21 Agu 2010

AKU MENCINTAI HUJAN DAN MENCINTAI SECANGKIR KOPI

Aku sangat mencintai hujan. Betah berjam-jam menikmatinya turun.Walaupun membuat badanku bentol-bentol karena alergi dingin. Bahkan aku sering berlar-larian ditengah hujan atau mengendar motor di tengah hujan. Dan anehnya aku tidak pernah sakit sampai parah karena hujan. Mungkin hanya meriang seperti tanda-tanda orang jatuh cinta. Bahkan aku sering berdoa dalam hati, agar hujan datang saat musim kemarau. Sekarang doaku terkabul. Hujan tidak hanya datang di musimnnya. Aku bisa menikmati setiap saat sang hujan dengan konsekwensi diwilayah bagian bawah terkena banjir. Haduh?

Aku juga sangat mencintai kopi. Walaupun jujur saat ini aku sudah sangat mengurangi konsumsi minum kopi. Dokter mengatakan karena alasan kesehatan. Walaupun sedikit tidak masuk akal bagiku. Aku sering mencuri-curi waktu menikmati secangkir kopi. Tentu saja bukan lagi kopi hitam sejenis kopi oplet. Tapi kopi instant dengan berbagai macam rasa. Yang penting ada aroma kopinya. Dan aku mempunyai cara tersendiri menikmati secangkir kopi dengan asyik. Gampang. Aku menghisap kopi dengan gigi-gigi depan disatukan. Di sesap. Hingga mengeluarkan suara khas. Gara-gara suara khas itu aku sempat kena damprat karena dianggap tidak punya aturan. Dan sejak itu aku berjanji tidak akan lagi menikmati cara khusus jika berada di tempat umum, paling tidak pada acara jamuan makan malam. 


Aku mencintai hujan dan mencintai secangkir kopi.
Hhmm……jadi bepikir untuk membuat label khusus unuk hujan dan kopi. Berisi catatan-catatan tentang hujan dan secangkir kopi. Dan aku akan mempostingnya sesukaku. Sehari satu kali, dua,kali, tiga kali atau tidak sama sekali. Selamat Datang Label baruku!!! Catatan hujan dan secangkir kopi
(hhhhmmmm.......aku tidak menemukan gambar hujan dan kopi. Rokok pun nggak masalah. Walapun bagian dar masa lalu)

1 komentar:

annie mengatakan...

emang hujan dan secangkir kopi kawin banget, Raa ...