16 Mar 2010

KU UNDANG KAU MINUM KOPI SORE INI


Hai…..apa kabarmu lelaki ku? Semoga kau masih baik-baik saja dengan sejuta mimpimu. Apa yang kau lakukan sore ini? Santai? Di depan komputermu? Berdiskusi tentang kotamu ? atau hanya sekedar menikmati secangkir kopi di alun-alunmu?

Walaupun kau tak pernah tanya kabarku atau mungkin tak pernah memperhatikan keberadaanku, aku juga ingin mengabarkan jika aku aku baik-baik saja atau mungkin sangat baik dengan semua kenangku tentangmu. Mungkin aku terlalu naïf atau terlalu narsis, jika menggunakan istilah sederhana aku terlalu percaya diri untuk mengatakan aku sangat merindukanmu sore ini. Entahah….jika aku mengatakan rindu selalu ada desiran-desiran aneh di jantungku atau mungkin hatiku? Aku tak pernah bisa menyebutkan tempatnya secara tepat. Dan aku memerlukan waktu yang cukup lama untuk menentukan apakah ini benar-benar cinta atau hanya sebuah kekaguman biasa. Hingga aku menemui mu saat itu. Ya….benar-benar menemuimu secara fisik bukan lewat kata-kata yang selama ini aku sematkan lewat pesan-pesan yang aku sendiri tak penah tau apakah kau menyadari pesanku itu.

Lelaki ku……..aku tak pernah tau bagiamana perasaanmu saat menemuiku. Kau hanya diam dengan sedikit senyuman yang sedikit tertarik dari sungginganmu. Berusaha mencari sesuatu yang bisa kubaca dari matamu tapi arrrraghhh…………..aku tak bisa membaca perasaanmu. Hanya saja aku menemukan keteduhan disana. Lelakiku…..apakah kau juga bahagia dengan pertemuan itu. Ples…jujurlah sedikit saja padaku. Ini bukan rajukan tapi permintaan. Dan aku yakin kau akan tertawa sambil berkata, “Apa-apan sih….aku cuma seperti ini, nggak ada yang bisa dibanggakan”. Ahhhh……..jika kau tak bisa mengatakan apa perasaanmu padaku cukup kau kirimkan lewa sebuah symbol dan aku yakn dan pasti aku bisa membacanya, walaupun simbol itu mungkin sangat mengecewakanku. Lebih baik dari pada tidak sama sekali aku mengetahui isi hatimu.

Hhmmmmm…..seumur hidupku mungkin ini catatan yang paling sederhana yang ku buat untukmu. Tak apalah……karena ku rasa aku harus sedikit mensederhanakan hidupku yang cukup berat ini. Dan yang lebih penting adalah mensederhanakan cintaku ini padamu. Walau mungkin ada cinta lain di hatiku dan mungkin cinta lain di hatimu. Bukankah itu keseimbangan? Terlalu dipaksakan ya…….? Jika cinta lain tak pernah bisa membuatku berpuisi dan bahagia? Whatever………………..
Upss…..aku lupa jika ku undang kau minum kopi sore ini. Jangan….jangan membicarakan tentang sosial, tentang politik atau tentang kemiskinan yang mengancam masyarakat disekitar kita, tapi bicara yang sederhana tentang kita. Ya..kita tentang kau dan aku. Tentang hujan, tentang samudra atau mungkin secangkir kopi dan senja yang pernah kita temui. Saling menyentuh sedikit ujung jari kita untuk menyampaikan saat-saat yang aku rindukan. Dan aku sendiri tak pernah tau apakah kau rindukan aku dan menginginkan petemuan ini. Dan kau tau? pertemuan sederhana yang membuat aku menjadi bukan siapa-siapa dihadapanmu.





Entahlah…..apakah kau akan terima undangan minum kopi sore ini. Jika kau tak pernah menyadari jika aku benar-benar jatuh cinta padamu.





Catatan ini kupersembahkan pada Lelaki Samudraku dan7 hari  pertemuan senja
Entah sampai kapan inspirasi ini akan berhenti
Hingga kau katakan, "Raa...berhenti kau memujaku"

5 komentar:

Latifah hizboel mengatakan...

Hmm...semoga dia menerima tawaranmu minum secangkir kopi disore tadi, karena sekarang sudah dini hari hiks, ga bisa tidur.

REYGHA's mum mengatakan...

Kalau dia ngga terima tawaranmu minum kopi sore ini, aku mau koq...tapi apa serunya ya ngopi sama aku ..ngga asyik..hihihi..

catatan kecilku mengatakan...

Seandainya yg ditawarkan bukan kopi.., aku pasti akan menemani mbak.. ^_^

the others... mengatakan...

Ide mbak Ira gak pernah matiiii... Salut.

Fajar mengatakan...

mantaps perbincanganne...all bout us...he..he.. kayak judul lagu.....