20 Feb 2010

AKU KEMBALI KE PELUKAN MASA LALUKU

Entah kenapa.....perjalanan ku pulang ke Banyuwangi kali ini terasa berat. Selain karena alasan kesendirian.......kepulanganku kali ini berarti aku harus kembali ke masa laluku. Mengulang masa terberat dalam kehidupanku setahun lalu. Mendoakan satu tahun meninggalnya ibuku tepat saat Maulid Nabi Muhammad yang tahun ini jatuh pada tanggal 25 februari nanti.
Iya kehilangan terberat setelah aku kehilangan fetus-fetus-ku dan akhirnya kehilangan malaikat sekaligus puisi terindahku, Ibuku.

Dan aku tulis catatan ini dengan perasaan yang benar-benar kosong dalam rumah yang kosong pula. Aku sendiri tak merasa pintar menggambarkan perasaanku saat ini. Dapat kau bayangkan saat aku menjejakkan kaki di depan rumahku, rumah masa kecilku, rumah tempat aku dibesarkan dengan kasih sayang yang utuh dari ayah dan ibuku serta nenek dan kakakku hanya ada sebuah kerinduan pada masa lalu. Rumah tua itu benar-benar tua, setua umurnya yang dibangun sejak jaman Belanda. Padahal, dulu di teras rumah itu aku sering melakukan diskusi deng beberapa rekanku bahkan sampai tengah malam. Dan kini yang tertinggal hanya onggokan debu yang merasa nyaman disana karena tak ada  jejak kaki yang menyentuhnya. Sedangkan pohon bunga Kenanga yang dulu menjadi andalanku tiap pagi untuk mengharumkan rambutku tinggal menjadi seonggok kayu dengan serpihan daun kering. Air mataku menetes!. Gerbang pintu samping tak terkunci walaupun ada gembok berkarat yang masih setia disana. Dadaku terasa sesak......!!! kepulanganku kali ini tak ada sambutan hanya daun-daun kering yang menjadi hamparan pijakan tanahku menuju rumah bagian belakang.
Dulu...rumah ini penuh canda! penuh diskusi ! Penuh dengan semangat! penuh dengan pelajaran! penuh dengat teriakan! " Bu........adik pulang....." Aku selalu meneriakkan kata itu setelah mengucapkan salam dan menggunakan ban depan motorku untuk membuka pintu gerbang. Dan ibu ku juga berteriak, "Awas kena bunga ibu". Dan kami berdua akan saling berpeluk dan mencium pipi dan kemudian menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdiskusi di kursi belakang rumah. Dan bunga-bunga itu telah layu, dan kursi belakang rumah masih ada diposisinya seakan menunggu "Sang Setia"nya kembali.
Aku hanya berkata lirih, "Bu....adik pulang". Dan suara itu bersatu dengan isakan tangisku dan derasnya air mataku. Entah berapa lama aku terduduk di kursi tua itu tepat saat senja Banyuwangi berhiaskan hujan.
Aku baru menyadari jika hidupku ternyata benar-benar sendiri. Tak ada Ayah, tak ada Ibu. Ada kakak lelaki...tapi entahlah aku merasa kehilangan kasih sayangnya. Tak ada Kakek tak ada Nenak baik dari phak Ibu dan Ayahku. Dan tak ada seorang anak, walaupun suami mencintaiku tapi ia lebih memilih ditempat kerjanya dari pada menemaniku di rumah kosong ini. Aku ingin berteriak tapi suaraku benar-bener tercekat di tenggorokanku. Terkadang aku berpikir, Ibuku selalu mengajarkan aku untuk mandiri, untuk selalu survive, karena mungkin beliau telah merasakan bahwa aku terlalu muda untuk ditinggal seorang diri.
Entahlah.....aku semakin sulit menggambarkan perasaanku saat ini. Yang pasti aku merasa sendiri dan benar-benar sendiri. Aku menguatkan hatku sendiri dengan doa-doa yang diajarkan ibu ku saat masa kecilku dulu. Aku sangat percaya jika Tuhan hanya akan memberi cobaan pada hamba-Nya yang kuat. Dan Tuhan telah memberi kepercayaan padaku untuk melewati cobaan ini sendiri.
Entahaku tak tau sudah berapa lama aku meringkuk di kursi belakang rumah ini. Dan dengan berat hati aku meninggalkan rumah sepi dan sendiri ini untuk kembali ke rumah kecil baruku tempat aku menggantungkan masa depanku. Dan sepekan mulai esok aku akan tinggal di rumah lamaku ini untuk memberikan yang terbaik untuk satu tahun meninggalnya malaikatku, yang tercinta Ibuku dan kedua fetusku.

15 komentar:

maya sitorus mengatakan...

cup,,cup,,cup,,
jangan sedih ya raa...

dia(malaikatmu) pergi dan tinggal tenang ditempat yang layak buat dia, dimana kedamaian menaunginya

dia (malaikatmu) akan tetap menjadi malaikatmu yang terus menemanimu dengan kehangatan auranya yang walau tak nampak tapi dia ada..

buat dia(malaikatmu)tersenyum, melihat ira menapaki masa depan dengan gemilang, bekal bekal kehidupan masa lalu yang dia(malaikatmu)berikan membuat ira menjadi ira yang tegar

mau nangis?? boleh,,karena kadangkala nangis membuat kita lega..

hayahhhh maap komennya kepanjangan
tersenyumlah ra setelah kau lega!!

:))

nuansa pena mengatakan...

Silaturahmilah ke keluarga dan tetangga untuk membunuh kesepian! Selamat datang sobatku!

Syifa Ahira mengatakan...

Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya..
yang sabar ya mba..
masih banyak sahabat disini mba..
meski hanya di dunia maya..

yans'dalamjeda' mengatakan...

Selamat datang...........

berita untuk negri mengatakan...

sabar menjalani sobat,,salam kenal

Cerita Tugu mengatakan...

tulisan ini membawaku ke masa lampau,beda kisah tapi intinya sama

ryva mengatakan...

Yang sabar aja mb Ira percaya masih ada Tuhan yang selalu setia menemani mb Ira dan di balik persoalan dan cobaan Tuhan punya rencana terindah buat mb Ira dan pasti rencana yang terindah

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Aku jadi teringat Almarhumah Ibu..

Desfirawita mengatakan...

kembali ke masa lampau,
aku juga mau tu, meski banyak kenangan yang menyakitkan, tp bnyak hal yang aku rindukan dari masa lalu

Alil mengatakan...

ikut sedih euy...
dari tulisanmu, jadi bisa ngerasain apa yg ira rasakan..

Be strong ya Ira...

I do understand, home is where the mom is...

ranii mengatakan...

ga tau harus komen apa.. saia terharu bacanya. apalagi hubungan saia dengan ibu saia kurang baik :((

semangat terus iaa kak Ira :)btw, saia pindah rumah lho.. hehehe

dsy mengatakan...

salam kenal..
speechless.. hanya ingin kasih komen sekedar support kecil.. ;)

munir ardi mengatakan...

percayalah mbak saya juga merasakannya sekarang. miss you mom

Ivan Kavalera mengatakan...

Aku juga tidak tahu mau komen apa...terharu

Fanda mengatakan...

Betapa berat ya perasaan 'sendiri' itu. Tapi yg jelas, mbak Ira ga pernah sendiri kok, Dia selalu ada di sampingmu!

Mbak, sekarang di Vixxio mulai ada buku anak2, yg kapan hari mbak tanyakan. Saat ini baru 1 yg ready stock, tp beberapa hari ini aku akan posting 2 buku lagi. Just for your info...