6 Okt 2009

GANDRUNG

lewat ngrai-ngraiku

ku daki sensasi lewat mimpi yang tak pernah usai

sulur anggur bukan lagi lagu buatku

kemeriahan pesta membawa aliran sungaiku

merambat sedikit demi sedkit persis jubah malam

menyimpulkan remang lewat kerlingan malam



Rantak-rantak bang-bang wetan

Tangar-tangaro mbok

Kadung selendang wis dadi gaman ring tangan

semenajung ku tak pernah usai

ceritakan kisah tanahku,

hutan-hutany yang meranggas

samudra-samudraku yang tak pernah kering

gua-guaku yang terus melahirkan magma mimpi, terlalu

lelah meronakan malam di pipi

ku gerus dalam pelabuhan cekung tengah lebirin kecemasan


surya menghilang di balik layar hitam

yang tak pernah bisa menyembunyian ceritaku

ada bulan di jemariku

ada bintang di mataku

ada lampu di pinggulku

ada hutan di dadaku

ada mimpi yang hilang di malamku

tak kan pernah usai perjalananku menyisir malam

surya menhilang di balik karang

nafasku mengerang, mungkin sedikit lagi hilang

tak mampu kutinggalkan semenanjung ini

saat kubercerita panjang

lewat gending-gending yang lamat-lamat di tanah kelahiran

(catatan kecil tentang gandrung’ers")

8 komentar:

RumahIdedanCerita mengatakan...

Tulisan yang menarik. Tampak kamu sdang rindu.
Salam kenal ya.

pelangi anak mengatakan...

ada bulan di jemariku
ada bintang di mataku
ada lampu di pinggulku
Seperti properti atau kelengkapan seni tari yang akan dikenakan atau digunakan oleh penari. Itu karena gambarnya memajang orang yang sedang menari. Bagus...bagus...

duniaira.blogspot mengatakan...

@ rumah ide : salam kenal balik.....aku rindu pada tanah kelahiranku Banyuwangi
@ pelangi anak : ya iyalah mbak....kan Gandrung itu nama tarian khas Banyuwangi. Nah gambar yang aku pasang itulah tarian gandrung.....

yans"dalamjeda" mengatakan...

terlena juga aku dibuatnya......

anak nelayan mengatakan...

lestarikan budaya asli Banyuwangi

irarachma mengatakan...

@ yans : kita berdua terlena di dunia maya
@ anak nelayan : kita berdua sama-sama lestarikan karena darah kita berda mengalir darah dari tanah blambangan

Bandit Pangaratto mengatakan...

Sip..
Jaga budaya kita ya..

Buat puisinya, dalam kalilah maknanya itu.. meski ada beberapa kata yg tidak saya pahami... hehehe

duniaira.blogspot mengatakan...

@bandit: seni itu luas...jadi terserah anda berapa jauhmendalami puisi ini Tenkyu atas apresiasinya......