16 Mei 2012

DUNIA ABU-ABU

Wanita yang kuat tidak menceritakan masalahnya kepada dunia. Ia menghadapinya dengan senyumam dan berbagi hanya dengan mereka yg peduli dan dianggap pantas untuk berbagi. Ia tidak banyak mengeluh dan mengumbar-ngumbar apa yg terjadi pada dirinya pada banyak orang
 Saya membaca sebuah status pagi ini dari seorang kawan. Saya tersenyum. Apakah saya ke GR-an? Saya hanya merasa status itu di tujukan kepada saya. Semoga aja tidak.  Mengingat beberapa hari saya menulis sesuatu yang personal bagi seorang perempuan.

Saya tidak pernah menyatakan bahwa semua tokoh dalam catatan saya adalah cerita pribadi saya. Mulai dari jaman saya masih menggunakan rok abu-abu sampai detik ini saya selalu menggunakan tokoh perempuan yang bernama Raa. Kata sahabat saya Deni dunia saya abu-abu. Dan saya hanya tertawa terbahak-bahak.  Saya hanya menulis dan menulis apapun yang ada dalam otak saya. Walaupun mungkin saya sedikit introvert di balik tawa saya yang selalu lebar.


Oh ya….saya sedang membaca sebuah buku judulnya, “Not Alone”. Buku itu menceritakan kisah-kisah perempuan yang mengalami tindakan kekerasan baik secara fiski, batin dan juga seksual. Seluruh tokoh  adalah nyata. Mereka menyimpan kekerasan yang mereka alami selama bertahun-tahun dan hal itu membuat sebagian besar mereka depresi . Seorang dari mereka ada yang berani jujur. Ia menceritakan secara gamblang pelecehan seksual yang dilakukan ayahnya sendiri selama bertahun-tahun dan selalu ia rahasiakan. Kenekatan dia bercerita tentang kisah yang justru membuka aib keluarganya dilakukan agar ia bisa berbagi. Ia hanya ingin agar perempuan-perempuan yang mengalami kisah seperti dia  harus bisa bangkit dan bagaimana harus bersikap. Dia juga mempunyai harapan agar para perempuan tidak mengalami pelecehan yang sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang terdekatnya. Dan saya selalu angkat topi untuk mereka yang berani jujur apa adanya mengenai kehidupan pribadi mereka yang bisa dijadikan sebuah pembelajaran bagi yang lainnya. Apa salah?

Saya sepakat dengan kalimat “Ia menghadapinya dengan senyuman  dan berbagi hanya dengan mereka yg peduli dan dianggap pantas untuk berbagi.”  Saya setuju…..dan sangat setuju. Tapi pertanyaannya tidak mudah menemukan mereka yang peduli dan dianggap pantas untuk berbagi.  Mungkin mereka akan mendengarkan … lalu apa? Menjadi bahan pergunjingan kan? Apalagi jika mereka saling mengenal. Menjadikan obyek dalam setiap pemicaraan. Bukanah kita suka membicarakan orang lain dari pada membicarakan dan instropeksi kepada diri sendiri? Menceritakan sesuatu yang dianggap aib dan tabu itu tidak mudah mbak……..

Saya juga tidak suka perempuan yang cengeng. Tapi saya suka perempuan yang jatuh  kemudian dia bisa memotivasi dirinya untuk bangkit kembali. Apalagi jika ia juga berhasil memotivasi perempuan-perempuan yanga lain.
Wanita yang kuat. “Ia tidak banyak mengeluh dan mengumbar-ngumbar apa yg terjadi pada dirinya pada banyak orang”. Saya berpikir bahwa manusiawi jika kita mengeluh. Terkadang kita lebih banyak mengeluh pada “Facebook” dari pada ke Tuhan kita masing-masing. “Mengumbar” saya pikir berbeda dengan berbagi. Lalu bagaimana dengan kasus korban perkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang diekspose habis-habisan oleh media massa saat di melaporkan ke pihak yang berwenang dan di hadapan para wartawan? Disisi lain memang akan memalukan diri sendiri, tapi bukankah disisi lain sang pelaku juga akan di tahan. Sedangkan di balik sisi lainnya sebuah pembelajaran agar kita tidak terjebak dalam sebuah kasus yang sama.

Aaaahh…….saya pikir tulisan saya semakin kacau. Tulisan ini bukan pembelaan atas banyaknya catatan-catatan saya tentang “kegalauan” tentang perempuan.  Tapi memang ini kenyataan…..

Saya hanya ingin berbagi tentang semua apa yang saya rekam dalam otak saya. Dalam pandangan saya. dalam telinga saya. Dan tidak usah mempertanyakan apakah itu kisah nyata atau kah hanya khayalan saya. Seperti kata sahabat saya, “duniamu abu-abu Raa”.  Tidak ada definisi yang jelas tentang kategori wanita kuat. Bagi saya, anda, mereka akan berbeda-beda. Hanya saja bagi saya semua perempuan itu dasarnya kuat, dan terserah bagaimana mereka mengekspresikan kehidupan mereka masing-masing. Dengan tulisan, menangis, mengurung diri, mabuk…… hidup itu bukan pilihan tapi keyakinan. Dan saya telah yakin dengan kebiasaan saya untuk terus menulis.

Upsss….satu lagi. Tidak usah mengkotak-kotakkan ini perempuan kuat, ini perempuan cengeng, ini perempuan lemah. Tapi lebih pedulilah dengan mereka yang ada di samping kita. Bukankah anda tidak pernah tahu jika perempuan yang ada di hadapan anda saat ini, yang sedang berbicara dengan anda, sedang tertawa terbahak-bahak bersama anda pernah mengalami sebuah tindakan yang membuat dia terpuruk? Belajalah kepada dia bagaimana dia bisa tertawa saat dia berada dalam sebuah titik terburuk dalam kehidupannya.

Lalu apa tujuan saya menulis catatan ini. #saya menggaruk-garuk kepala saya# entahlah saya tidak tahu….. saya hanya ingin menulis saja….sederhanakan?
Terserah siapapun yang membacanya!

“Jangan menulis terlalu vulgar Raa”

“Saya tidak vulgar. Saya tidak menggambarkan percintaan fisik atau hubungan ranjang”

“Jangan menulis kontrpversi Raa”

“Tentang poligami dan poliandri? Tahun kapan saya menulisnya? Setiap orang kan mengalami proses. Saya tidak akan menghapusnya. Biar menjadi sejarah bagaimana saya di tahun itu”

“Jangan menulis masalah pribadi kamu Raa”

“Masalah pribadi yang mana? Apakah saya menyertakan ini adalah kisah nyata. Seperti di buku-buku best seller”

“Aku tidak suka tulisan mu Raa”

“Ya sudah jangan di baca…beres too? Kalau tampil di beranda kamu atau wall kamu tinggal sembunyikan delete atau sekalian blokir. Sederhana kan…….?”

Sebentar ….bukankah catatan ini saya buat awalnya saat saya membaca status seorang kawan? Kenapa  jadi melebar seperti ini? Padahal belum tentu dia menulis status itu untuk saya…… Maaf ya mbak….saya memang kreatif. Dari sebuah status saja saya bisa menulis sepanjang ini. Hei….tapi tulisan ini bukan buat anda ya….tapi buat siapa saja yang mau baca. Mata uang mempunyai dua sisi. Jika anda melihat dari sisi kanan mungkin saya melihatnya dari sisi lain.

Finish….selesaikan kerjaan mu yang lain Raa!

(ini adalah kisah nyata). Dunia ku tidak hanya dunia abu-abu Den……

Oh dear,….kamu pasti akan menggeleng-geleng kepala membaca tulisan ku ini.
Sabas ………!


9 komentar:

Ninda Rahadi mengatakan...

peluk mbak ira :)

wenceu gakmaulamalama mengatakan...

pancenne kreatip ki emang susah. kere tur aktip..

tricajus mengatakan...

iya mbak,, saya jadi menggeleng-geleng kepala :)

pengobatan penyakit gondok mengatakan...

asyik, aku ikut berkunjung ah .... ijin nyimak aja

OBAT HERBAL RADANG PARU-PARU mengatakan...

ceritanya mantap bnget tuh, keren.

OBAT HERBAL LIVER / EMPEDU mengatakan...

akhir-akhir ini banyak sekali kekerasan terhadap kaum perempuan, ironi & menyedihkan.

OBAT HERBAL LEUKEMIA mengatakan...

ayo kaum wanita khususnya wanita indonesia, jadilah sosok wanita yang kuat.

OBAT HERBAL DIABETES mengatakan...

saya sangat setuju sekali tentang tulisan " kita sering mengeluh lewat FB dari pada ke Tuhan kita.

OBAT HERBAL STROKE mengatakan...

semoga saja kasus kekerasan terhadap wanita bisa lebih di kurangi.