15 Agt 2010

SUATU SORE DI ATAS BUKIT KITA

Ini bukit kita
Bukan bukit mereka
Saat kita mengawali sebuah perjalanan panjang
(ada tanya: benarkah kita akan memulai sebuah hidup?)
Lihat, ada pangeran yang lahir di puisiku
Dan kau bilang,
Biar, karena aku kini imajinasimu
Bukit kita pada suatu sore
Kita temukan
Antara mimpi dan ketidakpercayaan
Rumput-rumput berdialog dengan mesra
Rerimbunan daun menutup ciuman sore

Ah…ada angin menghembus mengibarkan jaketku
Kau menikmatinya bukan?
Saat sore mengikat jubah malam
Matahari mulai hilang

Kita pulang sayang, kabut mulai turun
Pandangan kita telah mengabur
Esok kita kembali kemari
Dengan mimpi masa depan
Melihat dialog rumput dan malam
Tentang
Suatu sore di atas bukit kita









Catatan pada suatu sore
Saat kunikmati sebuah bukit dengan tawa dan kebebasan
Ciseeng 7 Agustus 2010
Aku akan kembali ke bukit itu dengan kebebasanku

4 komentar:

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
kita pulang sayang.......memberikan inspirasi tersendiri buat saya

-Gek- mengatakan...

Blog nya tambah keren Mbakkk..
Sabar Mbak, nanti pada waktunya pasti Allah menitipkan anak pada Mbak. Mungkin sekarang dirasa Mbak belum siap aja...
Banyak2 berdoa, jangan bosan berdoa, Allah pasti mendengar dan tahu, hanya Dia selalu menunggu. :)
Selamat puasa, Mbak!

Desfirawita mengatakan...

keren mbak.
selalu dalem kata2nya

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

indah mbak... apa kabar? maaf nih lama nggak mampir...