1 Apr 2010

SURAT KEPADA PANGERAN LILIN III

Ingin kembali ku tulis surat padamu malam ini. Mungkin, karena aku merindukanmu?. Tiap malam slalu aku gambarkan biasmu di lampu tidurku. Serta ku tuang tinta rupa seribu puisi di dinding tidurku. Esok malam, mungkin puisi 'kan berhenti. Ah…semoga tidak. Dan entah, apakah tertulis lagi malam nanti. Seperti malam-malam saat aku sendiri dan menikmati kesederhanaanmu. Sampai saat ini.

Tapi kau tau, Pangeranku. Aku terlalu lelah hanya tuk berpuisi. Aku terlalu letih tuk terus bermimpi tentang rindumu. Dan aku terlalu lemah tuk berkata cinta padamu. Karena aku tahu, mimpiku tentangmu di bangun dari cahaya perakmu. Beberapa malam lagi, mungkin adalah puncak mimpiu. Persembahan atas nama cinta padamu.
Entah, apakah terus ku lanjutkan puisi ke dua ribu untukmu?. Jika kau hanya berjalan sendiri di altarmu. Maka aku akan mengangkat kaki sambil berkata, “Pangeranku. Mungkin kau hanya cukup hadir di mimpiku. Karena aku tak pernah ada di tidurmu”. Aku menyerah, hanya menunda tu saat ini. Selamat malam, Pangeranku. Kutuggu cintamu beberapa malam lagi.

11 komentar:

Riesta Emy Susanti mengatakan...

Pangerannya naik kuda putih gak???
hehehehe

Aulawi Ahmad mengatakan...

wah pangeran lilin, masih nyala lilinnya ternyata :) salam buat dia :)

Yunna mengatakan...

siapakah pangeran lilin itu?

siroel mengatakan...

pangeran datang....hehe...


ttp setia menanti nih...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

AKH, jadi inget museum lilin Madame Tussaud....

Itik Bali mengatakan...

Aku suka pangeran yang naik Mercy, Rolls Royce, atau BMW
hehehe

Alrezamittariq mengatakan...

penantian pangeran yang indah...dalem dalem

ika_SweetyOrange mengatakan...

Pangeran, tu ditungguin mba Ira, smbong amat sih hhehe... (gak jelas mode on) he2 salam kenal mba, tukeran link yuk..hehe..ijin follow ya...

the others mengatakan...

Dan.., berapa malam lagikah Pangeran akan datang..?

anyin mengatakan...

apa lampu lagi terang2nya ya sampe gak bisa pake lilin #ganyambung

Marsya Putri Adhini mengatakan...

Salam kenal..
Mbak Ira...aku suka baca-baca ceritanya...
Boleh ya Blog mb link ketempatku