30 Nov 2011

NOVEMBER (RAIN)

Saya sempat mengatakan bahwa saya sangat mencintai November.....seperti saya mencintai Hujan, mencintai Banyuwangi dan mencintai Batam.
Dan saya menyelesaikan catatan terakhir saya di Bulan November 2011 dengan berbagai macam pertanyaan yang bergelanyut di otak saya.
Pertanyaan yang saya sendiri menciptakannya. Yang melatih otak saya untuk terus berpikir. Ya....akhirnya saya mempertanyakan diri saya sendiri. Apakah saya yang terlalu berlebihan untuk menyikapi setiap masalah.

Saya jadi ingat bahwa kemarin sesorean saya berdebat habis dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak saya kenal. Jangankan kenal, namanya saja saya tidak tahu. Saya hanya duduk membaca buku menemani dua perempuan kenalan saya. Saya tidak tertarik mengikuti pembicaraan mereka. Hingga tiba-tiba tanpa berdosa ia berkata, "Dari ketiga perempuan yang ada disini, kamu adalah orang yang keras kepala". Dan dia berkata sambil menunjukkan telunjuknya tepat di muka saya. Refleks saya menggenggem telunjuk dia meremasnya sambil menepiskannya dari depan mata saya. Saya tidak peduli dia meringis kesakitan. Kalau seandainya tidak melihat di tempat umum saya sudah menampar mukanya.
"Anda tidak perlu menilai saya keras kepala atau tidak. Karena bukan urusan anda. Anda juga tidak perlu bertanya mengapa saya meremas telunjuk anda. Bersyukur saja saya tidak menempeleng anda di muka umum. Anda juga tidak perlu tahu saya lahir dari suku mana, ataupun besar di lingkungan beradab atau tidak. Jangan pernah sok tau tentang saya. Sedangkan anda sendiri tidak pernah tahu nama saya"

Saya tidak memberikan kesempatan sedetik pun dia berbicara. Walaupun berbicara saya tidak peduli lagi apa yang ia bicarakan. Yang terakhir saya tau adalah dia pergi dari hadapan saya setelah saya mengebrak meja dengan tangan saya.
Dan saya baru sadar 2 perempuan yang ada disamping saya melihat aneh kepada saya. "Santai aja Bu..., saya memang keras kepala", ujar saya sambil tersenyum dan meneruskan buku yang saya baca. Dan saya tidak peduli dengan laki-laki yang baru saja menunjuk muka saya. Bahkan jika bertemu mukanya saya juga sudah lupa. Tidak penting bagi saya.

Saya mengakhir bulan November 2011 dengan menjawab berbagai pertanyaan. Pertanyaan mengapa saya masih bisa bertahan dalam keragu-raguan saya. Mengapa saya masih bisa melangkah saat beban benar-benar sudah membuat saya putus asa. Saat saya masih bisa berbicara di depan michrophone padahal hati saya benar-benar hancur. Mengapa saya masih bisa tertawa di pagi hari padahal malam sebelumnya saya menangis habis-habisan di bahu sahabat saya. Mengapa saya masih mempercayai orang yang sudah tidak bisa saya percayai. Mencintai lelaki yang sama walaupun saya tidak tahu apakah dia masih mencintai saya. Dan saya masih percaya bahwa hujan akan tetap datang walaupun november sudah saya lewati.
Dan saya percaya bahwa saya masih bisa menyelesaikan catatan-catatan saya entah kamu membacanya atau tidak.

Saya harus selesaikan catatan ini. Karena masih banyak yang harus saya selesaikan, selain mengenang bulan November yang telah berlalu. Ya...november! saat engkau menepis pelukanku. Sudahlah......aku menemasi mimpiku dan aku harus melanjutkan perjalananku yang tertunda.

Weeds.....di akhir November ini saya hanya ingin mengatakan bahwa saya masih mencintaimu. Seperti saya mencintai Hujan dan bukit Senja itu. Saat wajahmu membayang diantara bias kenang dan mimpi indah yang pernah kita lewatil

: dan Hujan November telah saya lalui dan saya sadar bahwa saya melewatinya tanpa kamu.

pesan : "Hmmmmm......udah makan?Jgn lupa makan ya..."
Aku memeluk mimpi itu

30 November 2011

1 komentar:

Senja mengatakan...

ada galau yg kental di tulisanmu mba,...

november tlah usai, bulan baru, tahun baru, dan harapan baru.

semoga mimpimu menemukan muaranya... :)