000 setelah tanggal tersebut.

Bukan anggota ATL Lisan yang mendaftar sebelum tanggal 5 April 2012 membayar kontribusi sebesar Rp. 400.000 dan sebesar Rp. 750.000 setelah tanggal tersebut.

(No 1 dan 2 di atas hanya untuk warga negara Indonesia)
Bila menginginkan memesan akomodasi sesuai dengan tipe yang dipilih dan harga seminar , silakan menghubungi panitia.

Bila pendaftar tersebut ternyata juga ditetapkan sebagai pemakalah seleksi atau pemakalah undangan, panitia akan mengembalikan kontribusi tersebut kepada yang bersangkutan.

Kami sangat senang bila bertemu Anda sekalian pada acara tersebut. Kami mengharapkan partisipasi dan kerja sama untuk mensukseskan acara kita bersama.

Terimakasih.
Salam kami ATL Lisan

Pesan itu dikirim kan ke Inbox saya. Tepatnya chating di facebook dengan kawan facebook yang sekaligus kakak tingkat di kampus dulu.

“Kenapa harus saya?”

“Saat baca tulisanmu. Saya yakin kamu bisa Nduk”. Saya suka di panggil Nduk. Seperti mbah memanggil saya. Ada sebuah tekanan yang mengatakan bahwa saya bisa.

Langsung saya galau. Ya…saya tidak tahu harus menggunakan istilah apalagi selain galau. Saya berpikir apakah saya bisa tembus ke ajang internasional? Apakah saya mampu?  Apakah saya bisa ijin beberapa hari dari studio untuk kembali ke Banyuwangi untuk mengumpulkan data tentang penelitian saya di saat pekerjaan kantor saya sangat banyak dan beberapa temen cuti,teman  libur dan ada juga teman yang persiapan kelahiran? Apakah saya punya dana lebih untuk tiket PP dan juga modal untuk penelitian itu? Lalu jika saya tidak masuk bagaimana? Apakah pengorbanan saya akan sia-sia?

“Nda…..aku lebih setuju kamu ambil kesempatan ini. Tentang keraguan kamu. Masalah studio bisa kamu atur sendiri. Ketakutan-ketakutan kamu tidak ada alasan. Nda….ingat. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Kalo kamu berpikir bahwa kamu bisa maka kamu pasti……”.

“Bisa”, sahutku

“Ya Nda….kamu pasti bisa. Sangat bisa. Kamu tidak harus bangga apa yang kamu dapatkan sekarang”

“Tapi ini event internasional yah”
“Tantangan buat kamu. Kalau selama ini kamu hanya berhasil di daerah, saat nya kamu coba untuk level yang lebih tinggi. Aku tidak perlu cerita tapi Nda sudah lihat kan apa yang selama ini terjadi dalam diriku ”

Aku menekur dan mulai mengerutkan keningku.

“Kamu dukung Nda”, aku masih bertanya untuk memastikan bahwa kamu selalu dukung aku.

Kamu mengangguk tegas. Rahang mu mengeras. Dan tatapan mata kamu seakan sebuah symbol bahwa kamu menyuruhku untuk melanjutkan mimpiku. “Tapi semua kembali kepada kamu Nda……sekali lagi kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jika kamu berpikir gagal maka kamu akan gagal. Kalau kamu berpikir bisa pasti bisa”

“Tapi yah…bukankah selama ini Nda gagal……. Kamu nanti mojokin aku lagi”

Kamu tertawa……

“Gagal atau tidak yang terpenting adalah ada usaha. Ada proses yang membuat kamu menjadi pribadi yang lebh baik. Aku nggk memojokkan kok….itu menghibur biar kamu nggk terus-terusan sedih karena gagal. Aku hargai kok usaha kamu sayang…..”

Dan saya menyelesaikan catatan ini tepat tengah malam.  Saya akan buktikan Yah bahwa saya bisa. Saya akan mencobanya. Berhasil atau tidak yang terpenting adalah saya sudah berproses di sana. Terimakasih sayang. Kamu tau…..... saya tidak bisa membayangkan kalau seandainya saya tidak berada di samping saya. Maka saya akan tetap galau.

Kau tau sayang…..kamu yang membunuh kegalauan saya.

“I Love U Nda”

Saya tersenyum membaca pesan mu malam ini

# Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba. Walaupun nanti hal terburuk saya gagal untuk menjadi pemateri, saya akan berusaha untuk menjadi peserta acara tersebut. Seperti katamu, kesempatan tidak akan pernah datang ke dua kali. Walaupun tiap tahun acara itu ada, tapi umur kita, lokasi yang belum tentu ada di depan mata yang bisa mengurangi akomodasi transportasi #

: Dear, saya hanya butuh kamu untuk meng kuatkan saya




2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ambil kesempatan ini kamu pasti bisa,semangat.....

Setiakasih mengatakan...

Kamu pasti bisa!

Mungkin kita bisa ketemu dalam Mahrajan Puisi Islam Nusantara di Sabah, Malaysia. 2014.