14 Nov 2011

HIATUS


Prolog

: saya seharusnya membaca pesan itu 8 jam yang lalu setelah kamu menulisnya. Bukan saat sekarang saat kamu berada di hadapan saya. Saya tiba-tiba saja membenci diri saya sendiri. Tidak bisa membuat dirimu nyaman di sebelah saya. Setelah saya pikir bahwa saya telah memberikan yang terbaik untuk dia. Paling tidak jika saya membaca nya 8 jam yang lalu, saya sudah mempersiapkan diri bagaimana saya harus bertemu kamu. Dan tidak menunjukkan genangan air saya nyang sudah mengumpul di balik kaca mata saya. Ah Untungnya kamu langsung pergi dari hadapan saya. Hingga akhirnya saya bisa puas menulis catatan-catatan saya dengan air mata saya

 ***


Ibu saya menghabiskan banyak waktu untuk mendidik saya menjadi perempuan. Ya...benar-benar perempuan! bukan perempuan yang pasrah pada nasib dan hanya menangis meraung-raung jika kehilangan. Dan itu bukan lagi masa-ku. Ibu ku menghabiskan waktu bertahun-tahun mendidikku menjadi perempuan biasa yang taoi berusaha menjadi tidak biasa. Bahkan sampai ibuku meninggal pun dia tetap melatihku menjadi perempuan yang mmapu bertahan dalam keadaan apapun. Saat ibu ku meninggal dia memberikan ribuan pertanyaan yang harus aku jawab satu persatu. Dan jika aku berhasil menjawabnya, aku diharuskan mencontrengnya dengan nafas lega. Hari ini aku buka kembali pertanyaan-pertanyaan yanng harus aku jawab di atas bukit. Aku baru menyadari bahwa contrengan yang aku tandai masih dalam kategori sedikit. Belum apa-apa! bahkan belum seperempatnya. Aku terrtawa lirih sendiri di bukit itu siang ini. Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini? hanya menyesal....protes pada Tuhan tentang hidupku yang tidak pernah aku anggap aku adil?

Jika bukan karena ajaran ibuku. Mungkin hari ini aku akan menangis sejadi-jadinya. Menampar dirimu. Mencaci maki, atau mungkin membunuh dirimu. Tapi jika aku lakukan juga lalu apa gunanya ibu mengajariku menjadi perempuan yang perempuan. Pesannya....."Jika marah maka marah lah dengan cantik". Walaupun mungkin saya tidak cantik tapi paling tidak saya tidak perlu marah besar seperti orang kesetanan. Saya bukan anak kecil yang akan marah-marah hanya karena tidak bisa memiliki sebuah permen. Ya....saya belajar untuk menjadi perempuan yang benar-benar perempuan. Perempuan dewasa......

Hiatus....jeda.....mungkin itu yang akan saya lakukan. Setelah berbulan-bulan saya dipermainkan dengan perasaan konyol yang membuat saya menjadi perempuan bodoh. Mengkosongkan kembali pikiran saya. Perasaan saya. Hati saya. Dan saya yakin bisa. Walaupun hal tersebut bukan hal yang mudah bagi saya untuk melewatinya seorang diri.

Hiatus bukan berarti aku akan mengurung diri dalam kamar. Hiatus bukan berarti aku berhenti menulis dan beraktifitas. Saya hanya ingin dengan satu jentikan jari semua yang ada dalam diriku kosong melompong. Dan aku akan kembali menata nya satu persatu. Membuang pecahan-pecahan hati yang membuat saya tersayat-syat dan tersikas selama berbulan-bulan.
Lalu apakah aku akan menyesal dengan keputusan yang telah aku ambil dalam beberapa bulan lalu? saya jawab TIDAK! tidak pernah saya menyesal. Saya malah mengucapkan terimakasih karena keputusan yang telah saya ambil itu sempat membuat saya bahagia dan sangat bahagia. Selain itu juga mengajarkan banyak hal pada saya. Melatih kesabaran, emosi saya dan membuat saya menjadi seorang perempuan yang benar-benar perempuan.

Saya sempat mebaca sebuah catatan. Kalau tidak salah seperti ini:
 Cinta yang belum matang berkata:
"Aku cinta kamu karena aku butuh kamu"
Cinta yang sudah matang berkata:
"Aku butuh kamu karena aku cinta kamu"

 Ya...saya berharap cinta saya adalah cinta seorang perempuan yang sudah matang. Ya....aku membutuhkan mu karena aku mencintai kamu. Bukan karena aku mencintaimu maka aku membutuhkanmu.
Saya akan belajar melepaskannya Karena sebuah cinta itu membahagiakan bukan menyiksa. Dan saya merasa bahwa cinta yang ada dalam hati kita adalah cinta yang menyiksa.
Jika kamu merasa tersiksa maka saya akan belajar untuk melepaskannya agar kamu bahagia........

 Dan saya akan kembali hiatus dalam dunia saya. Membahagiakan diri saya sendiri setelah sekian lama saya selalu berusaha membahagiakan dirimu. Hiatus.......seperti saat saya dalam sebuah kamar yang di dalamnya hanya ada aku dan kamu. Dulu.......
Sekarang berbicalah dengan tulisanku. Saat kamu anggap bahwa kita tidak perlu lagi berbicara saat aku mengajakmu berbicara baik-baik. Saya tahu bahwa kamu adalah orang yang akan berabjak dewasa. Perjalanan mu masih panjang sayang. Semoga pertemuan kita adalah sebuah langkah awal membuatmu semakin bisa bertahan.

Kamu mundur...? aku akan tetap berdiam disini. Memandangmu dari jauh. Dan aku akan tetap mengenggam tanganmu jika kamu butuhkan. Karena cintaku adalah cinta perempuan dewasa. Cinta tanpa sebuah tuntutan!
Walaupun saya tetap memilih untuk hiatus!!!!!

 ***
Epilog :

Hidup adalah sebuah catatan-catatan yang terkumpul. Antara kenyataan dan khayalan. Menulis lah Raa....maka hatimu akan tenang. Dan saya akan tetap menulis hingga huruf-huruf ini hilang dalam otak saya. Ada atau tidka ada kamu di samping saya!

Batam, 14 november 2011

2 komentar:

Arif Agus Bege'h mengatakan...

akhirnya bisa menemukanmu lagi dalam prolog ini sejak sekian lama tak saling menyapa. Happy blogging dan terus berkarya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

suka dg kalimat kalo marah, marahlah dg cantik....dan sekali lagi tulisanmu selalu menarik meski artikel ini banyak menyimpan kemarahan. tetapi tetap menarik