12 Des 2009

SURAT PADA SAHABATKU, DENY

Den.....kau ingat pertemuan pertama kita sekitar 12 atau 13 tahun yang lalu? ditengah hutan Kalibaru saat kita sama-sama mengikuti pelantikan Saka Wana Bhakti. Kau dan aku satu kelompok dan disuruh menirukan gaya dan suara monyet oleh para senior kita? Dan kita berdua melakukannya di tengah malam sambil tertawa riang. Dan kau masih ingat saat kita melakukan penjelajahan dan akhirnya kita tersesat dan kau selalu menyediakan jemarimu untuk genggaman tanganku yang ketakutan sengan suara burung hantu?. Aku masih ingat Den.....karena itu adalah awal aku menemukan sahabat sejatiku, yaitu kamu.


Tapi setelah kita berdua lulus SMA, persahabatan kita sempat renggang kan? mungkin karena kita sama-sama mencari jati diri di dunia baru kita. Hingga akhirnya kita bertemu lagi di kereta api jurusan Banyuwangi Jember setelah lebih dari tiga tahun kita kehilangan kontak. Betapa bahagianya aku waktu itu, dan kita habiskan separuh malam dengan menikmati segelas kopi di trotoar jalan depan Pemda Banyuwangi. Aku akhirnya menemukan kembali sahabatku yang hilang. Apalagi saat aku memutuskan pindah kerja dan kembali tinggal di Banyuwangi. Kita berdua seperti Spongebob dan Patriks. Tidak bisa di pisah kan!!!

Kau ingat Den.....saat mantan pacarmu sempat ngalabrak aku karena cemburu dengan pesahabatan kita. Dan aku pun marah besar dan sempat memojokkan mu untuk memilihku atau memilih pacarmu. Dan aku sempat tidak percaya saat kau memilih aku sahabatmu, dan memutuskan pacarmu - yang menurutku sama sekali tidak pantas dengamu -. Saat aku tanya alasanya kau dengan sederhana menjawab, " Karena aku mengenalmu jauh lebih dulu dari dia. Dan aku lebih memilih kehilangan pacar dari pada sahabat seperti kamu". Aku merasa sangat bahagia saat itu. Apalagi persahabatan kita tidak pernah rusak karena cinta seperti persahabatan beda gender?

Hei....kau ingat setiap awal bulan setelah gajian kita janjian di Bakso Pak Sabar depan Untag Banyuwangi sepulang dari kerja? Tak jarang kau menunggu lebih dari satu jam hanya karena deadline ku yang molor. Dan kau selalu mentraktirku sambil berkata, " apa kita bisa seperti ini terus ya Raa". Dan aku mengangguk pasti, "Persahabatan kita tidak pernah mati Den.....!"

Aku juga masih ingat saat kita sering menghabiskan separuh malam dengan duduk di pinggir pantai. Tentu aja dengan beberapa cangkir kopi. Kita bercerita tentang masa lalu yang suram, mengkhayal tentang masa depan, atau bahkan sering menangis karena merasa hidup ini tidak berpihak pada kita. Atau bahkan tertawa melihat pasangan yang duduk disamping kita melakukan adegan yang tak lulus sensor. Dan kita akan sama-sama terdiam saat ingat bahwa kita berdua adalah anak yang senasib yang tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Dan kita sama-sama mengkhayal, "Andai kita punya ayah....."

Terkadang aku sering berpikir kenapa persahabatan kita ini terjalin begitu lama bahkan saat aku telah pindah ke Jakarta. Apa karena kita bernasib sama, yaitu tidak mempunyai orang tua. Padahal sifat kita benar-benar bertolak belakang. Kau anak rumahan, sedang aku banyak menghabiskan waktu di jalanan. Kau diam dan aku urakan. Kau sabar dan aku pemarah. Kau pengalah dan aku selalu egois. Tapi hany satu yang membuat persahabatan kita abadi, yaitu ketulusan. Kau tulus menerimaku sebagai sahabat dan aku juga sangat tulus menjadikanmu sahabat sejati.
Tapi kau tau Den.....aku menangis malam ini. Jiwaku terasa kosong

"Mohon doa restu Sabtu ini aku menikah karena orang tua dia sakit gagal ginjal dan sudah parah. Mau tidak mau aku harus menikah Takut waktu untuk dia tidak lama"

Aku terhenyak menerima sms itu hari ini

"Maaf, itu sudah jalanku! aku ngak bisa ngomong apalagi! Tuhan udah ngasih aku jalan terbaik!! Maafkan semuanya"

Den.....aku tak tau apa yang aku rasakan. Aku merasa sangat.....dan sangat kehilangan. Dan aku tau, kau pernah mengatakan padaku bahwa kau masih belum siap untuk menikah. Kau masih punya seribu cita-cita!!! Dan perempuan yang kau nikahi adalah perempuan muda yang sempat kau kenalkan padaku. sekitar 1 tahun lalu Dan aku bisa membaca jika wajah perempuan itu tidak bisa menerima keadaanku. Ah.....kenapa aku selalu bermasalah dengan pasangamu? padahal aku fine-fine saja!! dan kau tak pernah bermasalah dengan pasanganku! ah entahlah!!

Kau tau Den......aku nulis surat ini dengan perasaan kosong!!! maaf aku tak bisa menepati janji akan menemanimu menikah! seperti janji kita dulu!!! Jika kita menikah, maka kita harus ada dan menghadiri pernikahan masing-masing. Ah Den.....andai aku mesin waktu aku akan kembali ke masa lalu dan mencabut janji itu. Dan kau tau Den apa yang aku takutkan? Aku takut kehilangan kamu!! Aku takut persahabatn kita putus karena kita sama-sama menikah. Sebenarnya aku tidak menginginkan, tapi jika istri mu tidak bisa menerima perahabatn kita apa yang bisa aku lakukan? nglabrak istrimu dan menyuruhmu memilih aku atau dia seperti dul yang pernah aku lakukan? tidak Den....sangat tidak mungkin!!! karena aku hanya sahabatmu!! dan dia istrimu, dengan perjanjian suci pada Tuhan.

Ah Den.......biarlah semunya menjadi rencana Tuhan. Karena aku tak pernah merencanakan bertemu denganmu dan bersahabat denganmu selama 13 tahun!!! Karena pada hari ini dipernikahanmu, kau tak angkat telponku. Padahal aku hanya ingin mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru!!! dan berharap persahabatan kita tidak berhenti sampai disini!!

Den.....aku masih selalu mendendangkan lagu yang sering kita nyanyikan berdua jika kita berada di titik kejenuhan pada kehidupan.

dulu kita sahabat teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari

dulu kita sahabat berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang


persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na


semua yang berlalu biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari

siang berganti malam sembunyikan sinarnya
hingga ia bersinar lagi


dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang


Benar Den.....kita dulu adalah ulat, dan pernah menjadi kepompong!!! dan kita kini telah menjadi kupu-kupu yang mempunyai sayap untuk terbang kemana pun kita inginkan!!! Aku akan selalu merindukan indahnya persahabatan kita!!!


Catatan kecil ini aku persembahkan pada sahabat sejatiku  

DENY SISWANTO 


 





20 komentar:

SeNjA mengatakan...

menyentuh,tentang persahabatan yang indah mba.

semoga mba tidak kehilangan sosok sahabat trekasih itu meski dia sudah tak sendiri lagi

sastra-radio mengatakan...

surat yang dikirim dari sungai hati penuh keindahan persahabatan. mari kita menjadi kepompong, yok..heheheh

kedai kopi mengatakan...

kalo aku ingin langsung jadi kupu-kupu aja hihihi

Munir Ardi mengatakan...

Meski mati lampu aku tetap datang membaca post ini sahabat meski harus pk hp jadul dgn setting minimal dan lelet minta ampun aku tetap datang sahabat

Erwin mengatakan...

indah sekali persahabatan kalian....

-Gek- mengatakan...

Benarkah dalam persahabatan itu tidak ada cinta?

Masih kabur ya Mbak..

Tapi surat2 Mbak selalu mennyentuh, lugas, dan jujur.

Fanda mengatakan...

Salut pada persahabatan yg begitu tulus. Seringkali sahabat itu jauh melebihi keluarga maupun pasangan. Aku jadi teringat pacar sahabatku yg jg cemburu padaku. Mungkin itu karena persahabatan antar gender masih jarang ya di Indo?

Yunna mengatakan...

surat yang indah. kalau deny baca surat ini pasti dia akan tersentuh. persahabatan yang indah,,

Ivan Kavalera mengatakan...

apa kabar, mbak Ira?

Fanda mengatakan...

Ira, balik lagi sambil bawa award untukmu. Ambil ya...(di Curhat Fanda)

rid mengatakan...

semoga tetap bersahabat, meski mungkin sekarang sudah ada jarak..

anindyarahadi mengatakan...

semoga suatu saat dia bisa mengerti ya mbak.. dan mungkin.. entah kapan, membaca surat ini.

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Saya yakin sahabat sejati tak akan pernah mati walau telah terpisah ruang dan waktu...

Fajar mengatakan...

oooo....begitu indahnya persahabatan,,,

Aulawi Ahmad mengatakan...

wah sekarang tentang "D" ya..hmm pershabatan yg hebat :) pasti akan terus berlanjut walau telah dibatasi pernikahan...karena 13 taon bersahabat bukan waktu yg sebentar apalagi murni karna sayang sbgai sahabat :)

Cerita Film mengatakan...

Persahabatan yang indah pasti membawa inspirasi bagi orang lain :)

Brokoli sehat mengatakan...

Kenapa ya pernikahan itu kerapkali membatasi? Ketakutan saya juga dulu gitu. Takutnya setelah menikah, si suami gak suka saya bersahabat dengan sahabat-sahabat laki-laki saya. Dan ternyata emang gak suka! hahahaha

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Kisahnya sangat menyentuh Ir...
memang dalam bersahabat dibutuhkan ketulusan.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Ir... ada Award buat kamu, moga sudi diterima.

yasuyassyash mengatakan...

terharu bacanya.. uhuhu

*srok.. srok*(nyedot ingus)