20 Okt 2009

SUATU SORE DI DUNIA KITA

Ini dunia kita
Bukan dunia mereka
Saat kita mengawali sebuah perjalanan panjang
(Ada tanya : benarkah kita memulai sebuah hidup)imbunan daun menutup ciuman sore

Lihat!!! Ada pangeran yang lahir di puisiku
Dan kau bilang,
Biarlah, karena kau kini jadi imajinasiku
Dunia kita pada suatu senja telah kita temukan
Antara mimpi dan ketidak percayaan
Rumput berdialog dengan kita
Rerimbunan daun menutup ciuman sore

Aich...ada angin menghembus mengibarkan ujung kainku
Kau menikmatinya bukan
Saat sore mengikat jubah malam matahri mulai hilang
Kita pulang sayang karena kabut mulai turun
Esok kita akan kembali kemari
Dengan mimpi kita Melihat kembali dialog antara rumput dan malam
Tentang suatu sore di dalam dunia kita

 (tenkyu atas awards persaudaraan ini ya mas rahmad)

 
 (Kapan postinganku sampai dititik 500 langkah, Selamat tuk sang cerpenis)

(dengan tangan ku tangkupkan di depan dada, terimakah atas semua yang kau berikan di dunia mayaku)

3 komentar:

Bandit Pangaratto mengatakan...

Semoga sampai ke postingan yg kesejuta dah... heheh



*nice poem...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

pasti bisa. pelan2 aja. tau2 udah 500 deh postingannya. btw, tks dah dipajang ya.

mocca_chi mengatakan...

"Saat sore mengikat jubah malam matahri mulai hilang"

kok diikat, bukannya sore jubah malam dibentangkan yak? halah sok..

btw selamat ewodnya yak,sekalian sama ewodnya si ines jelek ternyata wkwkkw