16 Apr 2010

AUDITORIUM ALUN-ALUN SENJA

Perjalanan kita di mulai menantang matahari
Kita langkahkan kaki kecil menuju bukit dan penginapan kedua
Tekanan alma menyatukan kita
Aih…kabut mulai menggulung mimpi
Antara gelayut pucuk mega, senafas wangi kembang kopi
Kita berdua (mungkin) jatuh cinta
Memagut sedikit madu dan meneruskanna
Pada auditorium milik raga kita



Tak inginaku nikmati dinding berontak
Memaksaku menulis puisi di setiap senti tubuhmu dengan jemariku
Pengorbanan atau sekedar secangkir kopi susu yang di tuang dalam perutku

Malam merangkak
Kita satukan sebuah mimpi ke depan
Dan tak ingin ku jamah waktu itu dari hadapanku

Ada sebuah mimpi dalam auditorium malam kita
Mengeja satu-satu nafasdan pagutan dingin
Wahai…..aku nikmati setengah permainan ini
Masih ada peta yang ku tunggu di depan kamar
Masih terlalu gelap, atau terlalu dini kita mengerjapkan mat
Lagu sunyi yang iringi tarian kita
Tanpa nada
Tanpa larik tanpa puisi yang sempat aku tuang dari rajukanku

Waktu menyelamatkan kita dari malam-malam pembunuh
Aku pecinta yang gagal
Jika da makan malam maka adalah sepiring kepasahan
Cinta….semoga saja tak ada tepi
Seperti sisa kopi dalam cangkirku
Atau cerita Dampo Awang yang mencuri seribu perawan di tanah Jawa

Bukankah pagi telah menyapa dalam auditorium kita
Menjinjitkan kaki dari manusia menghilang dari nyata
Kita bahagia dalam dunia maya
Seperti alun-alun senja
Tempat kita menitipkan sedikit ciuman pada matahari dan huja

Duhai….lelaki yang mencinta
Sederhanakan cerita tentang malam menghapus biru nama
Mencuri hati perempuan yang menunggu
Esok malam ingin kembali ku tulis seribu puisi
Di dinding auditorium alun-alun itu
Sambil kunikmati tubuhmu dengan tintaku

Saat kuucapkan terimakasih
Membuat kesempurnaan sebuah hati
Menjaid surga dan sepasang nyamuk yang menghisap darah kita

Dan ada malam yang akan kita lukis berdua!








Catatan kecil ku persembahkan pada sebuah senja di pelataran alun-alun
tentang sebuah kisah pertemuan

9 komentar:

siroel mengatakan...

pertamaxxxxxxxx

siroel mengatakan...

bingung saya mau komen apa nih, larut... puisinya bagus banget mbak....

Fajar mengatakan...

Indah banget puisinya.......mantaps...

aaSlamDunk mengatakan...

wah mantap puisinya
yang aku
Sambil kunikmati tubuhmu dengan tintaku
dapet banget

sms cinta mengatakan...

salam kenal kunjungan perdana

bre mengatakan...

beatiful poem sis... dalem banget maknanya.

*kasih dua jempol*

catatan kecilku mengatakan...

Aku suka dengan pemilihan kata "auditorium" dalam postingan kali ini....

the others mengatakan...

Mbak.., apakah postingan kali ini dibuat sedikit buru2..?
karena banyak sekali kesalahan ketiknya, padahal biasanya tidak begini lho...

my metall mengatakan...

Bagus bnget...salam kenal ya mbak ira...