15 Sep 2009

CATATAN TERAKHIR UNTUK AUFA


Beberapa hari yang lalu temenku Hendry memberikan rekomendasi tentang temannya Sholahudin Alahmed untuk menjadi temanku di FB. Alasannya hanya satu agar aku bisa berbagi dengan dia.
"ada yg sedang butuh dukungan doa dari teman pewarta foto pantura karena anaknya yg berumur 1,5th mengalami kelainan sel darah putihnya dan kini sedang dirawat", tulis hendry di wallku tanggal 14 September jam 17:08. Aku langsung cari dan add nama itu. Aku masih belum dapat cofirm dari dia......namun "ada berita duka telah meniggal dunia seorang balita dikarenakan sakit yg dideritanya.bagaimana dg anda sbg orang tua?" , hendry kembali menulis di wallku pada hari yang sama pada jam 23:51. Dan aku sama sekali tidak tahu maksudnya. aku hanya berpikir Hendry sekedar sharing di Facebok.

Dan hari ini, aku mendapat confirm dari Sholahudin Alahmed dan aku membaca wall pertama yang muncul di Facebookku.........
"Aq brusaha tabah, ikhlas, tp air mata ini trus menyemburat keluar ketika melihat, senyum ananda aufa.subhanallah"
Rasa penasaranku masih muncul....dan aku masuk ke Facebook Sholahudin dan saat aku baca wall lain yang dia tulis aku hanya bisa menangis.....ternyata, Sholahudin Alamed mempunya seorang anak yang bernama AUFA yang menderita Leukemia dan ternyata dia telah meninggal.......
Jujur....dadaku terasa sesak. Aku bisa merasakan apa yang dinamakan kehilangan. Saat aku kehilangan dua fetusku saja dunia terasa kiamat, apalagi ditambah meninggalnya ibuku. Dalam setahun aku kehilangan 3 ciptaan Tuhan yang diberikan padaku..........Apalgi Sholahudin....kehlangan seorang anak yang merasakan sakit yang masih belum bisa Aufa rasakan.
Mungkin....aku hanya ingin memberikan catatan kecil untuk Aufa yang ada di Surga.....
"Sayang ku Aufa.......aku tidak pernah mengenalmu bahkan bertemu denganmu. Namun aku bisa rasakan apa yang dirasakan ayah dan ibumu. Aku percaya jika mereka berdua sangat mencintaimu dan berusaha mempertahankan kau dalam pelukan mereka. Aufa......namun Tuhan lebih mencintaimu. Bukannya Tuhan tidak percaya kepada orang tuamu, namun karena Tuhan anggap ini yang terbaik buat kamu karena Tuhan tidak ingin kamu merasakan sakit lebih lama. Aufa....bahagialah kau di Surga. Dan aku yang bukan siapa-siapamu hanya bisa mendoakanmu lewat kata-kata di dunia ku sendiri. Dan salam pada kedua Fetusku yang kini bersamamu di Surga. Katakanlah, kalau aku menyayangi kalian, Aufa dan kedua Fetusku yang kini ada di surga sebelum aku bisa berbagi dengan kalian semua"
Fuich..... aku benar-benar merasakan kosong. Mungkin ini catatan terakhir untuk Aufa.

1 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku ampe nangis bacanya. mereka pasti telah tenang dan saat ini sedang bersama bidadari