7 Agt 2010

MAN JADDA WA JADDA…..KITA BISA KAWAN! (catatan untuk Alca Band)

Man Jadda Wa jadda…..

“Raa…Alca Band masuk festival Band TVRI”
Aku tidak bisa berkata apa-apa. Saat Ale mengatakan itu di hadapanku, saat perjalananku ada di wilayah Bogor. Spechless….ingin teriak dan ada perasaan terharu saat melihat dia sujud syukur sambil berteriak, “Umiiii………..”

Aku mengenal Alca Band di dunia maya. Mereka bagian dari Band Indie yang cukup kreatif jika dinilai dengan kemampuan musikku yang masih sangggaaatt kurang. Terutama saat mereka mengaransemen “Catatan Hitam” milik Teh Latifah. Blogger cantik yang juga berasal dari Bogor. Keren dan dalam banget….Dan kebetulan sekali, Ale, salah satu personel Alca Band menyambutku dengan tangan terbuka kedatanganku dalam perjalanan mengunjungi kota Bogor. 


Walaupun aku bukan bagian dari Alca Band, tapi sedikit aku mengikuti perjalanan mereka menuju TVRI. Just sharing! Sedikit adu argument saat memilih satu lagu yang harus dikirm ke TVRI dan jatu pada satu lagu.
Perjalanan yang sangat panjang. Tidak ada salahnya kan? Jika aku berbagi sedikit tenagaku untuk mereka? Hanya dengan satu alasan, “Aku salut dengan proses pembelajaran diri dan seni yang mereka jalani”. Dalam kekurangan mereka tetap bisa berkarya. Sedang aku? Hanya teori-teori yang aku keluarkan tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Permasalahan mendasar pertama adalah dana. Aku tau, sejak awal mereka tidak memiliki apa-apa. Dan aku tahu, tanpa dana mereka tidak akan bisa melanjutkan perjalanan menuju TVRI. Daftar ulang, kendaraan untuk ke Jakarta, menyewa alat-alat bukan didapatkan dengan cuma-cuma kan?
Man Jadda Wa Jadda….aku mengatakan itu pada Ale. 

Dan secara pribadi, aku ucapkan terimakasih pada Teh Latifah yang telah membantu dengan nilai nominal yang sangat luar biasa bagi Alca Band. ( Sumpah Teh…kami sempat terharu saat melihat angka nominal yang teteh berikan ke Alca).

Permasalahan yang kedua adalah peralatan. Dari Sound Engenering, aku dapatkan info jika untuk alat personal tidak disediakan, yaitu Gitar dan Bass tidak disediakan. Di Jakarta untuk backup, saat aku hubungi pihak panitia dari TVRI, mereka menjanjikan bahwa semua alat disediakan termasuk alat personal. Janji dari pihak TVRI sedikit membuat kami tenang. Pasalnya, menyewa gitar dan bass pasti membutuhkan dana yang sangat besar. Dan di Bogor, personel Alca juga berusaha untuk meminjam alat dan efek. Dan mereka telah berusaha dan hasilnya NIHIL. Dan aku terus konfirmasi dengan panitia untuk alat hingga satu jam sebelum acara dimulai. Dan jawabannya tetap sama, mereka menyediakan semua alat termasuk alat personel. Namun, yang sedikit menegangkan, Sound Engenering tetap mengatakan tidak ada gitar dan bass. 

Dan ketakutanku dan ketakutan personil Alca Band terbukti. Alat personel Gitar dan Bass tidak disediakan. Ohhhhh…..My God!!! Jujur! Aku melihat wajah-wajah down personel Alca Band. Hatiku terus berontak. Mereka harus tetap tampil. Aku berusaha me-loby pihak panitia. Tapi nonsense! Mereka tidak memberikan jawaban yang tepat. Alasan-alasan yang tidak jelas. Padahal aku sempat menujukkan sms dari salah satu pihak panitia yang menjanjikan alat personel. Ah….aku bisa menyimpulkan. Mereka, Para Panitia sama sekali tidak professional. Dan ini tidak hanya terjadi di Alca Band. Tapi beberapa band lain juga mengalami kasus yang sama. Tidak ada alat personel.
Aku melihat wajah-wajah personel Alca semakin kacau, dan terlihat mereka sangat minder saat melihat beberapa band menenteng alat-alat canggih mereka termasuk efek-efek yang harganya selangi.
“Man Jadda Wa Jaddah”
Kami berkejaran dengan waktu. Harus ada keputusan karena Alca Band berada di urutan sangat muda. Nomer 11. Mundur atau terus maju!
Dan hatiku langsung bersorak saat mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Allahu Akbar!!!! Aku berteriak saat mereka maju ke atas panggung tanpa membawa alat personel hanya satu gitar milik Ale. Posisi langsung berubah. Posisi gitar hanya di pegang oleh Agus tanpa efek. Sedangkan Ale dan Baim yang seharusnya memegang Gitar dan Bass menjadi backing vocal membantu Endar, sang Vokalis.
Huwaaa………..yang membuat aku berdegup adalah saat mereka mengatakan
“Kami Alca Band akan tetap tampil. Inilah kami yang bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Kami tidak mau pulang sia-sia pulang ke Bogor. Dan kami akan tetap tampil dengan kekurangan kami”
Di luar dugaan, penonton memberikan respon yang cukup bagus. Dan aku bisa membaca raut wajah juri yang sedikit menekuk muka. Entah lah…apa yang ada dalam pikiran mereka. Aku tidak perduli, yang penting mereka telah bemusik di atas panggung!
Dua lagi, “Hayati” dan “Kekasih” membawa aku larut dalam sebuah kesalutan. Kebanggan. Ketegaran. Kekuatan. Kepercaya diri-an. Kau tau....aku cemburu dengan lagu itu

Man Jadda Wa Jaddah!
10 menit seperti satu detik. Mereka turun dari panggung dengan wajah yang bersinar. Aku sendiri masih tidak percaya jika mereka baru saja melalukan sebuah perang. Ya…perang melawan rasa malu. Perang melawan rasa minder. Melawan sebuah birokrasi! Melawan ketidak adilan
Kami berteriak-teriak senang sambil bersalaman. Beberapa Band yang memiliki kasus seperti kami juga memberikan selamat. Ah…aku seperti anak kecil yang baru saja melihat sebuah pementasan teater tentang puteri dan pangeran. Bahagia, terharu dan jujur aku sedikit meteskan air mata melihat mereka bisa tersenyum dan kembali memiliki kepercayaan diri.
Bukankah mending kita gugur dalam peperangan dari pada mundur sebelum berperang?
Aku selalu percaya dengan kata-kata “Man Jadda Wa jaddah”. Tuhan selalu bersama dengan mimpi-mimpi kita.
Kalah dan menang tidak penting! Karena bagiku Alca Band adalah pemenang. Mereka telah membuat sebuah sejarah baru dari dalam sebuah festival band. Tetap bermusik tanpa alat. Mereka adalah pemenang bagi para pemusik Indie. Dan mereka telah menentukan bahwa mereka sendiri lah yang menjadi seorang pemenang sendiri bagi sebuah keegoisan dalam sebuah proses perjalanan kehidupan. Man Jadda Wa jaddah!!!!!!
Dan aku juga belajar dari perjalanan ini kawan!
Dalam catatan kecilku ini. Aku ucapkan terimakasih pada Teteh Cantik Latifah Hizboel atas dukungannya selama ini. Nuri………sound engenering! Nanti aku usulkan tenda FOH lebih dibesarkan agar kalau hujan nggak kebasahan. Alca Band: Endar….kapan-kapan kamu harus pake dasi kalo tampil. Agus…hhmmm, jangan takut aku marah-marah lagi. Dedi….kalo jadi pemukul drum, pake celana pendek ya. Baim……keluarga tetap jadi utama kan? Ucok….sang auditional player key board. Nggak kapok kan main dengan “orang-orang nekad”. Spesial Thanks. Untuk Ale, yang sudah mengajarkan banyak hal padaku. Belajar untuk ikhlas, belajar untuk sabar, belajar untuk menerima kenyataan, belajar menjadi pribadi yang sederhana. Dan plissss…..jangan panggil aku pesek lagi ya jeeeellllleeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkk!

Dan Hujan kembali membawa kenangan-kenangan itu pergi
Mengalir pada menjadi sebuah kisah
Yang esok tak kan pernah habis kita ceritakan hingga tengah malam sambil menikmati secangkir kopi
Dan aku tertinggal disini menatap kalian pergi (atau aku yang pergi)
Melanjutkan kembali sebuah perjalanan panjang
Mendendangkan lagu-lagu yang kau cipta bukan untukku
Sambil menikmati hujan dan secangkir kopi seorang diri
Apakah kau merindukanku?”

MAN JADDA WA JADDA! Kita pasti bisa kawan
Semoga senyumku masih tertinggal disana
Kelak aku akan kembali mengambilnya dengan tawa lebar
Dan kau harus menyambutku sambil menggenggam jemariku


Catatan ini aku persembahkan
Pada Ibu yang mengajarkan aku untuk survive
Pada mereka yang selalu mempunyai mimpi
Pada sebuah perjalanan panjang
MAN JADDA WA JADDAH!
Kita bisa kawan! 










5 komentar:

Anonim mengatakan...

Subhanallah mba, saya sangat terharu, bahagia dan bangga atas perjuangan Alca band dan support mba Ira yg manis kayak lolipop :), sayang nya saya ga bisa mensupport saat mereka tampil diacara itu, sedih banget tapi doaku terus untuk mereka, sukses terus untuk Alca band..

Penyamun Code mengatakan...

Berusaha..Berisaha... di iringi Doa... :D

Ramadhon sebentar lagi.. mhon maaf lahir dan batin yah...

Blogger Template mengatakan...

hai, hadir disni menyapamu, pa kabar sob?
tukeran link yok..
link kamu sdh terpasang rapi di blog ku, silahkan dicek..
di tunggu kehadirannya.. makasih :D

catatan kecilku mengatakan...

Wah... semuanya hebat.
Alca Band hebat, mbak Ira hebat, mbak Ateh juga hebat...!
Salut-ku utk semuanya...
BTW, kok bisa mbak Ira di Bogor dan mendampingi Alca band..?!

Seiri Hanako mengatakan...

acara yang keren ya...
sukses selalu