6 Jul 2010

INDONESIA TANAH AIR BETA : MENGURAS AIR MATA

Indonesia tanah air beta.....pusaka abadi nang jaya.....
Indonesia sejaka dulu kala....slalu dipuja-puja bangsa........

Dari sekian lagi perjuangan, “Tanah Air Beta” adalah salah satu lagu favoritku. Entah kenapa...walaupun aku adalah bagian dari masyrakata Jawa dan tidak menyebut diri sendiri dengan panggilan “Beta”, namun lagu itu langsung mengena di hati.

Dan aku melangkahkan kaki, seperti biasa seorang diri di bioskop di wilayah Batam Center. Ya...benar-benar seorang diri. Dan film pertama yang aku tonton di Batam adalah TANAH AIR BETA
Ceritanya sangat sederhana tapi mengena dan tepat diputar saat musim liburan anak sekolah seperti saat ini. Mengambil setting di daerah Nusa Tenggara Timur tepatnya di Kupang. Perpecahan antara Indonesia dan Timor Leste tidak hanya menjadi duka bagi bangsa Indonesia tapi juga duka bagi beberapa warga Indonesia yang terpisah dengan keluarganya. Salah satunya adalah Tatiana, seorang janda muda yang tinggal bersama anak gadisnya Merry dan harus berpisah dengan anak laki-lakinya yang bernama Mauro yang tinggal bersama pamannya di Timor Leste. 


Sebelum Timor timur berpisah dengan Indonesia, Tatiana, Merry dan Mauro hidup bersama. Dan Tatiana memilih tinggal di Indonesia dan mengajak Merry, dan sengaja meninggalkan Mauro bersama pamannya di Timor timur karena alasan kesehatan Mauro yang semakin menurun dan tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka hidup terpisah selama bertahun-tahun. Tatiana kemudian menjadi guru di sekolah kamp pengungsian. Merry juga menjadi muridnya. Termasuk Carlo, murid laki-laki Tatiana yang selalu mengganggu Merry. Kedua orang tau Carlo sudah meninggal dan ia tinggal bersama seorang turunan arab yang telah bertahun-tahun tinggal di Timor timur bernama Abu Bakar. 

Pada suatu saat, Tatiana mendapatkan kabar dari Tim Relawan jika mereka telah menemukan Mauro. Tapi sayangnya Mauro tidak mau bertemu dengan Tatiana, ibunya dan hanya mau menemui adiknya, Merry. Penolakan Mauro membuat Tatiana tertekan dan jatuh sakit. Dan dengan kenekadannya, Merry secara diam-diam pergi ke perbatasan seorang diri untuk menemui kakaknya hanya membawa perbekalan seadanya dan kaus baru yang sengaja ia beli untuk kakaknya Mauro. 

Petualangan Merry dimulai. Kemudian Carlo pun menyusul Merry atas perintah Abu Bakar dan Tatiana yang masih dalam keadaan sakit. Carlo yang awalnya selalu bermusuhan dengan Merry menjadi sangat baik. Ternyata selama ini, Carlo menganggap Merry sebagai adiknya. Termasuk mengembalikan harmonika Merry yang hilang di sungai akibat kenakalan Carlo. Dalam perjalanan panjang mereka menuju perbatasan, Merry dan Carlo mengalami banyak kejadian. Termasuk Carlo yang nekat mencuri air minum dan ayam agar Merry tidak kelaparan. Karena kebaikan Carlo, Merry juga rela memberikan kaos baru untuk kakaknya kepada Carlo. Hingga akhirnya mereka sampai di perbatasan yang terkenal dengan Jembatan Air Mata.

Masalah mereka ternyata masih selesai. Merry merasa putus asa karena tidak menemukan kakaknya Mauro di antara ratusan orang yang ada di jembatan air mata. Pasalnya mereka terpisah sejak masih bayi dan sudah tidak lagi sling mengenal. Hingga akhinya Carlo mengusulkan untuk menyanyikan lagu “Kasih ibu”. Lagu itu sengaja dinyanyikan, karena Merry dan Carlo yakin bahwa Mauro juga akan hapal dengan lagu yang selalu di nyanikan oleh Tatiana ibu mereka. Mereka pun bertemu. Merry juga menjelaskan jika sebenarnya Tatiana, ibu mereka sangat menyayangi Mauro. Ternyata Tatiana juga menyusul ke perbatasan dengan bantuan dokter pengungsian. Mereka akhirnya kembali bersatu kembali menjadi keluarga utuh dan memilih menetap tinggal di Indonesia. 

Ya.....sampai sekarang masih ada ribuan keluarga yang terpisah karena perpecahan antara Timor timur dan Indonesia. Dan mungkin potret keluarga Tatiana adalah bagian terkecil dari sebuah kisah antara Timor timur dan Indonesia.
Di luar sana masih banyak Tatiana-tatiana lain yang kehilangan suaminya dan terpisah dari anak nya. Masih banyak Merry-merry lain yang terpisah dengan kaluarganya. Atau carlo-carlo kecil yang harus hidup sebatang kara karena menjadi korban peperangan. 

Aku jadi ingat dialog antara Tatiana dan Carlo
“Carlo....apakah cita-citamu ingin menjadi tentara”
“Tidak bu......ayah saya menjadi tentara tapi dia juga mati”
“Lalu apa cita-citamu”
“Cita-citaku hanya ingin berkumpul lagi bersama Ayah, ibu dan adik saya”

Hhhhhmmmmmm.....ya aku bisa merasakan bagaimana rasanya sendirian. Bagaimana rasanya kesepian. Bagiamana rasanya terpisah dari orang yang sangat aku sayang. Cita-citaku sama dengan Carlo. Berkumpul bersama Ayah, Ibu dan kakak ku. Tapi cita-cita yang tidak mungkin terwujud. Karena hidup ku adalah sebuah perjalanan. Seperti perjalanan hidup Tatiana. Perempuan yang mempunyai kekuatan dalam kelemahannya.

Cukup berdoa pada Tuhan. Agar tidak ada lagi pepeperangan. Dan tidak ada lagi perpecahan. Hingga tidak ada lagi perpisahan. Kau ta......karena perpisahan itu menyakitkan!

Disana tempat lahir beta...
dibuai dibesarkan bunda.....
Tempat berlindung di hari tua....
sampai akhir menutup mata......

Tanah Air beta...benar-benar menguras air mata

5 komentar:

erikmarangga mengatakan...

hmm....jadi kepengen banget nonton!
saya suka mendegarkan logat orang timur ketika berbicara.

salam kenal Mbak:)

jalanaan mengatakan...

saya belum nonton film ini, tapi saya ingat, lagu indonesia tanah air beta adalah salah satu lagu pilihan saya jika disuruh nyanyi di depan kelas waktu SD, di samping lagu gugur bunga.

saya lupa mengapa saya menyukainya waktu itu, tapi sekarang saya tau, sebuah pengukuhan tentang identitas diri adalah salah satu alasannya.

yansDalamJeda mengatakan...

Disana tempat lahir beta...
dibuai dibesarkan bunda.....
Tempat berlindung di hari tua....
sampai akhir menutup mata......

Aq hafal lho lagunya!
nunggu bajakannya. hehehe.. padahal baru saja nulis Stop Pembajakan...

aaSlamDunk mengatakan...

ah gak juga..
kemarin nonton bareng orang yang asli tim tim mereka bilang "filmnya mengecewakan"
coba lihat posting saja disni http://aaslamdunk.blogspot.com/2010/06/film-tanah-air-beta.html

Herry Ir. mengatakan...

Wah udah tau ne ceritanya setelah membaca..jd malas ah nnton film ini...
Tetap Indonesia Raya!!!