25 Jul 2013

SERANITE DAN BANYUWANGI


2 juni 2013.
Catatan ini saya buat semalam setelah saya mematikan televisi saya menjelang tengah malam sebelum acara "mister tukul jalan-jalan episode Banyuwangi" selesai. Saya 'misuh-misuh' sendiri setelah melihat tayangan itu. Ternyata fakta "makhluk arsal" lebih menarik dari fakta sejarah yang ada.

Saya buka-buka tulisan sahabat saya Ika, tentang pabrik gula di Banyuwangi, salah satunya adalah Pabrik Gula yang lebih dikenal dengan seranite. Dan saya mencuplik satu foto saya tentang seranite yang berhasil saya ambil beberapa bulan yang lalu.

Seranite? kami masih mencari tahu mengapa di beri nama seranite. Sampai detik ini masih belum ada data resmi yang menjelaskan arti seranite.

Dalam tayangan konyol semalam, dikatakan bahwa Seranite adalah pabrik gula yang di bangun tahun 1919. ‪#‎nepuk‬ jidat# Duh........ data nya dari mana? dari ilmu penerawangan? lalu bagaimana jika anak-anak kita melihat dan merekamnya dalam otak mereka. Jangan pernah menjadikan mereka anak-anak yang Tuna Sejarah

Pabrik Gula Soekowidi yang berdiri 1898 memiliki luas lahan tebu 450 bouw dan hasil produksi gula 28.924 pikul. Dan Pabrik gula sukowidi mempunyai register nomer satu. Hal ini berbeda dengan dua pabrik gula lain yang ada di rogojampi dan kabat yang mempunyai akan register 900 sekian. Pabrik gula Soekowidi bertahan lebih lama hingga tahun 1925 dengan produksi tebu 1.468 pikul per bauw dan rendemen tebu hingga 9,71 persen. Pada tahun 1930-an rel kereta api lori dari Pabrik Gula mencapai 99 km.

Hal ini sangat berbeda dengan pabrik gula lain yang sudah tiarap sebelum tahun 1920-an yang disebabkan karena tahun 1930-an, krisis ekonomi menyebabkan harga gula merosot tajam. Belum ada penjelasan pasti Pabrik Gula Sukowidi tutup, walaupun ada kemungkinan karena wabah penyakit, yang tentunya masih perlu penelitian lebih lanjut.

jadi catatan besar yang harus saya garis bahwahi adalah, Seranite bukan hanya tempat yang banyak hantunya. Terus wajib di datangi oleh dua dukun konyol yang sok tau. Terlempar kesana, kemari.... artis nangis-nangis yang katanya ditempeli makhluk arsal. Kenapa juga nggak ditempeli dengan perangko sekalian.

Saya masuk ke seranite, motret bahkan sampai di bawah cerobong asap yang dulu sering di sebut "serotong" yang suaranya seperti suara kentut orang. Ke lantai 4 tempat para pembesar Belanda duduk-duduk manis mengawasi "buruh" nya. Ke sebelah selatan yang beberapa tahun lalu digunakan untuk pembuatan gula jawa, yang sekarang hanya jadi bangunan kosong penuh dengan tumbuhan liar.

Pabrik Gula Sukowidi merupakan arsitektur campuran antara kolonial dan lokal. Jenis arsitektur ini disebut dengan istilah Gotic. Arsitektur kolonial lebih banyak mengadopsi gaya neo-klasik

Seranite adalah bagian dari sejarah Banyuwangi yang terlupakan

1 komentar:

Vicky Laurentina mengatakan...

Kalau saya cuman ngeliat satu foto aja di halaman ini, maka saya setuju kesan Tukul bahwa Seranite tidak lebih dari bangunan angker. Coba pasang foto-foto bagian dalamnya, Ra, untuk memperjelas kesan pabrik gula ini sebagai tempat yang lebih menonjolkan situs bersejarah ketimbang tempat angker.