12 Mar 2013

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa

Saya memejamkan mata. Membiarkan denting-denting piano itu merasuk dalam otak saya. Tangan saya bergerak liar. Menulis…..  menulis…. Menulis… menulis… menyimpannya. Dan nanti akan aku buat kapal dan aku layarkan untuk Neptunus. 

Tentang Agen Neptunus, tentang Bintang Utara, tentang Samudra, tentang Hujan, tentang Senja dan tentang secangkir kopi.

Le coup de foundre?


“Boleh saya memelukmu?”

Saya tidak mengiyakan dan tidak pula menolaknya. Kamu seperti sebuah atmosfer yang tiba-tiba saja menyekap saya dan membuat saya susah bernafas. Seperti sebuah jiwa yang kosong dan saling mengisi. Seperti dua buah magnet. Kutub utara dan kutub selatan.  Medan magnet dapat menghasilkan arus listrik pada kawat penghantar apabila medan magnet bergerak berpotongan dengan kawat penghantar

Kamu semacam magnet neodymiume. Sejenis magnet tanah jarang. Magnet yang terkuat. Atau jangan-jangan kamu magnet Samarium Cobalt? Magnet bumi yang terlangka yang merupakan magnet permanen perpaduan antara samarium dan kobalt? 

Saya menikmati mu. Menyesapkan wajah saya dalam pelukmu. Bau tubuhmu membuat saya seakan bermimpi. Kamu membawa saya ke luar angkasa. Banyak rasi bintang disana.  Membentuk sebuah  konfigurasi khusus. Dalam ruang 3 dimensi, saya menemukan sebuah benang merah di sana. Yang menghubungkan kamu dan aku.

Saya menikmati mu. Dan saat sadar saya berada di sebuah ruang angkasa. 

Direntang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal dan membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh 


Denting piano bergerak semakin keras. Semuanya terasa bergerak begitu cepat. Saya menjadi seorang perempuan yang perempuan. Semua teori  mu, teoriku runtuh menjadi satu dalam sebuah dongeng tentang Layla. Ada rasa menyakitkan di sana? Sangat ... saat aku merasa takut kehilangan kamu secara tiba-tiba.

Tahukah kamu bahwa saya benci  jatuh cinta (lagi) ? Tahukah kamu bahwa saya tidak punya hati? Tahukah kamu bahwa selama ini saya hanya bergerak… bergerak…. Tanpa merasakan apakah itu sebuah rindu? Saya tidak mau merindu…. Itu menyakitkan. Kita bukan remaja lagi kan?

Kamu tidak berkata apa-apa. Hanya mengulurkan dua tangan mu. Kita adalah dua manusia dewasa bukan?
Ketika kamu menjejakkan kedua kaki saya di sebuah pasir lembut di luar angkasa dan mengatakan, “Hei… apalagi yang kamu pikirkan? Menyesal tentang masa lalu mu? Bla… bla….bla…… “

Dan kamu meninggalkan saya seorang diri di luar angkasa. 

Kamu memeluk ku,”Tenang…. tenang….. kamu bisa melewatinya?”

Kamu? Kenapa harus aku? Kenapa kamu tidak menggunakan kata “kita”. 

Ini tentang kita kan? Tentang aku serta kamu. Bukan aku dan kamu. Ahh… itu kan hanya masalah struktural. Sudahlah……

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) 


Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

Iya…. Ini tentang  kita, sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa.
Hanya aku dan kamu. Tidak ada dia.. dia…. Atau mereka.

Kamu…… Agen neptunus bintang utara. Yang jauh berada di atas sana. Yang terus bersinar walaupun dalam kegelapan.

Kamu tahu? Saya berharap saat ini saya berada di di sebelah selatan ekuator agar saya tidak pernah bertemu kamu. 

Tapi magnet kamu membuat saya gila. Iya gila…..

Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

Iya…. Kamu yang asyik menjajah otak saya.

“Lapor agen neptunus bintang utara…. Saya sudah sampai rumah. Sudah pulang. Laporan selesai”

Saya menghempaskan diri di awan. Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa. Dan kamu meninggalkan saya seorang diri? Bukan…. Bukan … bukan meninggalkan saya seorang diri. Tapi…. Entahlah? saya tidak bisa lagi meng-analogikannya. Iyaa… walaupun saya tahu kita berdua sama-sama jatuh cinta.

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) 

KAMU !!!!!!!!!!! 

"Tau nggak... seteguk air tidak akan membahayakan kamu,. Tapi membuat mu panik iya. Dan ingat bernafaslah..... Jangan menahan nafas"

Konyol........menasehati orang jatuh cinta itu kan bebal?
 

5 komentar:

masichang nugroho mengatakan...

Imajinasinya meletup-letup kayak minyak panas yang dimasukin french fries.. huekeke.

aku mbacanya mikir sampe lupa bila sedang ada headphone dikepalaku.

agen resmi ace maxs mengatakan...

kata-katanya sngat indah, smpe bkin saya mau nangis, karna gk bgtu mngrti :D
tp mksud crtanya mngkin saya jga mngrti :D

Nhia Effendy mengatakan...

dulu sy selalu mampir ke blog ini, setelah vakum bbrp thn sy mncr2 blog yg menginspirasi sy, tolong di follow balik mba, mungkin tdk ingat sy lg, tp menjalin kembali silaturahmi kan bisa :D

Nhia Effendy mengatakan...

dulu sy selalu mampir ke blog ini, setelah vakum bbrp thn sy mncr2 blog yg menginspirasi sy, tolong di follow balik mba, mungkin sdh tdk mengingat sy, tp menjalin kembali silaturahmi bisa kan? :D

jelly gamat mengatakan...

wow.. kata-katanya sedikit rumit tapi menarik..
penuh imajinasi..
kerren kak...