19 Des 2011

SAYA MERASA SENDIRI.........


Apakah kamu merasakan sendiri? Saat kamu merasa malas untuk pulang dan menenggelamkan diri pada catatan-catatanmu?

Ya....saya terlalu sering merasakan itu. Saat kantor itu terasa kosong. Satu per satu semuanya kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Rumah yang penuh kehangatan atas nama keluarga. Ada istri, ada suami dan ada anak-anak yang menunggu. Lalu saya?

Sedang hujan di luar masih cukup deras. Saya tidak tahu saya harus kemana. Pulang? Tidak ada yang menunggu saya pulang. Tidak ada yang peduli saya pulang atau tidak. Tidak ada yang menanyakan saya pulang jam berapa. Tidak ada yang menanyakan apakah saya sedang sakit atau tidak. Tidak ada yang menanyakan apakah saya butuh teman bicara. Tidak akan ada yang pernah membuka kan pintu untuk saya.

Tidur di hotel? Apa bedanya dengan rumah saya. Toh di rumah atau pun hotel sama-sama tidur sendiri. Sama-sama ada kasur dan TV dengan chanel-chanel luar negeri yang bisa saya pilih sesuka hati. Air putih di meja sebelah kasur yang di sediakan saat saya selalu bangun tengah malam atau bahkan saya belum tidur hingga dini hari? Atau saya memilih pulang ke rumah sahabat saya? Ah....saya bukan tipe perempuan yang merepotkan orang lain. Lagian bukankah saya bukan bagian dari keluarga mereka? Saya bukan istri, saya bukan kakak saya bukan adik. Saya hanya seorang perempuan yang kesepian dan butuh teman berbicara. Aha...pulanglah kalian. Saya tidak akan mengganggu dengan kecerewetan saya.

Saya berusaha berdamai dengan kenyataan yang ada di depan mata saya. Menghapus air mata yang sudah mulai turun saat saya menulis catatan ini dengan sepenuh hati. Apakah ini yang di rasakan ibu saya saat saya pergi meninggalkan rumah untuk beberapa tahun saat mewujudkan cita-cita saya. Terkadang saya berpikir betapa bodohnya saya yang terlalu sering larut dalam kesendirian saya. Saat saya merasa lelah bersandiwara dan bermuka dua dan mengatakan bahwa saya bahagia.

Saya menulis catatan saya ini bukan berarti saya ingin di kasihani. Lalu berbondong-bondong teman-teman saya sms dan mengajak saya untuk keluar malam ini. Ah entahlah....saat saya akan lebih memilih apatis dan meneruskan catatan-catatan saya yang benar-benar bodoh ini. Menengelamkan diri dalam puisi-puisi saya, buku-buku saya, cita-cita saya dan mimpi tentang cinta saya. Ya benar cinta yang saya agung-agungkan, yang malam ini hanya menoleh seperti orang asing kepada saya. Ahh...apakah dia masih menganggap saya kekasihnya? Entahlah Dear.......karena kita tidak pernah bicara.  Saya hanya berharap malam ini kamu menemani saya. Menggenggam jemari tangan saya. Dan mengatakan, “Saya mencintaimu Nda. Saya akan menemanimu malam ini"

Bodoh.....hujan yang turun seharian membuat saya menjadi sentimentil. Jadi merasa sendiri dan kesepian. Bukankah hari-mu juga seperti ini. Jangan pernah terlihat lemah Raa..........Mulai kamu lahir hingga saat ini bukankah kamu sudah terbiasa dengan kata sendiri?

Saya akan menyelesaikan catatan saya. Menutup laptop saya dan memasukkan ke dalam ransel. Kenakan jas hujan. Lalu.....lanjutkan perjalanan saya. Yang pasti saya tidak akan pulang. Karena pulang hanya membunuh saya pelan-pelan. Entahlah jika tiba di persimpangan ke arah mana saya akan teruskan perjalanan saya malam ini. Tiba-tiba saya ingin menikmati secangkir kopi ......entah di mana lagi saya akan menikmati secangkir kopi saya malam ini. Karena jujur pikiran saya sedang di bawah normal.

Hei... Raa....cepat selesaikan tulisanmu! Lalu kita lanjutkan perjalanan malam saat hujan ini. Karena mereka tidak akan pernah melihat air matamu yang bercampur dengan air hujan yang membasahimu.

Saat saya merasa sendiri

2 komentar:

Inge / CyberDreamer mengatakan...

ya kadang kesendirian begitu menyiksa, tp yg lbh menyiksa adalah merasa sendiri saat ramai..

erm, satu hal.. sebenarnya kita g pernah sendiri, Allah selalu ada unk kita..

Cerita Tugu mengatakan...

inyong mampir kesini diluar juga sedang hujan lebat,komen inyong idem sama yang diatas Tuhan selalu beserta kita