28 Mei 2011

TIBA-TIBA AKU SANGAT BENCI DENGAN DIRIKU

Hiatus……! Mungkin ini yang terjadi dengan diriku saat ini. Dan tiba-tiba aku sangat benci dengan diriku sendiri. Mendekati usia kepala 3 apa yang sudah aku lakukan. Nothing! Tidak ada apa-apa. Pekerjaanku hanya mengeluh, berkeluh kesah, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Lalu untuk apa aku hidup? hanya menumpuk kegoisan..keegoisan...dan keegoisan.......

Aku benci dengan diriku sendiri. Yang mulai melupakan Tuhan. Menyendiri. Menutup rapat-rapat dari banyak masalah yang aku sembunyikan. Membanggakan diriku sendiri yang ternyata aku bukan siapa-siapa. Berkata pada tiap orang bahwa semuanya akan baik-baik saja, walaupun kenyataannya aku harus pontang panting menyelesaikannya seorang diri sambil sesekali menepuk pundak kawan dan mengatakan, aku bisa mengatasinya untuk mengurangi rasa khawatir yang berlebihan. Padahl jauh dilubuk hatiku aku merasa lelah. Dan yang membuat aku benci adalah saat aku merasa bahwa aku telah menyakiti seseorang.


“ Kamu egois Raa”
Ya, aku akan mengakui bahwa aku sangat egois. Tapi apakah kamu tahu yang membuat aku menjadi perempuan egois? Ambisius?
Jika aku tidak menjadi perempuan egois, mungkin aku akan di pandang sebelah mata sebagai seorang anak perempuan dari Janda yang suaminya sudah meninggal. Jika aku tidak egois, mana mungkin aku menyelesaikan masalah-masalah keluarga yang tidak seharusnya di bebankan padaku. Jika aku tidak egois mana mungkin aku bisa bertahan hingga saat ini. Jika aku tidak egois munkin aku akan terombang-ambing dalam sebuah keputusasaan. Jika aku tidak egois, maka aku akan dianggap perempuan lemah yang gampang dibodohi adan dipermainkan. Jika aku lemah, mungkin aku sekarang jadi perempuan yang di buang di kubangan. Ya…..karena itu aku egois.
Aku tidak akan pernah menyalahkan ibuku yang mengajarkan aku menjadi perempuan egois. Karena ibuku juga perempuan egois. Jika ibuku tidak egois mana mungin dia membesarkan aku seorang diri dengan cap sebagai seorang janda. Membesarkan adik-adikknya seorang diri hingga menjadi orang yang bisa di katakan “sukses”.

Tapi entah kenapa tiba-tiba aku sangat membenci diriku sendiri. Membenci keegoisan diri saya sendiri. Yang telah menyakiti seseorang.
Memaksakan sebuah konsep yang setelah aku pikirkan konsep itu hanya menguntungkan aku sendiri. Egois!

“Kamu yang mengatakan kepadaku untuk Adil. Percuma aku membela diri. Kamu juga tidak akan percaya”

Aku egois. Dan aku membenci diriku sendiri. Apakah ini pembelaan untuk ku? Entahlah…..jika semuanya sudah terlambat tapi ijinkan aku meminta maaf. Sebelum aku sepenuhnya semakin membenci keegoisanku.

Dan hari ini aku melawan semua ketakutanku. Ketakutan untuk sendiri. Ketakutan aku tak mampu. Dan ketakutan akan keegoisanku untuk meminta maf padamu. Ya….aku harus meminta maaf padamu. Walaupun dalam keegoisan aku tetap merasa tidak bersalah. Apa salah jika aku menuntut? Apa salah jika aku meminta malam ini kau menemani aku? Apa salah jika aku mengatakan membenci laki-laki? Apa salah jika aku mempunyai konsep adil yang berbeda denganmu?...iya..aku tau….aku salah….aku egois….dan aku semakin membenci keegoisanku. Mereka lebih membutuhkan kamu! Bukan aku yang masih bisa berdiri sendiri tanpa tertatih!

Aku tau jawabannya! Aku salah! Karena aku egois!


Tiba-tiba aku sangat membenci diriku….membenci keegoisanku! Yang membuat kamu terluka. Dan besar hati aku meminta maaf sayang………





1 komentar:

Vicky Laurentina mengatakan...

Ah.. "Mulai melupakan Tuhan?"

Mosok sih?

Kamu masih sembahyang, kan?