31 Jul 2012

CERACAU

Kamu pernah memuja ku dan aku pernah sangat memujaku. Dan kamu kemudian melepasku seperti melepas layang-layang putus tanpa penyesalan.  Kamu mungkin berbangga hati berhasil mematahkan hati seorang perempuan api seperti aku.  Seperti menaburkan garam di atas lintah dan membiarkan dia menggelinjang  kesakitan dan dengan mudahnya kamu mendepaknya dari kulitmu.

Aku sempat berpikir bisakah aku hidup tanpa kamu?  Tapi tidak apa-apa. Aku sekarang baik-baik saja. Bahkan sangat baik, setelah aku melakukan sebuah perjalanan panjang melewati ribuan kilo meter labirin untuk mencari sebuah ketenangan. Mungkin bagi kamu dengan meninggalkan ku , tidak akan menimbulkan sebuah luka. Meremehkan luka yang kamu tinggalkan di hati ku. Karena kamu tahu aku perempuan matahari yang sudah berkali-kali terluka dan menurutmu dengan mudah aku melupakan mu.

 “Gampang kan. Kamu bisa cari lelaki lain yang sesuai dengan keinginan mu”, campak mu suatu waktu.  Aku diam.  Dan kamu tahu, perlakuan mu kepadaku membuat pernah mengambilik sebuah keputusan untuk MATI!!!!!

Kamu tidak memahami. Bahkan sedikit pun kamu tidak memahami. Kamu egois. Bahkan kegeoisan mu membuat mulutmu diam untuk meminta maaf padaku.Tapi bagiku itu sudah tidak penting lagi.


Saat ini kadar benciku sudah melemah. Aku malah kasihan kepadamu. Saat kamu berusaha untuk menampakkan kesempurnaan kamu untuk mendapatkan perempuan yang lebih sempurna dibandingkan aku.  Melihatmu hidup dengan kepura-puraan kamu. Sedangkan aku sudah bisa tertawa terbahak-bahak merayakan kebebasan ku dari hidupmu walau bekas luka itu tidak akan pernah hilang selamanya bahkan sampai  salah satu di antara kita mati. Kejam… aku pikir aku sangat kejam.  Aku ingat bahwa aku mempunyai hari-hari yang luar biasa saat aku memujamu dengan pengabdian ku pada mu. Pernah mencintai  mu dan menyisakan cinta itu sampai saat ini.

Sempat aku berharap kamu kembali untuk menemani aku. Tapi sudahlah, aku pikir aku berhak bahagia walau pun tanpa kamu. Lihat lah… aku baik-baik saja kan? Air mata ku untuk kamu sudah tidak ada. Yang ada hanya sebuah rasa sakit mengingat kenangan saat melintas di waktu dan tempat yang pernah kita lalui berdua. Apakah aku bodoh mengorbankan masa depan ku dengan meninggalkan dunia yang aku cintai hanya demi melupakanmu? Tidak…. Ini bukan kebodohan. Ini adalah prinsip. Karena aku tidak mau terikat oleh mimpi dan kenangan yang sudah kamu tawarkan untuk ku.



Aku baik-baik saja dan semoga kamu juga akan baik-baik saja. Walaupun wajahmu sesekali melintas di hadapanku.

Akhirnya aku berada dalam sebuah titik. Berdamai dengan kenyataan. Bahwa tidak kisah cinta berakhir dengan sempurna


2 komentar:

Inge / CyberDreamer mengatakan...

ikhlas, satu kata yg mudah diucapkan tp sulit... sangat sulit dipraktekkan :)

aku suka bagian : aku berhak bahagia tanpamu.. :D

Trica Jus mengatakan...

Berbagi kata kata motivasi gan
Orang yang berpikiran negatif selalu melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, Sedangkan orang sukses selalu mencari kesempatan dalam setiap kesulitan.
salam kenal,sukses selalu, ku tunggu kunjungan baliknya ya :D