22 Okt 2009

AKU TERLALU EGOIS....

Sama sekali tidak menyangka kalau postinganku tentang Poligami mendapat respon yang cukup lumayan. Namun sampai saat ini masih ada satu respon yang terus membuatku berpikir dan membuat aku memaksa menuliskannya di sini. Dengan segala hormatku...aku meminta maaf jika dengan membaca tulisanku tentang poligami membuat ia  teringat akan posisinya sebagai istri pertama.
Via Facebook aku telah meminta maaf, karena tulisanku itu memang hanya hasil pemikiran dan keegoisanku dan kau tau apa yang di tulis di kotak suratku?
" Ga apa2 mba ..saya sudah terbiasa kok dengan kenyataan ini,posisiku adalah istri tua mba,yang berarti saya dimadu..tapi ga masalah asal jangan diracun aja hehe...makasih ya."

Sebelum membaca surat dari Mbak di atas, aku selalu memposisikan diri dengan sudut pandang yang berbeda dengan orang lain yaitu memposisikan istri kedua. Maklumlah istri pertama sudah banyak yang memikirkan. Tapi setelah sedikit saling berkirim surat aku berusaha berada dalam posisi istri pertama dan jujur aku nggak sanggup......
"tapi ga masalah asal jangan diracun aja hehe...", itu yang dia tulis. D an aku hanya bisa geleng-geleng kepala merasa heran, salut, bangga, kasihan semuanya bercampur aduk. Bahkan hampir nangis aku membacanya. Mengaku sebagai istri pertama, mengaku mempunyai madu, mengaku dia bahagia, mengaku nggak masalah asalkan nggak di racun Tapi aku salut dia bisa mengemas perasaan pedihnya dalam sebuah senyuman.Gila....membayangkan saja aku nggak sanggup apalagi menjalaninya?
Aku ingin sempat menanyakan alasan kenapa dia mau dimadu? kenapa dia tidak memilih bercerai saja dari pada  mempunyai madu? apa yang dirasakan saat sang suami tidak ada dirumah? bagaimana menjelaskan kepada anak-anaknya tentang keberadaan ayahnya? apa dia tidak merasakan kesepian? dan banyak tanya yang ingin aku ungkapkan tapi hanya berhenti dan berbatas di otaku. Aku bukan tim investigasi!!! dan aku yakin jika pertanyaanku itu langsung aku ajukan akan menbuat dia nelangsa walaupun aku yakin dia akan menjawabnya dengan gurauan. Karena hati manusia itu seluas samudra, tidak berbatas.
Bagaimana ya mbak itu bisa menjaga hatinya dari rasa cemburu? la wong aku saja yang jelas-jelas monogami sering cemburu kalau suami telat pulang ke rumah, sesekali mengecek handphone (kadang-kadang FB juga sih). Apalgi mbak itu yang jelas-jelas mempunyai madu?
Mbak...apa sih yang membuat mbak mau di madu?
Apa alasan cinta? Hmmmm cinta memang membuat orang berbuat di luar kebiasaan. Atau alasan status? karena status menikah lebih baik di mata masyarakat dari pada status janda. Atau karena demi masa depan anak-anak? Lantas, apa yang membuat suami mbak menikah lagi? aku lihat mbak cantik dan bisa dikategorikan sangat cantik. Mbak juga mempunyai anak yang lucu-lucu dan mbak terlhat bahagia dengan anak-anak mbak. Lalu apa alasannya? (aku paling benci jika naluri wartawanku kembali muncul karena aku lupa kalau manusia jua punya perasaan) tapi nggak usah di jawab mbak, biar pertanyaan itu semua menjadi pelajaran dan perenungan buat aku.
Apapun alasanya, aku cuma bisa memberikan empat jempol buat mbak. Aku yakin Tuhan tidak akan pernah tidur!!!! Dan keadilan itu akan segera datang pada mbak!!!!

Aku sadar jika aku terlalu egois!!! sulit menempatkan jika aku berada di posisi mereka. Terlalu idealis!!! terlalu mekasakan pikiranku pada banyak pihak. Dan kisah mbak yang berkata " Ga apa2 mba ..saya sudah terbiasa kok dengan kenyataan ini,posisiku adalah istri tua mba,yang berarti saya dimadu..tapi ga masalah asal jangan diracun aja hehe...makasih ya."membuat aku berpikir bahwa aku harus bisa menghargai pendapat orang lain. Dangan catatan menghargai bukan meyetujui. Karena hidup itu adalah pilihan, Pilihan untuk berpoligami dan pilihan untuk ber monogami
Tapi santai aja kawan aku tetap menolak POLIGAMI ( waduh susah banget sih menghilangkan egois ini Huh.....)
Aku jadi ingat dengan syair lagu "Sepasang Bayangan"

Di gelap malam kita kan bertemu
Mneghindari cahaya yang tak mau mengerti
Digelap malam kita sepasang bayangan
Tapi cinta yang kau beri terangi jiwaku

Maafkan aku
Yang tak dapat memberikan
tempat tertinggi bagi kau yang tersayang
Tapi dihati
Kaulah yang tempati tahta dalam eragung dan tertinggi

Catatan kecil ini aku persembahkan kepada mereka, para wanita yang berhati baja dan seindah purnama. Memberikan sebagian jiwa mereka untuk orang lain. Berbagi cinta namun tidak pernah mencela. Dan aku tak pernah sanggup berada di posisi tertinggi di hadapan Tuhan. Maaf....karena aku tak sanggup seperti mereka


13 komentar:

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

kunci dulu pertamakas...!

aduh, gag bisa koemntar banyak soal poligami, :)

Tisti Rabbani mengatakan...

semoga mereka2 yg memilih jalan ini di kuatkan hati, dimuliakan derajatnya, dilimpahkan rahmat olehNYa, krn telah menjalani hidup yg aku tak akan mampu menjalaninya..

(hhh...krn keegoisan laki2..) duh, msh emosi kalo denger tema ini deh...

AISHALIFE-LINE mengatakan...

saya kira pokok salah bukan hanya pada si lelaki yang memoligami sis.Tapi juga sesama kita perempuan yang tega merebut hak milik sesama perempuan.It's so sad!

mawar mengatakan...

Ntah...apa yang harus kuucap ,disaat kubaca semua ini darah rasanya menguap ke-otakku.
Terharu atas perhatianmu.

Pertanyaanmu terlalu sulit untuk dijawab ,biarkan diri ini yg tahu tentang itu...karena sebenarnya kami (saya dan suami )dalam rumah tangga baik2 saja tidak ada dalam masalah serius,semua ini saya terima semata2 ketentuan Allah , walau berat..aku takut murka-nya bila menolak ketentuan yg sudah menjadi titik tulisku.

*Mampir kesini aku ga sedih lagi malah tersenyum *_* hehe...

terimakasih banyak ya sahabat ,atas segala perhatianmu...

Untuk sahabat semua,polygami itu sulit untuk dijalani,karena butuh kebijakan dan berjiwa besar,silakan bila mampu melakoni dengan dua kata itu,dengan materi bukanlah suatu ukuran untuk kebahagiaan dalam berpolygami...

Terimakasih ,senyum lagi *_* hehe

Pilosopi Bodoh mengatakan...

Hehhe...

Saya cuma bsia tersenyum... :)

-3- mengatakan...

wow...kunjungan keduaku langsung disuguhi artikel yang menarik...

Yup...hidup adalah pilihan , enak gak enak harus memilih ...

Ramlan mengatakan...

pembahasan yang seru sis, ada AWARD neh buat kamu sis, tolong di cek ya disini >> AWARD PERTAMA

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Setiap orang punya alasan sendiri dalam menjalani garis kehidupannya.

Halaman Putih mengatakan...

Ada juga sih istri yang menyarankan suaminya untuk berpoligami. Tentunya dengan alasan dan pertimbangan yang sudah dipikir sebelumnya. Meskipun demikian rasa cemburu tetaplah ada. Namanya juga manusia ya mbak...

ranny mengatakan...

mbak wartawan dimana??tulisannya kentara banget hihih khass
i love it

back to topic...menurut sayah mbak ga egois karena tiap orang beda dan ga sama...aku juga seperti mbak, ga maw di poligami dan hanya maw memiliki dia untukku seorang. (titik)

salut juga buat temen mbaakk maw dunk dikenalin ^^

kadang selain poligami aku sangat sedih dengan cerita perceraian dan membuat sayah parno..

mbak sayah add yah fb n a

nice nita

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

buset...baik bener tuh isteri. tapi kalo aku tetap menentang poligami. krn agamaku sendiri melarang poligami.

duniaputri mengatakan...

kalok menghargai mah atuh ngapain minta maap buuu ^^ noh yang ada di eksekusi curhatan.. hahay,,,

lovepassword mengatakan...

Yah memang hebat