10 Jan 2010

KONSEP PERSAHABATANKU!

Sahabat, mungkin konsep paling aneh yang pernah diciptakan oleh manusia. Kenapa aneh? Bayangkan saja. Sahabat bisa mengetahui hal paling rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh suami, istri atau pacar tercinta. Sahabat bisa menjadi tumpahan segala cerita, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Padahal, pada yang paling kita cinta, kadang masih ada hal-hal yang wajib di sembunyikan.
Aneh bukan? Kalau sudah ada sahabat yang bi
sa jadi teman bicara, lalu buat apa ada cinta?
Yang lebih hebat lagi, dalam berpacaran atau berkeluarga, kita mengenal konsep mantan. Ya, kita bisa berteman dengan mantan pacar, atau mungkin mantan suami atau mantan istri. Tapi kalau bersahabat, kita takkan bisa berteman dengan mantan sahabat.
Hubungan antarsahabat bisa merenggang, karena kesibukan atau jarak, tapi hubungan yang renggang itu tidak bisa disebut mantan, karena masing-masing orang masih akan menganggap sang sahabat sebagai orang yang paling dekat dengan kita. Kalau sampai ada hubungan persahabatan yang putus yang terjadi bukannya konsep mantan, melainkan satu hal yang jauh lebih gawat dan lebih mengerikan: PERMUSUHAN!
Ya....persahabatan yang putus pasti akan menghasilkan permusuhan yang bisa mendarag daging. Bahkan sampai diturunkan ke anak cucu. Persahabatan yang putus bahkan bisa sampai menyebabkan perkelahian dan pembunuhan. Luar biasa bukan? Masihkan kau ingat kisah tentang Romeo dan Juliet.......
Tapi entah kenapa, tampaknya manusia tidak akan bisa hidup tanpa sahabat. Walaupun sudah memiliki pasangan, sahabat tak mungkin dilepaskan. Makanya, konsep sahabat masih terus dipegang dan dijalani dengan sepenuh hati oleh manusia-manusia di uka bumi.
Lucunya lagi, tipis menjaga persahabatan tdak jauh berbeda dengan tipis menjaga hubungan percintaan. Harus berbagi, saling terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. (kalau ini kata majalah). Jadi bisa dikatakan, perbedaan antara sahabat benar-benar tipis, setipis nafsu barangkali. Mungkin bisa dikatakan kalau sebuah persahabatan adalah hubungan pacaran tanpa persentuhan. Atau persentuhan terbatas barangkali. Dan hal it dimungkinkan karena dua sahabat itu berasal dari gender yang berbeda, biasanya sudah bukan jaminan yang pasti. Kalaupun berasal dari gender yang berbeda, biasanya sudah tak ada lagi keinginan untuk saling bersentuhan sama sekali atau masing-masing pihak mampu menipu diri sendiri sampai hasrat mereka untuk saling bersentuhan berhasil dipendam jau-jauh?. Karena itu, tidak heran kalau ada sahabat yang bisa saling mencemburui.
Thanks untuk sebuah majalah yang memberikan pemikiran baru padaku konsep tentang sahabat.
Setelah meng off kan diri selama hampir satu minggu untuk tidak menulis, tidak melihat dunia maya untuk menyelesaikan sebuah masalah yang tidak akan pernah ada tamatnya. Akhirnya aku baru sadar, bahwa aku butuh sahabat. Tidak hanya sahabat-sahabat yang ada di ”dunia nyata” ku, tapi sahabat-sahabat ku di ”dunia maya” ku. Satu minggu benar-benar membuat aku kembali merasakan ledakan rindu. Menekan keinginanku untuk sekedar menulis, ”aku merindukanmu” di kolom dunia mayaku. Menyembunyikan laptopku di tumpukan buku-buku, tapi tetap meletakkan modemku di sebelah bantalku. Ah.....satu minggu yang membuatku gila. Gairah menulisku melonjak tapi tak ada keinginan untuk menekan keyboard laptopku. Masalah tentang ”sebuah harga diri” benar-benar menohokku membuatku seperti mayat hidup dengan otak yang terus berpikir.
Dan kau tau Sahabat.....kaulah yang membuat aku bertahan dan belajar untuk berdamai dengan masalah tentang ”sebuah harga diri”. Dan aku akan kembali ke dunia mayaku....dengan pemikiran-pemikiranku.....karena tak ada satupun yang akan mampu menghentikanku untuk terus berpikir tentang apapun yang diciptakan Tuhan untukku.
Aku merindukanmu....Sahabat Mayaku........!

Sekalian Majang Award dari Mbak Reni!!! maaf baru sempat..... Award  ini awal aku kembali ke dunia Mayaku!



 


5 komentar:

yans'dalamjeda' mengatakan...

Kamu mau ga jadi sahabatku? hehehe

yans'dalamjeda' mengatakan...

Eh...lupa, selamat awardnya!

Ika Ningtyas mengatakan...

Kamu lupa satu hal untuk menuliskannya: bahwa prinsipnya manusia tidak bisa hidup sendiri. manusia tetap butuh orang lain, entah itu suami, orang tua, bahkan musuh sekali pun. mereka harus tetap ada untuk membuat manusia menjalani hidupnya secara manusiawi.

bagaimana bentuk manusia untuk manusia lain, yang timbul akibat hubungan sosial itu lalu muncullah norma-norma. baik norma yang diatur agama, budaya, atau norma sosial yang menjadi kepercayaan sebagian besar manusia. seperti norma yang diatur agama adalah perkawinan. atau norma sosial seperti konsep persahabatan yang kamu tulis itu.

terkadang, tanpa disadari kita justru mendapat banyak pelajaran dari seseorang yang kita anggap musuh. musuh dengan sendirinya mendewasakan kita, merubah pemikiran kita, membuat kita lebih berhati-hati, membuat kita lebih menghargai. sayangnya kita buta, karena bagi kita musuh tetap musuh, yang patut dijauhi dan tak perlu dikenang-kenang lagi. padahal mereka juga bisa disebut sahabat dalam arti yang tidak lazim.

ya, saya teraingat pada ajaran agama atau filosofi yang mengajarkan bahwa membenci, mencintai, seperlunya saja. tidak perlu mendarah daging apalagi terwarisi sampai anak cucu. intinya manusia tetap sahabat bagi yang lain. tinggal keiklasan dan keluasan hati kita menerima seorang musuh sebagai sahabat jua.

munir ardi mengatakan...

Selamat dapat award sahabat apa aku in ketinggalan samapi berapa post ugh kesel banget deh

Noor's blog mengatakan...

Kalau kata orang sih..manusia atau kita adalah makhluk sosial yang harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dalam bersosialisasi kalau menurut saya terbagi menjadi beberapa kasta : Teman, Sahabat dan Kekasih...dan menurut saya lagi bersahabat adalah kasta yang paling enak atau paling aman. Kalau bersahabat kita bisa saling berbagi atau lebih dari sekedar teman tapi juga tak ada yang tersakiti karena cemburu seperti halnya seorang kekasih...

Duh..panjang banget ya, sudah gitu ngaco lagi....he..he