21 Des 2009

AKU BENCI HARI IBU!

Beberapa hari menjelang hari ibu 22 Desember, aku berusaha menutup mata dan menutup telinga. Mematikan sensitivitas cipta, rasa dan karsa yang aku miliki, karena aku benci hari ini!!!!!!! Tapi Hari Ibu sudah membudaya. Banyak cerita-cerita indah yang ada menjelang hari ibu. Bahkan satu minggu sebelum hari ibu, tetanggaku mengetuk pintu rumah malam-malam, hanya untuk bercerita kalau ia mendapatkan kado pakaian dalam dari anaknya sebagai hadiah di Hari Ibu. Dan sang anak yang masih duduk di kelas 3 SD memberikan kadonya lebih dulu karena lupa Hari Ibu tanggal 22 Desember. Belum lagi membaca cerita temanku yang menemukan sepotong coklat di laci lemari anaknya dan bertuliskan."Selamat Hari Ibu", satu hari sebelum Hari Ibu ini tiba! Belum lagi Lagu-lagu yang bertemakan Ibu mulai terdengar dimana-mana, mulai TV, radio bahkan di mal-mal yang aku kunjungi!!! Dan aku semakin membenci hari ini!!!!!
Aku lahir seperti anak normal lainnya. Punya ayah, anak, dan mbah dari pihak ibuku. Kehidupan normal hanya berlangsung selama 7 tahun, setelah kemudian Ayahku dipanggil oleh Tuhan. Dan aku langsung menarik diri dari pergaulan. Nilai pelajaran SD ku anjlok di titik paling rendah termasuk ketidakpercayaan diri seorang gadis kecil karena tidak lagi mempunyai ayah. Dan saat itu ibuku langsung memelukku sambil berkata, " Nggak usah sedih Raa. Masih ada Ibu". Dan aku langsung pindah kamar dan tidur bersama ibuku. Sepeninggal Ayah, aku tak pernah melihat keguratan sedih di raut ibuku. Hidupnya tetap normal seperti tidak merasa kehilangan Ayahku. Bahkan aku dulu sempat bertanya, apakah Ibuku mencintai Ayahku seperti orang tua teman-temanku lainnya. Hingga aku mendapat jawaban paa suatu malam. Ibu ku menangis tengah malam saat sholat sambil emmeluk foto almarhum ayahku. Dan aku masih ingat kata-kata yang keluar dari bibirya, " Pak....kasih aku kepercayaan untuk membesarkan Ira dan Nurul". Aku hanya diam dan kembali sembunyi di balik selimut. Dan saat bangun keesokan harinya, Ibu tetap tersenyum seperti tidak ada tangisan di malam sebelumnya.

Ibuku guru bukan hanya guru bagi muridnya tapi juga guru bagiku. Dia yang mengajarkan aku tentang bertanggungjawab dengan semua yang aku lakukan. Dia juga tidak pernah marah saat aku lebih memilih kegiatan pecinta alam dan pramuka yang membuat aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah tdiak seperti anak muda kebanyakan. Pernah aku tersesat 2 malam di tengah hutan dan sama sekali tidak bisa mengabari Ibu dirumah. Aku menangis semalaman di tengah hutan dan yang terbayang adalah wajah ibuku. Tapi ada keyakinan jika aku bisa melihat lagi wajah ibuku. Setelah di temukan Jaga Wana dan berhasil lolos dari cengkraman Hutan aku berharap ada wajah ibuku di Kantor Jaga Wana seperti keluarga kelima temanku. Tapi Ibuku tidak ada....Aku langsung memutuskan segera pulang dan menangis saat bertemu dengan ibuku. Beliau hanya berkata tanpa ekspresi, " Kau sudah Pulang Raa". Aku sempat protes di sela-sela tangisanku kenapa ibu nggak cari aku. " Ibu percaya jika Tuhan pasti jaga kamu. Kalau 5 hari nggak pulang baru ibu cari kamu di dua tempat. Pertama kantor polisi dan kedua Rumah Sakit". Dan Ibu langsung menyuruhku mandi, makan dan tidur. Dan setelah beberapa hari, aku baru tahu ternyata ibuku adalah orang yang pertama kali datang ke kantor kehutanan untuk mempertanyakan keberadanku karena aku tidak pulang pada hari yang telah dijadwalkan. Masa SMA yang semakin mendekatkanku pada ibu. .......Karena ibuku telah menyiapkan satu kamar khusus untuk menampung teman-temanku yang mayoritas laki-laki setelah pulang berpetualang dan siap menjadi pendengar setia cerita seru petualangan kami.
Saat menjadi mahasiswa baru adala saat terberat dalam hidupku, yaitu harus meninggalkan dia dalam waktu yang sangat lama. Untungnya hanya jarak 150-an kilometer dan dapat aku tenpuh dengan sepeda motor sekitar 2 jam. Dan aku rela satu hari harus Pergi Pulang hanya untuk memeluk dia karena rindu. Dan itu bisa aku lakukan 3 hari sekali. Ah....terlalu berat jika aku menceritakan masa-masa tersulitku dan aku akhirnya berhasil melaluinya dengan didampingi ibu. Setelah aku dewasa, aku baru merasakan bagaimana kesepiannya menjadi Ibuku. Single Parent selama bertahun-tahun tanpa pernah ada keinginan menikah lagi, I(buku mash cukup muda saat Ayahku meningal) dan lebih memilih membesarkan aku dan kakak ku seorang diri. Bahkan ibuku juga langsung menarik diri dari kegiatan-kegiatan sosial untuk mengurangi omongan orang tentang ibuku, seorang Janda Muda pekerja dan memilih menggunakan pakaian panjang dan berjilbab. Ibuku sangat cantik sat itu. Fuich.....Aku semakin membenci hari ini.
Ibuku lahir 18 Desember 1950. Dia memang kategori perempuan yang telat menikah karena lebih memilih megabdi sebagai guru. Jadi saat rekan seusianya berstatus nenek, dia masih tetap menjadi IBU. Dan ini menurun padaku yang menikah di usia yang sangat matang. Ulang tahunnya yang dirayakan 4 hari sebelum hari Ibu selalu membuatku merasa jika Desember adalah hari yang paling spesial untuk ibuku. Kue Tart dan hadia-hadiah kecil selalu aku persembahkan untuk beliau. Tapi tidak untuk tahun ini. Karena itu aku benci Hari ini!!!!!!!!

Ibuku baru saja meninggal bulan Maret 2009 lalu 6 bulan setelah aku menikah dan menetap di Jakarta. Dan beliau meninggal dalam kesendirian. Tanpa ada satu pun yang menemani dia di saat-sasat terakhir. Dan aku merasa bersalah karena meninggalkannya sendirian di rumah peninggalannya. Tapi keluargaku bilang, Ibuku meninggal dengan senyum dan dia meninggal dengan ikhlas dan tenang karena telah melepasku menikah dengan laki-laki yang sangat bisa dipercaya. Aku masih ingat saat itu. Aku berusaha menelpon ibu di HP nya dan tidak diangkat. Aku semakin panik hingga aku menelpon kerabat yang rumahnya tidak jauh dari rumah agar melihat kondisi ibuku. Dan 10 menit kemudian aku ditelpon agar segera pulang sekarang juga karena Ibuku dalam kondisi kritis. Aku yakin saat itu aku dibohongi. Karena aku melihat sepasang kupu-kupu sebesar telapak tangan ku berwarna hitam dan coklat terbang mengelilingi kepalaku. Dan firasatku langsung berkata bahwa ibuku telah meninggal. Pesawat terakhir yang menerbangkanku ke Bali seperti jembatan kematian dan aku berharap aku juga mati saat itu juga. Dan saat aku menjejakkan kaki di depan rumahku aku limbung, jasad Ibuku diam dan dingin di atas tempat tidurku. Aku merasa kakiku melayang. Ibu yang kemarin mengantarku dengan senyuman dan lambaian tangan serta sedikit pemaksaan agar aku ikut ke Jakarta,           "Kamu sudah menikah dan kamu tanggung jawab suamimu sekarang. Dan kamu harus ikut dia ke Jakarta"
" Lalu ibu gimana? sendiri dong"
"Kita lahir di dunia sendiri, mati pun nanti juga sendiri. Kenapa harus takut dengen kesendirian?. Kita masih punya Tuhan"
Dan benar......Ibuku meninggal dalam kesendiriannya. Aku protes aku berteriak karena belum membahagiakan beliau. Aku menangis hampir satu jam di depan jasad Ibuku hingga salah seorang sahabat Ibuku meraih kepalaku dan memelukku sambil berbisik, "Ibumu sangat bangga padamu. Dia selalu menceritakanmu setiap menelponku. Ibumu sangat bangga memilki anak sepertimu Raa"
Aku protes dan mengatakan aku belum pernah membahagiakan ibuku. Sahabat ibuku kembali berkata. "Dengan kau menikah, Ibumu sudah sangat bahagi. Karena itu cita-citanya sejak dulu"
Fuich........dan ini adalah Tahun pertama aku tak menyediakan Ku Tart untuk Ulang Tahun Ibuku, 18 Desember lalu. Dan bingung berpikir kado apa yang akan ku serahkan untuk ibuku, Tas kerja, Jilbab , sepatu  atau Baju kerja. Dan yang lebih aku benci. Saat bangun tidur tidak ada orang yan aku telpon untuk mengucapkan Selamat Hari Ibu. Dan ini adalah Tahun pertama!!!! berat sekali!!! dan aku rindukan masa-masa lalu itu.
Dan aku hari ini tidak akan pernah mengucapkan Selamat Hari Ibu
Karena Ibuku telah berada di Surga bersama Ayah, kakek dan nenekku.
Tapi aku hanya akan mengirim Doa yang paling tulus dari sekedar ucapan Selamat Hari ibu
Karena aku percaya Tuhan sekaran bersama Ibu dan Ayahku serta ke kedua fetusku tercinta
Ibu......Raa sangat mencintaimu, tapi Raa percaya Tuhan akan lebih mencintaimu


Ibuku saat aku paksa nonton persiapan konser Ungu Ah....ibuku adalah ibu yang sangat gaul

 

 Ibuku sangat bersahaja

 

Ibuku dan cucu kesayangan dari kakakku




 

Aku baru menyadari jika aku memiliki sedkit foto dari ibuku



Catatan ini aku persembahkan kepada Malaikatku, Almarhum Ibu Ismiwati & Almarhum Daeng Moesa
Catatan lain tentang ibuku

32 komentar:

JHONI mengatakan...

ini pengalaman pribadi???? sangat menyentuh......tapi kenapa harus benci hari ibu???..........

mungkin hari ibu di buat karena ibu dianggap spesial!!! bukan karena ada hari ibu kita harus mengingat ibu.....tapi karena ada ibulah hari ibu dibuat!!!!

JHONI mengatakan...

hehehehehe......senang mampir ke mari!!!!

Anonim mengatakan...

semangat buk..bu is ibuk kita juga..semnagat2

neoriz mengatakan...

bagus banget, sangat menyentuh.,.. hati serasa ingin menangis,...
kamu benci hari ibu karena kamu merasa belum bisa membahagiakan ibu kamu, tapi beliau sudah sangat bahagia dengan keadaan kamu sekarang ini. beliau meninggal tanpa beban karena sudah selesai tugasnya untuk membesarkanmu sampai sekarang ini.

Alil mengatakan...

Ibumu telah menyelesaikan tugasnya 'Ra..
dia akan tenang di alam sana...

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang ibu teteskan,
untuk setiap kerut dahi ibu yang tak sempat terhitung,
untuk setiap jaga sepanjang malam ketika Ira sakit dan ketika ibu merindukanmu...


*alil terisak haru membaca ceritamu...

Kabasaran Soultan mengatakan...

Bundaku ,

Dalam manis dan lezatnya kehidupan
Cintamu ada dalam syukurku
Dalam pahit dan getirnya hidup
Kasihmu ada dalam Sabarku
Dalam sulit dan berlikunya jalan
Kompasmu ada dalam pikiranku
Dalam gesekan dan benturan pergaulan
Bijakmu ada dalam hatiku
Tak kan ada cinta yang melebihi cintamu
Tak kan ada kasih yang melebihi kasihmu
Tak seperti sang mentari yang masih menyisakan malam
Tak seperti sang udara yang masih mengosongkan ruang hampa
Tak seperti samudra yang masih menghamparkan daratan
Cintamu adalah sejati-jatinya cinta
Kasihmu adalah sebenar-benarnya kasih
Dalam darahku mengalir darahmu
Dalam dagingku menempel dagingmu
Dalam pikiranku menumpuk pintarmu
Dalam hatiku menggunung bijakmu
Dalam kasih ku ada kasihmu
Tak satupun mampu memisahkan
Tidak jarak
Tidak waktu
Tidak juga dimensi
Harimu adalah hari-hariku
Setiap hari adalah hari-harimu
Bunda


Selamat hari ibu

Aulawi Ahmad mengatakan...

hanya bisa mendoakan agar arwah beliau bahagia disisi Tuhan ...amin

Fais cWaKep mengatakan...

pengaLaman'y sungguh menggugah hati...,

Iswady mengatakan...

Rasulullah SWT bersabda (yang artinya):
...

"Sesungguhnya Allah
telah mengharamkan kepada kalian durhaka kepada ibu dan membunuh anak perempuan
…" (HR. Al Bukhori dari Mughirah bin Syu’bah)

Latifah Hizboel mengatakan...

Air mata rasanya tak henti dihari ini menitik,teringat tentang segalanya kau ibu.Aku sayang padamu Ibu.

*Selamat hari Ibu.

nuansa pena mengatakan...

Kebencian kondisi yang berselimut kasih sayang dan kerinduan seorang anak terhadap ibunya! Cobalah singkirkan kebencian itu! Tidak ada yang salah disini, semuanya telah digariskan olehNya!
Selamat Hari Ibu! Dari anak-anakmu terimakasih kami ucapkan!

uwiex mengatakan...

Benar2 tak bisa ku bendung air mataku ini....qw baca dg hikmat bgt mb...qw bru tersadar klo air mataku jatuh pdhl bnyk anak2 disini, yg sabar ya mbak...
SElamat hari ibu...

SeNjA mengatakan...

sungguh mengharukan mba,...tegarlah ! ibu hebat itu telah damai disisiNYA.

kisah yg mengharu biru,aku teringat mamaku....betapa terkadang aku tetap saja sibuk disaat mamaku berkunjung ke kota kami.

mama,...i love you so much.

annie mengatakan...

Kasih ibu tak kan pernah pupus, pun saat ia telah pergi, cintanya tetap mengalir di aliran darah kita.
Terkadang kita lupa bahwa perjalanan kita telah diatur olehNya, pun ketika kenyataaan harus kita terima dengan ikhlas bahwa ibu kita pergi di saat kita jauh dari sisinya.
Doakan saja ia setiap saat, tak perlu dengan membenci hari ibu ... Dari sana ibu akan melihatmu tetap mencintai hari ini.

Yusnita Febriana mengatakan...

terharu membacanya mbak Ira...
setiap ibu tentunya istimewa di mata anak-anaknya..

ivan kavalera mengatakan...

ibu,...sosoknya tak tergantikan.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Ibu. Sebuah kata yang sangat menggetarkan hati. Adakah orang yang paling dekat dari seseorang (setelah Allah) dari seorang ibu? Tidak ada! Seorang ibu adalah pesona kehidupan. Ia adalah lambang cinta abadi, pengorbanan yang hakiki dan pribadi utusan Ilahi di atas bumi-Nya. Ibu adalah wakil Allah di muka bumi. Meskipun demikian, bukan berarti seseorang harus melupakan ayahnya. Karena ayah dan ibu memiliki satu derajat dalam Al-Qur'an. Mereka berdua laksana "dua sisi mata uang yang absurd untuk dipisahkan. Keridhaan mereka merupakan keridhaan Allah. Dan murka mereka merupakan murka-Nya. Dari Abdullah ibn 'Amru ra. ia berkata: Rasulullah saw bersabda, "Keridhaan Tuhan berada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Tuhan berada pada kemurkaan orang tua." (HR Al-Turmudzi).

agoez mengatakan...

Sentuhan Sederhana Namun Nyentil :), salute

sibaho way mengatakan...

Ibu, kasih yang tak tergambarkan :)

reni mengatakan...

Wah mbak.., membaca catatan mba Ira aku bisa merasakan 'kebencian' mba Ira karena tak bisa ikut merayakan hari Ibu ini...
Sabar ya mba... aku yakin Ibu mba Ira sudah bahagia di sana...

Fajar mengatakan...

begitulah seorang ibu...walaupun dia lelah, walaupun dia sedih, namum dia tidak akan pernah menampakkannya di hadapan anak-anaknya....kalaupun sang ibu menangis itulah air mata kehidupan...hanya doa anak yang sholeh yang akan menemani sang ibu di alam keabadian...

ninneta mengatakan...

Ibu mba udah bahagia disana.. walaupun mba benci hari ibu ijinkan aku mengucap selamat hari ibu...

REYGHA's mum mengatakan...

mba Ira aku sampe habis berlembar lembar tissue baca tulisanmu, aku juga ditinggal ayahku diusia 3 tahun dan ibuku menikah lagi, tapi aku tak menyesalinya karena dia tetap punya cinta buatku. Kenapa ya ibu selalu punya hal hal yang hebat untuk kita. Itulah mungkin alasannya kenapa surga dibawah telapak kaki ibu. Mba Ira jangan berhenti berdoa untuk Ibu ya...

Fanda mengatakan...

It's very touching. Really! Aku percaya almh. ibu mbak Ira pasti bahagia dan bangga terhadapmu, mbak. Kalo buatku sih hari Ibu adalah seperti hari2 lainnya. Karena tak mungkin seharipun aku melupakan ibuku, jd...setiap hari bagiku adalah hari Ibu

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Dari semua yang mba ceritakan, tergambar dengan jelas betapa besar kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu...berbahagialah karena Ibu mba Ira sedang tersenyum bahagia menatap anaknya tersayang..

yasuyassyash mengatakan...

uhuhu.. nangis bacanya..
jangan sedih mba, pasti ibunya mba ngga mau anaknya sedih..

duniaira.blogspot mengatakan...

akkhirnya aku mengalah......Selamat Hari Ibu buat seluruh ibu dan calon ibu di seluruh dunia!

duniaira.blogspot mengatakan...

akkhirnya aku mengalah......Selamat Hari Ibu buat seluruh ibu dan calon ibu di seluruh dunia!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

selamat hari ibu. biarpun telat nih. jangan benci hari ibu dong. Ibumu sudah bahagia di sana ya. met libur juga

eka wijayanti mengatakan...

Haru...,Ira :(

Rubbi mengatakan...

gw memiliki super mom dalam hidup gw sama seperti lo ibu gw juga guru, memang gw juga memilik seorang bapak yang mana sudah hampir20 tahun ini tidak satu atap lagi dengan gw.

jika elo benci hari ibu gw gak akan berusaha merubah itu karena gw juga tidak samap detik ini tidak akan pernah suka lagu AYAH yang di populerkan oleh The Mercys.

slamsr mengatakan...

gak harus membeci hari ibu kok
berkat adanya hari ibu, akan selalu mengingatkan kenangan indah bersama ibu... cukup doa yang tulus dan masih ada ibu ibu disekeliling

ibuku + bapakku sudah tidak ada sejak 2006