7 Okt 2009

PERBINCANGAN DENGAN SEPI



duduk lah disini,

dan sama-sm kita bicara tentang rindu

cukup segelas kopi dan dua sendok gula untukku

dan kau,

sebatang rokok yang kau minta dari dinding diam di sebelahmu



sepi....pernahkah kau rasakan malam

sedang rasaku sudah luluh tiga jam tadi

ceritakan padaku tentang tanah Blambangan

gambarkan aku sebuahkangen pada cerita Sidopekso Sritanjung

ukirkan aku sebatang cinta pada minakjinggo

agar dapat ku raba, ku lihat dan ku dengarkan lewat notasiku

malam itu apakah putih? seperti putihnya Gending Banyuwangenan

atau malam akan berubah menjadi merah, persis selendang Ganrungku yang tertinggal disana, tanahku

ah, tak perlu aku tahu

karena kata-kata adalah sebilah mata pisau yang siap mengiris urat nadimu

perlu kau tahu,

tak perlu lagi kau pendm nafsumu pada Watu Dodol yang selalu berselingkuh dengan bulan

kau pernah bertemu dengan mimpi, sebidang tanah yang menitipkanku lewat nafasnya

sepi....ku ramaikan hatiku dengan kata-kata dan ucapan tak bersuara

sangat indah, getaran hatiku hadir seperti nafsuku untuk menemuimu

lewat syaraf tanpa titik terus merambah waktu kesendirianku

sepi...duduklah kau disini

kita akan nikmati segelas kopi dengan dua sendok gula dan sebatang rokok untukmu yang kuminta dari dinding diam di sebelahku

kau pasangan sejatiku

sepi....gumuli aku setiap waku

dan kan kutuliskan kau dengan darah yang takkan pernah berwarna merah

tentang tanahku, samudraku dan Banyuwangiku

12 mei

8 komentar:

Tisti Rabbani mengatakan...

Banyuwangi itu indah ya...
mistik namun keindahannya luar biasa..

tp, rasanay aku sudah terlalu lama duduk disini, mendengarkanmu bercerita ttg tanah kelahiranmu...
sungguh, tak bosan aku..

cangkir ku sudah kosong...
ijinkan aku pamit...
terimakasih sudah bercerita ttg kisah itu...

irarachma mengatakan...

tenkyu mbak tisti.....sory banget kalo aku lagi chauvisme soalnya aku bener-bener kangen kelahiranku, Banyuwangi. Maklumlah perantauan di Jakarta Boleh aku isi lagi cangkirnya....

Vicky mengatakan...

Ya pulang aja tho Mbak, daripada mendam kangen..

Itik Bali mengatakan...

Kangen banget ya mbak?
sama tanah banyuwangi?

Bandit Pangaratto mengatakan...

heheheh....

saya jadi pingin juga ke banyuwangi...
cuma pernah mampir sebentar tatkala mau ke bali...


Semoga rindunya apda banyuwangi cepat terpuaskan... :D

jimox mengatakan...

kangen kampung halaman ya mbak? :)
Mmm.. aku belum pernah ke Banyuwangi, setauku banyuwangi banyak menyimpan hal-hal mistis. hehe.. Kisah asal mula banyuwangi kan juga terkenal, pasti sewaktu masih SD semua pernah baca asal mula Banyuwangi. hehe..
gimana kabarnya mbak? mampir ke tempatku ya mbak? :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

puisi kangen kampung halaman yg manis. sempat terpikir, ini tentang perasaan sepi ditinggal kekasih. ternyata.....bukan..

irarachma mengatakan...

@ vicky: mau pulang kampung nanggung....mungkin lebaran taun depan
@itik : kangen banget.......
@bandit: jangan cuma mampir..tapi kalau bisa tinggal disana pasti merasakan apa yang aku rasakan....(cie..puitis banget ya)
@ sang cerpenis: tapi ada juga kok kekasih yang ketinggalan disana heheheheheheh