9 Okt 2013

RINDU ITU......




Rindu adalah saat duduk berjam-jam di depan laptop tanpa menghasilkan tulisan apapun.

Rindu adalah rentang, sebuah jarak yang tidak ingin aku ukur.

Rindu adalah ruang kosong antara hati dengan otak yang penuh khayalan liar dan nakal.

Rindu adalah ketidakberanian menghitung langkah kaki untuk mendekat pada mu

Rindu adalah ketika aku ingin lesap pada pelukan mu atau sekedar menggengam tangan mu sepanjang perjalanan

Rindu adalah ketika aku mengulang-ulang lagu yang terputar berharap kau datang.

Rindu itu penawar ulung yang bisa menjual seluruh waktu, jarak bahkan energiku.

Rindu adalah ketika aku naik gunung dan berteriak nama kamu keras-keras dan memantul pada tebing lalu aku duduk kelelahan sambil mengusap air mata.

Rindu adalah gema suara kamu yang terus berputar berulang-ulang

Rindu itu keikhlasan untuk tidak bertemu, tidak bersua, tidak bersuara dan tidak berkabar

Rindu adalah ketaklukanku atas harapan kamu tiba-tiba mengetuk pintu rumahku berdiri dan bilang, "Aku sayang kamu dan nyaman di sebelahmu.". Dan kamu memeluk ku.

Rindu itu kekalahan ku pada bayanganmu

Rindu itu lonceng waktu untuk selalu mengingatkanmu

Rindu itu indra perasa dan semua berubah menjadi pahit seketika

Rindu itu adalah ketika aku terpaku pada guratan wajah mu di layar laptopku.

Rindu itu bibit awal kegilaanku tentang mu.

Rindu itu perkara. Membuatu terpuruk dalam penjara, menunggu bebas.

Ketika hatiku berkata-kata dari kejauhan dan hanya kau yang mendengar. Itu lah rindu.

Rindu itu adalah masalah ku, bukan masalah dengan kamu.

Dan esok akan ada perempuan yang mati dengan pisau rindu tepat di dadanya. Semoga saja bukan aku.

Rindu itu adalah seperti malam ini. Kita berjarak dekat tapi aku memilih menjauh. Menyimpannya saja. Melihatnya dari titik saya berdiri tanpa berani berkata, "hei aku seberangmu". Memastikan kamu tertawa dan bahagia. Mundur dan balik kanan. Melewati jalan malam Banyuwangi. Aku kalah pada rindu ke kamu. Menghela nafas berat dan mengusap setitik air mata di ujung mata.

Rindu itu waktu, aku dan kamu serta mata mu. Ah tak lupa genggaman tangan mu, mungkin.

Bisa memilih amnesia?

1 komentar:

wie hans mengatakan...

hehehehe....,

tapi...., rindu juga adalah keindahan...., yang sering kali terlupakan ..., ketika pertemuan menjadi biasa.
rindu..., menjadi langka..., saat semua ada.
rindu..., segera sirna..., saat semua sama.
bukankah kita semua pernah rindu... pada isi hati yang penuh kerinduan?

hehehehe....