BALIBO.......!!! FIKSI...????? REALITAS??????


Seharusnya catatan tentang Balibo ini aku buat sejak lama, namun aku benar-benar tidak mampu mengapresiasikannya kalau belum langsung melihat filmnya walaupun data dan referensi film ini sudah aku kumpulkan.

Persisnya saat JIFFEST 2009, aku berharap besar!! dan dari Program Guide, Balibo rencananya di putar pada 6 desember jam 18.30 dan 10 desember jam 15.30. Namun Lembaga Sensor Film melarang pemutaran Film Balibo karya sutradara Robert Connoly satu jam sebelum penayangannya di Indonesia. Pelarangan LSF terhadap pemutaran perdana Balibo oleh Jakarta Foreign Correspondents Club juga bearti film itu tidak akan di putar di JIFFEST 2009. Dan mendengar pelarangan itu aku langsung berhenti berharap!!! apalagi aku sama sekali tidak ada akses untuk melihat film itu secara langsung. Namun akhirnya harapan itu kembali muncul saat aku mendapatkan info jika Komunitas Salihara yang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) (Ah.....aku sempat aktif di AJI. Sayang tidak berlangsung lama. Rekan-rekan AJI Jember.....I Miss U All) mengadakan nonton bersama flim Balibo. Dan akhirnya......aku berhasil mendapatkan tiket tersebut secara gratis setelah mendaftar via email. Alhamdulilah.......Jumat, 11 Desember 2009 aku dan sahabatku Ika Ningtyas meluncur ke Serambi Salihara!!!

Tidak seperti nenonton di Bioskop!!! kita nonton di dalam ruangan tepatnya di Serambi Salihara, dan filmnya pun di putar menggunakan layar kecil. Tak apalah!!! yang penting adalah bisa melihatnya!!dan ada dubbing dalam bahasa Indonesia.



Film tersebut diawali dengan Juliana, yang berkisah tentang kejadian yang dialaminya saat berusia 8 tahun. Julianan adalah anak pemilik hotel tempat para wartawan Autralia menginap saat meliput di wilayah Timor-timor. Tokoh Juliana muncul sebagai tokoh yang berinteraksi langsung dengan kelima wartawan muda yang tewas, termasuk juga Roger, wartawan senior yang mencari nasib rekan-rekannya. Juliana juga menjadi saksi kejamnya invansi yang dilakukan oleh tentara Indonesia. Sedangkan Balibo sendiri adalah kota kecil di Distrik Bobonaro. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer dari perbatasan dengan Timor Barat, wilayah Indonesia. Sebuah Reruntuhan benteng Portugis berusia lebih dari 400 tahun masih berdiri di atas bukit yang menghadap ke pantai. Dan reruntuhan itu menjadi saksi tewasnya 5 wartawan Australia Greg Shackleton (27 tahun), Tony Stewart/ perekam suara (21 tahun), Gary Cunningham (27 tahun). Mereka bertiga berasal dari Channel 7. Sedangkan dua orang lainnya adalah dari TV pesaing yaitu Chanel 9 Brian Peters (29 tahun) dan Malcolm Rennie (28 tahun).  (saat melihat dua chanel ini berkonflik jadi ingat dua televisi nasional yang selalu mengklaim dirinya ekslusif). Ke lima wartawan tersebut memaksa untuk menuju ke wilayah Balibo untuk mendapatkan berita ekskusif tentang invasi yang dilakukan oleh tentara Indonesia. Hingga akhirnya, mereka terkepung di salah satu rumah.  Setelah sebelumnya sempat mengambil gambar rombongan tentara Indonesia yang melakukan invansi dan mengganti baju dari baju sipil ke baju loreng-loreng. Setelah bertahan cukup lama dalam rumah kosong akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari persembunyian. Hingga akhirnya, salah satu wartawan yaitu Greg Shackleton memberanikan diri keluar dari persembunyian dan menemui para prajurit tentara Indonesia dan mengakui jika mereka hanyalah wartawan dari Australia. Dan inilah adegan yang membuat mataku memanas. Tanpa basa-basi, seorang pemimpin operasi yang menggunakan pakaian sipil, berambut gondrong, kemeja lekat ditubuh, celana pipa lebar, menggunakan scraft dileher dan bertopi koboi, langsung menarik pelatuk tepat di kepala Greg. Setelah tembakan pertama itu, tentara Indonesia langsung memberondong para wartawan lainnya hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, mayat 5 jenasah wartawan itu di bakar beserta pita-pita hasil peliputan. Dan kejamnya lagi, mayat tersebut dibakar dengan sekam agar baranya lama, hingga 2 hari dan jasad benar-benar hancur. Fuich......kebebasan pers benar-benar dipertanyakan disini?



kelima wartawan yang di duga tewas dalam invasi di Timor-timor


adegan film yang menggambarkan kekejaman peperangan


Kenekadan untuk sebuah kebenaran!!!


Salah satu wartawan menggambar bendera dan nama Australia di dinding sebuah rumah tempat mereka berlindung dan dianggap sebagia "kedutaan" bagi mereka. Alhasil mereka tewas di dalam "kedutaan" yang mereka buat sendiri


foto yang tertinggal saat mereka masih di Dili


Penyelamatn diri!!
Empat minggu setelah peristiwa itu, Roger East, wartawan senior Australia diundang oleh Jose Ramos Horta untuk menjadi pimpinan di Kantor Berita Timor-Timor. Awalnya Roger sempat menolak, tapi ia kemudian menyetujuinya asalkan Ramos Horta memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui jejak ke lima wartawan muda yang dikabarkan hilang. Roger pun diberi kesempatan untuk menelusuri jejak-jejak yang ditinggalkan, mendatangi lokasi-lokasi yang sempat diliput oleh kelima wartawan muda. Hingga akhirnya Roger sampai di Balibo, tempat terakhir kelima wartawan itu meliput. Dan Roger menemukan abu jasad kelima wartawan muda itu. Setelah melewati perjalanan yang cukup menegangkan dan memberikan kesan, Roger akhirnya memutuskan menerima tawaran Ramos Horta walaupun keadaan sangat genting. Roger pun menolak ajakah Ramos Horta untuk keluar dari Timot-timor untuk menyelamatkan diri dari invasi tentara Indonesia. Roger beralasan harus ada yang memberikan informasi pada dunia apa yang terjadi sebenarnya di Timor-timor. Agar PBB bisa segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersalah. Akhirnya...nasib Roger pun berakhir di ujung pistol. Saat ia sedang mengirim berta, kamarnya didobrak oleh tentara Indonesia. Roger diseret dan disiksa hingga akhirnya ia tembak mati dan mayatnya dibiarkan jatuh ke dalam laut. Aku masih ingat kata-kata terakhir Roger sebelum dia tewas, " I'am Jurnalis......I'am Jurnalis......" Kata-kata itu terus diulang. Dan jujur  perasaanku seakan campur aduk. Aku pernah dan bisa merasakan bagaimana susahnya mendapatkan informasi!! Bah........!!


"Roger East" & "Ramos Horta"


Film Balibo memotret eskalasi politik yang panas menjelang invasi dan detik-detik tewasnya kelima wartawan itu. D sisi lain, sutradar Balibo Roger Connolly telah menggunakan jasa sejahrawan Dr Clinton Fernandez dari Akademi Pertahanan Australia di Universitas New South Wales untuk memandu konteks sejarahnya. Dan dari setumpuk dokumen Tomor-Timor, Australia, Inggris, Amerika sampai Portugis (tak ada satupun data dari Indonesia), Fernandez menyimpulkan, "Militer Indonesia terlibat dalam upaya teror dan destabilisasi yang kemudian di salahkan kepada kelompok prokemerdekaan.  Berikutnya mereka tinggal an masuk sebagai penjaga ketertiban".
Sumber yang digunakan Connoloy untuk mendeskripsikan detik-detik pengepungan dan penangkapan di Balibo berasal dari penyidikan jaksa di pengadilan koroner New South Wales pada Februari 2007 yang bisa diakses langsung lewat Internet.
Beberapa pihak sempat menyatakan, jika film Balibo berpotensi mengorek luka lama. Luka sebelah mana? Peristiwa Balibo telah 3 dekade di bicarakan antara Jakarta dan Canbera. Padahal kedua negara tersebut seia sekata, dan pemerintah Australia membenarkan kelima  wartawan tewas dalam baku tembak. Tapi tidak untuk keluarga, kerabat dan pemerhati hak asasi manusia yang menuntut keadilan. Luka lama kedua yang telah terkorek adalah luka bagi publik dalam negeri. Banyak adegan film yang menyegarkan ingatan akan kekejaman peperangan. Ikon familiar begitu nyata di film ini, Baret merah, loreng hijau, senjata AK-47. Dan yan paling mengerikan adala perilaku penyandang ikon di dalam film yang mengarahkan rentetan tembakan pada rakyat sipil, eksekusi di di muka umum serta wajah anak-anak dan perempuan yang menangis ketakutan. Yang membuat aku geli sekaligus merasa ironis adalah saat wajah presiden kedua RI berada di surat kabar dan dijadikan bungkus gorengan, Fuich....aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Kembali ke "khitah"-nya sebagai film fiksi. Balibo tak pernah disebut sebagai film dokumenter. Balibo pun mengandung banyak fiksi. Termasuk tokoh Juliana yang menjadi saksi invasi pertama kali di Timor-timor  7 Desember 1975 di pelabuhan Dili bertepatan dengan tewasnya Roger East.  Termasuk juga perkelahian Roger dengan Ramos Horta di kolam renang yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Lepas dari ini fiksi dan realitas!! seandainya itu benar terjadi kenapa kebebasan pers harus di bungkam.? bukankah mereka hanya mencari berita tentang kebenaran yang harus disampaikan pada masyarakat luas disana? kenapa kebenaran harus ditutupi? huh......aku paling benci jika harus menuliskan sesuatu yang berhubungan dengan pembungkaman pers!!!!
aku jadi ingat pertanyaan yang diajukan temanku saat masih SMA dulu
"Apa cita-citamu Raa"
"Jad wartawan"
"Wartawan....? nggak ada yang lebih elit lagi? wartawan itu kerjaannya cuma nyari kesalahan orang"
" kalo nggak ada wartawan ngga mungkin ada berita"
Aku langsung mendelik marah saat itu. karena masih belum punya referensi untuk menyangkal pernyatan temanku yang baru-baru ini keluar dari penjara karena kasur Narkoba. 
Walaupun hanya 6 tahun aku menekuni dunia Junalis, tapi aku menyadari betapa pentingnya profesi yang dianggap sebelah mata ini. Seandainya mereka tahu betapa sulitnya mencari sebuah keadilan dan sebuah pembenarab dari sebuah berita. Dan semoga tidak ada lagi pembungkaman pers!!! tidak ada lagi kasus Balibo....Semoga!!!!
Sumber tulisan di atas aku ambil dari beberapa situs dan juga Tempo edisi 7-13 Desember 2009



Catatan ini aku persembahkan kepada seluruh pekerja Pers!!! Sahabat-sahabat Junalisku!!!
kebenaran itu akan selalu menjadi pemenang!!
Catatan ini aku buat saat bedrest karena virus tipes. Maaf sahabat jika kata-kataku banyak yang tidak sinkron, aku baru sadar jika penyakit juga mempengaruhi kemampuan ku untuk memilih diksi yang tepat.

-

SURAT PADA SAHABATKU, DENY


Den.....kau ingat pertemuan pertama kita sekitar 12 atau 13 tahun yang lalu? ditengah hutan Kalibaru saat kita sama-sama mengikuti pelantikan Saka Wana Bhakti. Kau dan aku satu kelompok dan disuruh menirukan gaya dan suara monyet oleh para senior kita? Dan kita berdua melakukannya di tengah malam sambil tertawa riang. Dan kau masih ingat saat kita melakukan penjelajahan dan akhirnya kita tersesat dan kau selalu menyediakan jemarimu untuk genggaman tanganku yang ketakutan sengan suara burung hantu?. Aku masih ingat Den.....karena itu adalah awal aku menemukan sahabat sejatiku, yaitu kamu.

Tapi setelah kita berdua lulus SMA, persahabatan kita sempat renggang kan? mungkin karena kita sama-sama mencari jati diri di dunia baru kita. Hingga akhirnya kita bertemu lagi di kereta api jurusan Banyuwangi Jember setelah lebih dari tiga tahun kita kehilangan kontak. Betapa bahagianya aku waktu itu, dan kita habiskan separuh malam dengan menikmati segelas kopi di trotoar jalan depan Pemda Banyuwangi. Aku akhirnya menemukan kembali sahabatku yang hilang. Apalagi saat aku memutuskan pindah kerja dan kembali tinggal di Banyuwangi. Kita berdua seperti Spongebob dan Patriks. Tidak bisa di pisah kan!!!

Kau ingat Den.....saat mantan pacarmu sempat ngalabrak aku karena cemburu dengan pesahabatan kita. Dan aku pun marah besar dan sempat memojokkan mu untuk memilihku atau memilih pacarmu. Dan aku sempat tidak percaya saat kau memilih aku sahabatmu, dan memutuskan pacarmu - yang menurutku sama sekali tidak pantas dengamu -. Saat aku tanya alasanya kau dengan sederhana menjawab, " Karena aku mengenalmu jauh lebih dulu dari dia. Dan aku lebih memilih kehilangan pacar dari pada sahabat seperti kamu". Aku merasa sangat bahagia saat itu. Apalagi persahabatan kita tidak pernah rusak karena cinta seperti persahabatan beda gender?

Hei....kau ingat setiap awal bulan setelah gajian kita janjian di Bakso Pak Sabar depan Untag Banyuwangi sepulang dari kerja? Tak jarang kau menunggu lebih dari satu jam hanya karena deadline ku yang molor. Dan kau selalu mentraktirku sambil berkata, " apa kita bisa seperti ini terus ya Raa". Dan aku mengangguk pasti, "Persahabatan kita tidak pernah mati Den.....!"

Aku juga masih ingat saat kita sering menghabiskan separuh malam dengan duduk di pinggir pantai. Tentu aja dengan beberapa cangkir kopi. Kita bercerita tentang masa lalu yang suram, mengkhayal tentang masa depan, atau bahkan sering menangis karena merasa hidup ini tidak berpihak pada kita. Atau bahkan tertawa melihat pasangan yang duduk disamping kita melakukan adegan yang tak lulus sensor. Dan kita akan sama-sama terdiam saat ingat bahwa kita berdua adalah anak yang senasib yang tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Dan kita sama-sama mengkhayal, "Andai kita punya ayah....."

Terkadang aku sering berpikir kenapa persahabatan kita ini terjalin begitu lama bahkan saat aku telah pindah ke Jakarta. Apa karena kita bernasib sama, yaitu tidak mempunyai orang tua. Padahal sifat kita benar-benar bertolak belakang. Kau anak rumahan, sedang aku banyak menghabiskan waktu di jalanan. Kau diam dan aku urakan. Kau sabar dan aku pemarah. Kau pengalah dan aku selalu egois. Tapi hany satu yang membuat persahabatan kita abadi, yaitu ketulusan. Kau tulus menerimaku sebagai sahabat dan aku juga sangat tulus menjadikanmu sahabat sejati.
Tapi kau tau Den.....aku menangis malam ini. Jiwaku terasa kosong

"Mohon doa restu Sabtu ini aku menikah karena orang tua dia sakit gagal ginjal dan sudah parah. Mau tidak mau aku harus menikah Takut waktu untuk dia tidak lama"

Aku terhenyak menerima sms itu hari ini

"Maaf, itu sudah jalanku! aku ngak bisa ngomong apalagi! Tuhan udah ngasih aku jalan terbaik!! Maafkan semuanya"

Den.....aku tak tau apa yang aku rasakan. Aku merasa sangat.....dan sangat kehilangan. Dan aku tau, kau pernah mengatakan padaku bahwa kau masih belum siap untuk menikah. Kau masih punya seribu cita-cita!!! Dan perempuan yang kau nikahi adalah perempuan muda yang sempat kau kenalkan padaku. sekitar 1 tahun lalu Dan aku bisa membaca jika wajah perempuan itu tidak bisa menerima keadaanku. Ah.....kenapa aku selalu bermasalah dengan pasangamu? padahal aku fine-fine saja!! dan kau tak pernah bermasalah dengan pasanganku! ah entahlah!!

Kau tau Den......aku nulis surat ini dengan perasaan kosong!!! maaf aku tak bisa menepati janji akan menemanimu menikah! seperti janji kita dulu!!! Jika kita menikah, maka kita harus ada dan menghadiri pernikahan masing-masing. Ah Den.....andai aku mesin waktu aku akan kembali ke masa lalu dan mencabut janji itu. Dan kau tau Den apa yang aku takutkan? Aku takut kehilangan kamu!! Aku takut persahabatn kita putus karena kita sama-sama menikah. Sebenarnya aku tidak menginginkan, tapi jika istri mu tidak bisa menerima perahabatn kita apa yang bisa aku lakukan? nglabrak istrimu dan menyuruhmu memilih aku atau dia seperti dul yang pernah aku lakukan? tidak Den....sangat tidak mungkin!!! karena aku hanya sahabatmu!! dan dia istrimu, dengan perjanjian suci pada Tuhan.

Ah Den.......biarlah semunya menjadi rencana Tuhan. Karena aku tak pernah merencanakan bertemu denganmu dan bersahabat denganmu selama 13 tahun!!! Karena pada hari ini dipernikahanmu, kau tak angkat telponku. Padahal aku hanya ingin mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru!!! dan berharap persahabatan kita tidak berhenti sampai disini!!

Den.....aku masih selalu mendendangkan lagu yang sering kita nyanyikan berdua jika kita berada di titik kejenuhan pada kehidupan.

dulu kita sahabat teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari

dulu kita sahabat berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang


persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na


semua yang berlalu biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari

siang berganti malam sembunyikan sinarnya
hingga ia bersinar lagi


dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang


Benar Den.....kita dulu adalah ulat, dan pernah menjadi kepompong!!! dan kita kini telah menjadi kupu-kupu yang mempunyai sayap untuk terbang kemana pun kita inginkan!!! Aku akan selalu merindukan indahnya persahabatan kita!!!


Catatan kecil ini aku persembahkan pada sahabat sejatiku  

DENY SISWANTO 


 





-

SAAT TETANGGA TIDAK "BERTETANGGA"

Entah kenapa, selama ini aku di takdirkan tinggal di daerah-daerah yang mempunyai daerah private yang tidak mewajibkan aku untuk bersosalisasi dengan tetangga Di Banyuwangi, aku besar di rumah pinggir jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang menuju Pulau bali. Dan aku tidak memunyai tetangga, selain toko meubel dan lapangan parkir truk. Saat kuliah pun, aku memilih satu kamar di lantai atas yang juga memberi jarak aku dengan para penghuni kost lainnya. Dan aku adalah orang yang sangat sulit untuk bertetangga. Aku merasa lebih nyaman berada di dalam rumah berjam-jam, lebih memilih berdialog dengan laptop dari pada ngbrol nggak karuan dengan tetangga. Lebih memilih membaca buku Sukarno Penyambung lidah rakyat dari pada harus bergosip ria di pagi hari.

Tapi tidak saat aku tinggal di Jakarta!!!!!

Di  Jakarta aku harus tinggal di wilayah perkampungan. Dan Tuhan.......!!! aku sangat sulit untuk beradaptasi!!! Berbaga macam cara sudah aku lakukan, mulai belajar untuk ngobrol dengan ibu-ibu, walaupun temanya sangat-sangat tidak nyambung dengan piranku. Belajar berbelanja sayuran di warung kecil (yang biasanya aku lakukan seminggu sekali di pasar besar) sambil sesekali nggomongin tetangga baru walaupun jujur aku nggak bisa menerima hingga saling berkirim makanan antar tetangga walaupujn aku tidak bisa masak. Bahkan tidak jarang aku mengundang para tetengga untuk makan-makan di rumah walaupun hanya sekedar sayur asem yang aku beli dari warung betawi di gang depan rumah!

Dan malam ini adalah puncak kesabaranku!!!!!!

Niatku belajar untuk belajar bersosialisasi dengan tetangga sepertinya harus berhenti disini. Aku akan kembali ke sikap awalku! diam dan tak perlu keseringan bergaul dengan tetangga. Alasannya sederhana. Secara tidak sengaja malam ini aku keluar dan duduk di teras rumah. Tetangga depan rumah mengadakan selamatan, dan aku baru sadar hanya rumahku yang tidak di undang dan tidak diberi berkat selametan!!! sedangkan tetangga-tetangga samping rumah semua dapat!! ironisnya lagi, bagi-bagi berkat itu dillakukan di depan rumahku. Tuhan.....rasanya perasaanku sakit banget! memang sih sederhana, tapi aku lmenyadari bahwa ini bukan pertama kalinya aku mengalami hal yang tidak adil ini.

Akhirnya aku merasa bahwa pengorbanan yang aku lakukan selama ini sia-sia.!!! Belajar ngrumpi, belajar nonggo (istilah jawa ang artinya berkunjung ke tetangga) tidak akan aku lakukan lagi!!!! Mending hidup wajar apa adanya dengan style ku sendiri. Yang penting aku tidak menutup mata saat tetangga sakit, tetangga meninggal, tetangga hajatan dan saat tetangga membutuhkan.



Aku jadi ingat nasehat almarhum ibuku!!! Hidup bertetangga itu seperti gelas.kaca Kalau di tata terlalu dekat, maka gelas kaca itu mudah pecah, Karena itu harus ada jarak, biar gelas kaca itu tidak mudah retak! Dan aku akan pegang nasehat itu!!!! aku nggak mau bermasalah dengan tetangga hanya karena aku berusaha dekat dan memhami mereka. dan aku akan hidup seperti styleku sendiri dan tidak akan memaksa diri untuk mengikuti gaya hidup orang lain. Semoga Tuhan memberiku rejeki agar aku bisa mencari tempat tinggal yang aku harapkan!!! agar aku bisa kembali hidup normal seperti sebelum aku tinggal di Jakarta!!! Fuich...semoga!!!

Cataan untuk koleksi bukuku, Aku akan memilih membacamu dari pada nggosip yang tidak jelas dengan para tetanggaku! Whatever.....


-

SAYA TIDAK GILA! HANYA SEDIKIT DEPRESI!

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur untuk mengetahui, apakah anda saat ini sedang depresi atau tidak.
I. Apakah saat ini anda merasa sedih?
0. Saya tidak merasa sedih.
1. Saya merasa sedih.
2. Saya sedih sepanjang waktu dan tidak dapat mengubahnya.
3. Saya begitu sedih atau tidak gembira sehingga saya sama sekali tidak suka.
II. Apakah harapan anda untuk masa depan?
0. Saya tidak berkecil hati tentang masa depan.
1. Saya merasa berkecil hati tentang masa depan.
2. Saya merasa tidak memiliki apa-apa yang diharapkan.
3. Saya merasa bahwa masa depan tidak ada harapan dan bahwa segalanya tidak dapat membaik.

III. Apakah anda merasa gagal?
0. Saya tidak merasa gagal.
1. Saya merasa telah gagal lebih dari rata-rata orang.
2. Saat saya melihat masa lalu, semua yang dapat saya lihat adalah banyak kegagalan.
3. Saya merasa saya adalah orang yang gagal total.
IV. Apakah anda merasakan kepuasan dalam hidup ini?
0. Saya mendapatkan banyak kepuasan dari banyak hal, seperti biasanya.
1. Saya tidak menikmati hal-hal seperti biasanya.
2. Saya tidak lagi mendapat kepuasan sesungguhnya dari setiap hal.
3. Saya tidak puas dan bosan dengan segala sesuatu.
V. Apakah anda merasa bersalah terhadap sesuatu?
0. Saya tidak merasa bersalah.
1. Saya merasa bersalah dalam sebagian kecil waktu.
2. Saya merasa agak bersalah dalam sebagian besar waktu.
3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu.
VI. Apakah kegagalan yang pernah anda alami sebagai hukuman?
0. Saya tidak merasa sedang dihukum.
1. Saya merasa mungkin dihukum.
2. Saya perkirakan saya dihukum.
3. Saya merasa saya sedang dihukum.
VII. Aapakah anda merasa kecewa dengan diri anda?
0. Saya tidak merasa kecewa pada diri saya.
1. Saya kecewa pada diri saya.
2. Saya jijik dengan diri saya.
3. Saya membenci diri saya.
VIII. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap orang lain?
0. Saya tidak kehilangan minat pada orang lain.
1. Saya kurang berminat pada orang lain dibanding biasanya.
2. Saya kehilangan sebagian besar minat saya pada orang lain.
3. Saya kehilangan semua minat saya pada orang lain.
IX. Apakah anda dapat membuat suatu keputusan?
0. Saya membuat keputusan sebaik yang saya dapat.
1. Saya menunda membuat keputusan lebih dari biasanya.
2. Saya sangat sulit membuat keputusan dibanding biasanya.
3. Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali.
X. Apakah anda merasa diri anda lebih buruk dari biasanya?
0. Saya tidak merasa tampak lebih buruk dari biasanya/
1. Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik.
2. Saya merasa terdapat perubahan menetap pada penampilan saya yang membuat saya terlihat tidak menarik.
3. Saya yakin bahwa saya tampak buruk.
XI. Apakah anda bisa bekerja seperti biasanya?
0. Saya dapat bekerja sebaik biasanya.
1. Saya memerlukan usaha extra untuk memulai mengerjakan sesuatu.
2. Saya harus sangat memaksa diri untuk melakukan sesuatu.
3. Saya tidak dapat bekerja sama sekali.
XII. Apakah anda bisa tidur dengan nyenyak?
0. Saya dapat tidur sebaik biasanya.
1. Saya lebih mudah lelap dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan sesuatu.
XIII. Apakah anda mudah merasa lelah?
0. Saya tidak merasa lelah lebih dari biasanya.
1. Saya lebih mudah lelah dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan apapun.
XIV. Apakah nafsu makan anda berkurang?
0. Nafsu makan saya tidak lebih buruk dari biasanya.
1. Nafsu makan saya tidak sebaik biasanya.
2. Nafsu makan saya jauh lebih buruk sekarang.
3. Saya tidak mempunyai nafsu makan sama sekali.
XV. Apakah anda selalu merasa bersalah?
0. Saya tidak merasa lebih buruk dibanding dengan orang lain.
1. Saya kritis terhadap diri saya untuk kelemahan atau kesalahan saya.
2. Saya menyalahkan diri saya untuk kesalahan saya sepanjang waktu.
3. Saya menyalahkan diri saya untuk setiap hal buruk yang terjadi.
XVI. Apakah anda ingin bunuh diri?
0. Saya tidak terfikir untuk bunuh diri.
1. Saya berfikir untuk bunuh diri tetapi tidak akan melakukannya.
2. Saya ingin bunuh diri.
3. Saya akan bunuh diri jika ada kesempatan.
XVII. Apakah saat ini merasakan gangguan pada kesehatan?
0. Saya tidak lebih khawatir tentang kesehatan dibanding biasanya.
1. Saya khawatir tentang masalah fisik seperti sakit dan nyeri atau gangguan lambung atau kontipasi.
2. Saya sangat khawatir tentang masalah fisik, dan sulit untuk memikirkan banyak hal lain.
3. Saya begitu khawatir tentang masalah fisik saya sehingga saya tidak dapay melakukan hal-hal lain.
XVIII. Apakah anda selalu menangis?
0. Saya tidak menangis lagi dibanding biasanya.
1. Saya lebih banyak menangis sekarang dibandingkan biasanya.
2. Saya menangis sepanjang waktu sekarang.
3. Saya biasanya bisa menangis, tetapi sekarang saya tidak dapat menangis meskipun saya ingin.
XIX. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap seks?
0. Saya tidak memperhatikan adanya perubahan minat terhadap seks belakangan ini.
1. Saya kurang tertarik terhadap seks dibanding biasanya.
2. Saya sangat kurang tertarik terhadap seks sekarang.
3. Saya benar-benar hilang minat terhadap seks.
XX. Apakah saat ini anda merasa kesal?
0. Sekarang saya tidak lebih kesal dibanding biasanya.
1. Saya lebih mudah terganggu atau kesal dibanding biasanya.
2. Sekarang saya merasa kesal sepanjang waktu.
3. Saya tidak dibuat kesal sama sekali oleh hal-hal yang biasanya membuat saya kesal.
XXI. Apakah anda merasa berat badan anda menurun?
0. Jika ada penurunan berat badan, saya tidak banyak mengalaminya belakangan ini.
1. Berat badan saya berkurang lebih dari 2,5 Kg.
2. Berat badan saya berkurang lebih dari 5 Kg.
3. Berat badan saya berkurang lebih dari 7,5 Kg.
Skor :
0 – 9 : Normal.
10 – 15 : Gejala Depresi Ringan.
16 – 19 : Gejala Depresi Ringan Sedang.
20 – 29 : Gejala Depresi Sedang Berat.
30 : Gejala Depresi Berat.

Kuisioner di atas aku copy dari blog seorang dokter. Bukan tanpa maksud aku cantumkan kuisioner tersebut dalam postingaku kali ini, karena aku juga mengalami depresi (tanpa harus tau masuk kategori mana?).

Beberapa perilaku yang mendekati depresi antara lain 
  1. Afektif : Sedih, cemas, apatis, murung, kebencian, kekesalan, marah, persaan ditolak, perasaan bersalah, merasa tak berdaya, putus asa , merasa sendirian, rendah diri, merasa tidak berharga.
  2. Kognitif : Abivalensi, bingung, ragu-ragu, tidak mampu kosentrasi, hilang perhatian dan motivasi, menyalahkan diri sendiri, pikiran merusak diri, rasa tidak menentu, pesimis,
  3. Fisik : Sakit perut anoreksia, mual, muntah, gangguan pencernaan, konstipasi, lemah, lesu, nyeri kepala, pusing, insomnia, nyeri dada, over acting, perubahan berat badan, gangguan selera makan, , gangguan menstruasi, impoten, tidak berrespon terhadap seksual.
  4. Tingkah laku : Agresif, agitasi, tidak toleran, gangguan tingkat aktifitas, kemunduran psikomotor, menarik diri, isolasi sosial, iritebel (mudah marah, nangis, tersinggung), berkesan menyedihkan, kurang sopan, gangguan kebersihan.
Depresiku mungkin tidak sama dengan mereka yang mengalami gangguan jiwa dan harus melakukan perawatan di rumah sakit Jiwa.  Tapi jika di biarkan tidak menutup kemungkinan kita menjadi bagian dari mereka. Hal tersebut dikatakan oleh seorang psiklog saat aku mengunjungi pameran di JCC senayan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Seperti kebanyakan pameran kesehatan lainnya, banyak stand yang menyajikan segala sesuatu tentang kesehatan. Namun aku tertarik di salah satu stand milik Rumah Sakit Jiwa Lawang-Malang Jawa Timur, yang memamerkan salah satu alat yang lebih memanusiakan mereka yang mengalami gangguan jiwa. Pasalnya, alat yang digunakan adalah alat seperti setrika yang memberikan efek kejut yang memberikan rasa "sakit" pada fisik. (kata-kata ini aku kutip dari bu Psikolog). Dan kebetulan sekali alat ini bisa digunakan oleh orang umum. Dan inilah alat yang lebih memanusiakan manusia itu


Karena gratis, setelah cek kadar stres, aku mencoba alat ini kalau tidak salah namnya LCT (jadi ingan nama kapal laut). Dan dua lempengan hitam di letakkan di pelipisku dan kemudian disambungkan dengan dua kabel untuk menghantar kan listrik (mungkin) dari alat utama. Dan rasanya...Clekit-clekik!!! rasanya aliran darahku lancar dan berpacu cepat. Memang sih nggak sakit tapi seperti ditusuk-tusuk dikit. Atau gampangnya, kepala ini seperti kerubuti ribuan semuta. Bahkan efeknya sampai di leher. Ketegangan langsung hilang. Dan terapi ini dilakukan selama 30 menit pada orang normal. Kalau untuk orang gila mungkin lebih. Dan hasilnya!!! Sumpah!! Plong banget!!! Fresh fom the Open!!!Aku nggak pernah mengalami pikiran setenang ini walaupun beberapa kali ikut terapi. Sayangnya....alat ini hanya ada di Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang- dan diklaim satu-satunya di Indonesia! Halah....masak kalau stres harus lari ke Malang!! Stres bisa bertambah  karena biayanya jadi lebih mahal.
(kurang lebih seperti inilah penggunaannya. Bapak....maaf ya aku pake model karena tidak mungkin memphoto diri sendiri)
Ternyata bukan hanya ku yang tertarik dengan alat pengurang stres ini. Antrian ya.......Ampun!!! atua muda, ibu-ibu bapak-bapak, anak-anak, nenek-nenek, kakek-kakek Semunya berderet antri!!Sampai aku harus menunggu 1 jam lebih! tapi tak apalah asalkan bisa mencoba alat untuk mengurangi gangguan jiwa ini


 
Setelah membaca postingan ini, silahkan sobat menilai apakah anda masuk dalem kategori orang Depresi! Dan semoga alat seperti ini bisa diakses lebih mudah oleh banyak orang. Paling tidak untuk memperbaiki kualitas masyarakat Indonesia dan angka bunuh diri tidak semakin meningkat! Halah....!
 
Catatan kecil aku persembahkan untuk rekan-rekanku yang ada di Rumah Sakit Jiwa. Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik ada kita Amien.....
 

 












-

KONDOM YANG TAK DI JUAL BELIKAN


Postingan ini aku tulis di Hall B Senayan sambil menunggu acara Konser Musik yang diadakan secara live oleh salah satu TV swasta. Aku bukan orang yang hobi nonton konser musik, tapi karena pasangan bekerja di dunia konser, tak ada salahnya jika aku menikmati dunia baru ini. Acara musik yang diramaikan oleh 40 lebih pengisi acara ini diadakan tiap tahun dalam rangka memperingati hari AIDS Internasional yang jatuh tiap tanggal 1 Desember. Dan aku bener-bener salut dengan acara yang mengajak masyarakat khususnya anak muda lebih peduli dengan penyakit AIDS dan tentu saja mengurangi angka penderita HIV.

Acara sendiri mulai jam 12 Siang,  6 Desember 2009. Setelah duduk manis sambil iseng melihat tingkah laku para anak muda, tiba-tiba aku sadar ada yang aneh dalam acara ini. Jujur aku pikir sponsor acara ini adalah minuman ringan. Pasalnya spanduk yang di pasang sepanjang jalan warna-warni namun setelah aku amati ternyata acara ini disponsori oleh salah satu merek KONDOM!!! Dan lebih ironisnya lagi setiap pembelian tiket untuk usia 17 tahun ke atas mereka mendapatkan KONDOM secara gratis. Padahal tulisanku tentang Kondom yang tak lagi jaman masih dalam hitungan hari! Halah!!


(salah satu dari ratusan kondom yang beredar di kalangan para pelajar yang masih berusia 15 tahun)

 (seharusnya bonus ini, yaitu minyak rambut yang diberikan pada pelajar di bawah 17 tahun))


Akhirnya aku kembali berpikir tentang KONDOM! Plastik pengaman yang di anjurkan digunakan untuk mencegah penularan virus HIV. Jika memeang itu alasannya, kenapa KONDOM itu di bagikan secara gratis kepada para pengunjung yang kebanyak masih berusia pelajar? apakah mereka terkena HIV? apalagi pengisi acara kebanyakan teriak, " gunakan pengaman agar loe nggak kena AIDS". Hah....aku langsung terheran-heran dan bertambah heran saat tiga DJ langsung melemparkan kondom dari atas panggung paa saat Off Air. Ya Tuhan........pikiranku semakin memberontak. Apa iya jika menggunakan KONDOM mereka di jamin tidak akan terkena AIDS! Apa mereka tidak pernah membaca survei yang mengatakan penularan HIV itu kebanyakan lewat jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama di kalangan kaum Junkies?

Mungkin niat awal memang baik!! pengenalan salah satu alat pencegah penyebaran virus HIV. Tapi aku sempat membayangkan, setelah pulang akan digunakan apa KONDOM itu oleh para pengunjung yang sebagian adalah pelajar? Mending kalo di buat Balon mainan, tapi kalo dipakai yang lain apa berati ini adalah pelegalan Sex sebelum nikah!!! Kondom bisa sangat berfungsi bagi pasangan yang menikah namun menunda anak! Tapi Kondom bagi pelajar? digunakan agar tidak jadi anak, apalgi secara psikologis mereka adalah anak-anak. Dan apa kah ini berati pelegalan SEX sebelum nikah.

Intinya!!! KONDOM itu layaknya sebuah Pisau! jika di pegang Pembunuh, dia akan jadi senjata yang mematikan! Namun jika di pegang oleh Sang Juru Masak, dia akan menghasilkan makanan yang luar biasa!!!

Setelah sedikit bicara tentang KONDOM! tidak salahnya kan jika aku sedikit berbagi beberapa moment!


(ini vokalis Band Marvels ya?)

 
 
(Uforia dengan mengacunkan jari tengah)


 
(kenapa harus jari tengah lagi pada salah satu band pendatang baru?)

 (asmara ....begitu panggilannya)


 
(Naga.....Lyla!)


 
(terimakasih cinta........!)

(banjir tetap eksis.....)


 
(pengorbanan atas nama musik)


 
(Armand in Action....)


 
(asongan sang penyelamat dari kehausan)

(yang tertinggal....)

 
 

(gelang penyelamat dari karcis! free akses....tenkyu!)

Maaf kawan jika biasanya di akhir foto adalah gambarku sendiri alias narsis, karena aku hunting sendiri!!! Dan semoga Pagelaran seperti ini akan kembali ada dalam rangka hari AIDS Internasional dan tentu saja tdak ada lagi kondom tak di jual belikan.....Semoga!

(baru sempat di posting hari ini karena kendala kesibukan)

 





-

SELAMAT MALAM, "Y"


" Hidup merangkai kata mengungkap rasa ternyata cukup bahagia karena diri jadi ada dan tak sia-sia"

Merpati pos' kan tiba
Bawa cengkram darahku
Menyiram matahari sore di atas kotamu
Aku akan mengawali semuanya dengan satu kata
              RINDU
Kau tau, Y
Kalau malam tertawa diam-diam
Saat aku menelungkup sendirian, mungkin menangis...aku.....kangen?
Dia tetap tertawa kala aku jadi bisu dengan notasi lagumu
Pasti kau rasa, Y
Malam turun terus
Diam-diam mengucapkan salam
Dan dari dadaku mengalir sejuta kata yang tak sempat kuucap


Tak mengapa, Y
Ucapkan saja pada malam minta pada nya mimpi kita
              sementara menunggu esok aku tetap sendiri
Sekali saja, Y
Kau pasti tau apakah harus ada ucapan selamat malam
Sekal saja meski juga tak bernada seperti lagumu

"Mestine yo ro ning kene...... Sun lungguh nyanding larene...... Kepengin ati rasane.....Turu semende dadane"

Memang bukan untukku
Seperti pernah kau katakan padaku, " Kau bukan cinta abadi ku"
Tak mengapa, Y, Kembang Galengan tertinggal sendiri tanpa siraman
Karena dia akan mati di bunuh pisau rindu yang menancap telak dijantungnya
Tak bisa berkata : Cintanya terlalu berat atau aku terlalu merah untuknya

Mungkin kau harus tahu, Y
Tempat ku susun harapan akhirnya harus musnah
Menghitung kangen-kangen yang berkeping dan merasa bintang betul-betul menimpa kepalaku
Sudah penuh sesal seluruh cintaku kuronce malah penghabisan kembang setaman ku taburkan
Biar ku ingin kau mengerti
Ini sebuah cinta bukan permainan 


Kalau gemawan itu bisa jatuh antaralangit dan lazuardi
Mengapa awan di hatimu tidak
Kalau matahari setiap senja memerah menghanyutkan batas pandang kasih di mataku
Mengapa matahari di hatimu tidak?
Aku hanya bertanya padamu, "Kalau?"
Kalau....semua harus, Bagaimana dengan aku?
Kamarku hilang hanya tingal sepetak mimpi dan aku terperangkap di atas tilam


Kau lupa bahwa aku adalah musafir yang selalu merindu pelukan seorang seperti Samudra
Dalam lingkaran waktu yang terus berputar kita masih mencoba untuk menahan diri 
              mengekang hasrat mencoba melawan kodrat
Kau berkubang dalam sebuah impian
Aku terbenam - nyaris mati - dalam sebuah rindu
Tidak berani aku bertanya mengapa ke tempat ini, kau membimbing aku melangkah
Dan jangan pula kau tanya mengapa kita senang berada di sini
Menyusuri jalan-jalan padahal di sini senyap tak ada siap-siapa
Padahal di sini penuh dengan keraguan
Antara hasratku dan mimpi-mimpimu
Antara kepastianmu dan keraguanmu

(ku baca sesal di raut wajahmu seperti bergemuruh tanya itu menyiksa; kenapa kita diam membungkam perasaan sendiri? atau kenapa dulu dan sekarang harus ada cinta?)


Jawablah tanyaku ini, biar malam tak menyiksaku
Dalam kesendirianku, ku rasakan arti keberadaanmu
Rindu yang dulu pernah ku berikan kepadamu tolong kembalikan jika kau tak memerlukannya kembali
Tak mengapa, Y
Setiap ku tatap wajahmu ingin kutanya. Ada apa?

            (masihkah tersisa rindu)

Mungkin tak pernah lagi terurus di hatimu tentang aku
Hingga akhirnya cuma ku sayat cintamu pada ilusi semu


Sekali saja, Y
Jika kau tanya tentang cinta, jangan padaku
          Carilah jawabanya pada hembusan malam
Jika kau tanya tentang kesepian jangan padaku
          Tanyalah pada hatiu sendiri
Dan bila kau bertanya tentang kesetiaan
          Carilah lewat buih gelombang laut yang selalu mengawinkan angin pada malam
Karena aku terlalu lelah belajar melukiskan wajahmu di mimpiku


Sayang sekali kita tidak pernah bicara tentang cintaku padamu yang telah membuatmu terluka tanpa kau tau
Karena wakt terlalu egois
Cahaya perakmu semakin mendinginkanku
Bahkan malam-malam aku datang merindukan cahayamu dalam kamar merah
Hanya ada kebekuan, semakin merah aku


Sekali saja kau tau, Y
Bias mu yang kurindukan sedikit demi sedikit membunuhku dengan sederhana l
           lewat ujung api yang tak pernah mati semburatkan dingin
Padahal aku telah hitung kerikil-kerikil kasar anatar kotaku da kotamu
Tapi hanya ada kata hampa
Saat kutautkan rinduku pada secangkir kopi susu sambil menggumam
dan kau kembali bertanya tentang kesepian padaku
" Ah.....coba kau cari antara dada dan bibirmu"




Karena aku terlalu lelah mencari alasan untuk mencintaimu



Cataan kecil ku persembahkan pada Y, Terimakasih atas pertemuan yang indah ini



(kapan kita bisa menghabiskan secangkir kopi sabil bercerita tentang mimpi kita?) 







-