25 Jul 2013

INI TENTANG SAHUR




Sejak dulu saya selalu bermasalah dengan sahur. Mula dari kesiangan bangun, atau tidak pernah ada makanan di rumah atau belum pulang di rumah dan masih di jalanan. Atau perbedaan waktu imsyak di beberapa tempat yang membuat saya lupa seketika saya sedang berada di mana.

Buat saya masih saja aneh harus mengisi perut dini hari, sedangkan saya biasanya sarapan mendekati siang hari dan makan malam mendekati tengah malam. Atau kebiasaan saya berbuka di luar rumah sehingga tidak pernah ada makanan matang di dalam rumah.

Atau kebiaaan insomnia saya yang membuat saya tertidur menjelang shubuh? Sahur... nanti...nanti.... hingga akhirnya tertidur juga dengan laptop menyala atau di atas beberapa buku.

Ketika saya pernah sahur di atas mobil dengan membeli makanan cepat saji dengan minum soft drink dan makan tepat saat imsyak. Atau seperti beberapa hari ini? ketika saya malas makan sahur -sekali lagi karena alasan tidak ada stok makanan di rumah- dan hanya minum air putih saja serta sepotong pepaya lalu membaca lagi atau tidur lagi. Toh yang penting sahur kan?

Hari ke 14. Sejak semalam saya sudah niat minum air putih dan beberapa potong pepaya. Belum 1 jam saya tidur. Lalu saya berpikir, bahwa kemarin saya tidak sahur sama sekali dan hanya buka bakso dan secangkir kopi. Duh kasihan sekali badan saya..... Ini namanya mendzolimi diri sendiri.

Jam 03.50 wib

"Raa... tumben belanja"
"Mau cari makan sahur?"
"Hah.... edyan...... sendirian?". Penjual ayam itu meninju lengan saya.
"Sakit dodooooooool"

Akhirnya saya terdampar di sebuah warung rawon pasar Blambangan seharga 5000 dengan dua potong daging kecil di atasnya. Saya makan secara cepat mengingat sebentar lagi imsyak.

Sudah shubuh. Dan saya habiskan masa menjelang imsyak ke shubuh dengan ngobrol panjang lebar dengan kawan penjual ayam. Sebelumnya ada secangkir kopi lagi. Duh Gusti.......

Akhirnya saya selalu menikmati setiap waktu yang di ciptakan Tuhan kepada saya. Entah saya suka atau tidak suka.

Hari ke 14. Saya harus segera tidur. Kepala saya pusing. Siang dan malam mulai terasa tidak ada batas bagi saya.

1 komentar:

Vicky Laurentina mengatakan...

Jadi ceritanya, Nabi Muhammad itu selalu mengimbau untuk sahur beberapa menit sebelum imsak dan segera berbuka sesudah sholat magrib. Oleh sebab itu, nampaknya tidak baik jika puasa tanpa sahur.
Jika kita tidak bisa mengadaptasi diri sendiri untuk bisa sahur, setidaknya berniatlah sahur untuk meniru Nabi Muhammad.