2 Des 2009

SAAT KONDOM SUDAH TAK LAGI JAMAN

Mungkin aku agak telah nulis posingan tentang hari AIDS Internasional 1 Desember. Tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali.
Saat masih di dunia Jurnalis aku pernah Takjiyah ke rumah seorang gadis di daerah X (sory namanya aku rahasiaka). Sempat beredar kabar di meninggal karena penyakit AIDS dan untuk memastikannya dengan alasan takjiyah aku sekalian liputan. Dan Tuhan....aku hampir tidak sanggup melihat kondisi dia. Badannya kurus bahkan tinggal kulit dan tulang. Serta banyak luka seperti koreng di tubuhnya. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah perlakuan pada jenasah yang dimandikan di dekat selokan dan petugasnya menggunakan tas kresek hitam. Astahfirullah.... Nelangsa!!! aku hanya bisa diam dan tak bisa melakukan apa-apa. Tetangganya sempat menceritakan kehidupan sang gadis yang masih berusia 27 tahun, yang sempat kerja di Bali kemudian di Papua hingga akhirnya pulang kampung dalam keadaan sakit. Masih cerita dari tetangganya, penyakit sang gadis semakin parah tapi tidak mau di periksa ke dokter padahal tubuhnya sudah mengeluarkan nanah. Karena takut tertular masyarakat mengucilkannya, bahkan melarang Ibu sang Gadis mencuci baju di sungai kampung dengan alasan takut tertular. Bahkan ketika meninggal pun, hanya segelintir orang yang datang. Ah.....kasihan!! kepastian penyakit gadis itu terjawab setelah beberepa rekanku dari LSM yang peduli pada perempuan atang dan berbisik, " Dia Positiv AIDS. Dia mantan PSK". Degg.....jantungku seperti dihujam batu. Sakit sekali!!! Melihat kondisi keluarga sang gadis yang masuk kategori masyakat kelas bawah, aku merasa tidak tega. Lantai rumahnya tanah, tidak ada meja kursi apalagi TV. Kedua orang tuanya pun sudah sangat tua. Gadis itu...masih muda sudah merelakan diri menjadi PSK untuk merubah nasib keluarganya hingga terkena virus HIV dan akhirnya Meninggal!!! bahkan meninggalkan cerita buruk untuk keluarganya Astagfiullah.....HIV memang tidak melihat kasta! Dan yang paling berat adalah Hukuman Sosial bagi penderita AIDS yang umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya.



Banyak yang melakukan kampanye penggunaan Kondom dengan alasan mengurangi penyebaran AIDS. Apalagi saat Artis Julia Perez menyelipkan Kondom di dalam album lagunya. Dan kampanye penggunaan kondom semakin kuat saat di bukanya ATM Kondom di beberapa lokalisasi. Jujur aku katakan kalau kampanye penggunaan kondom sama sekali tidak mengurangi angka penderita AIDS. Contoh yang jelas-jelas nyata adalah saat aku mengunjungi lokalisasi terbesar di Banyuwangi, namanya Padang Ulang di wilayah kecamatan X (sory disamarkan lagi). Saat ngobrol dengan beberapa penghuni wisma tentang penggunaan kondom, mereka langsung menunjukkan kepadaku satu plastik hitam besar yang berisi KONDOM!!!. Mereka sempat bilang, " Kita capek Raa...tiap hari ada saja orang-orang yang memberi kami kondom dengan alasan kesehatan, tapi hampir seluruh pelanggan menolak menggunakannya. Akhirnya ya nganggur dech disini. Seharusnya mereka nggak ngasih kondom tapi ngasih pekerjaan". Aku cuma geleng-geleng liat tumpukan kondom yang juga menggunung di pojokan wisma. Bahkan beberapa penghuni Wisma terkadang kembali menjual Kondom tersebut ke luar lokalisasi. Ya Tuhan........

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Lalu apa hubungannya dengan Kondom....tentu saja ada. Karena kondom adalah alat kontrasepsi yang bisa menghalangi cairan tubuh yang terkontaminasi virus. Dan kondom tersebut seharusnya hanya boleh di gunakan untuk mereka yang sudah terikat secara sah dalam hukum perkawinan.

HIV/AIDS bukan hanya masalah moralitas dan agama. Bagaimana berkotbah soal akhlak bagi mereka yang terkena HIV/AIDS karena transfusi darah, penularan dari suami ke istri, penularan dari ibu ke anak, atau terpapar cairan tubuh yang mengandung virus HIV ?. Moral itu masalah yang luas dan lingkup besarnya. Caranya kampanye moral adalah dengan menjadi pendamping mereka dan memberikan penyuluhan akan bahaya-bahaya penyakit menular seksual dan bagaimana pencegahannya, sambil perlahan-lahan memperkenalkan moralitas versi agama bagi mereka. Bukan dengan total nabrak sana sini tanpa lihat situasi.

Tapi yang terpenting bukan menggunakan kondom atau tidak menggunakan kondom. Apalagi ternyata penyebaran Virus HIV penyebab AIDS terbesar adalah penggunaan jarum suntik oleh kaum Junkies. Jadi ingat tulisan yang selalu di sebar di beberapa lokalisasi

Abstinence alias tidak melakukan hubungan seksual.
e Faithful alias setia pada pasangan.
Condom alias gunakan kondom jika melakukan hubungan seks yang beresiko.
No Drugs alias jangan gunakan narkoba khususnya narkoba suntik
Equipment Sterilization alias sterilisasi alat-alat yang beresiko menularkan virus HIV.

Dan kampanye tersebut harus dilakukan secara bersamaan. Tidak boleh sendiri-sendiri atau single fighter. Saya juga tidak berniat mendukung atau menolak model kampanye-kampanye baik itu dukungan maupun penolakan terhadap kondom. Saya harap semua berpikir jernih, proporsional, dan realistis dalam melihat kondom. Bukan hanya kondom-nya saja tetapi AIDS yang masih menjadi maut dibelakangnya. AIDS itu tujuannya, kondom hanyalah salah satu caranya.


  
Slide 6
Wanita muda menderita AIDS, mengalami radang pd kulit payudara kirinya yang akhirnya terkelupas meskipun sudah mendapatkan antibiotik.

Slide 6
Wanita 22 th, menderita multiple abses pd payudara kiri setelah melahirkan. Abses pecah meninggalkan rongga-rongga (sinuses). Juga menderita pembesaran kelenjar getah bening yang luas dan sekret vagina yg bernanah. Tes HIV positif. 

Slide 10

Crusted (Norwegian) scabies


  

  

DRUG ERUPTION


HERPES SIMPLEK


Catatan ini aku persembahkan kepada rekan-rekan penderita AIDS dan para pendamping. Semoga hidup kita lebih bermanfaat. Dan satu yang terpenting Kamu tidak sendiri!!!!!!!!!!













15 komentar:

ninneta mengatakan...

emang papua tuh rawan banget aids..... yang paling sering terkena adalah ibu rumah tangga. Soalnya suaminya main2 ke tanjung elmo terus pulang bawa penyakit ke rumah....

nice post by the way...

ninneta

Bandit Pangaratto™ mengatakan...

ngeriii...

nuansa pena mengatakan...

Masya Allah, bertobatlah pelaku seksual bebas! Jadikanlah diri kita manusia yang bermoral, dan kita bekali anak-anak dengan diri kita sebagai contoh, pelajaran agama dan pendidikan seks sehingga kita dan anak-anak tidak terjerumus dan mengidap penyakit ini...... ngeri!

Zahra Lathifa mengatakan...

aduhh ir...bener2 penyakit yg mematikan yach! semoga kita dan keturunan2 kita terhindar dr penyakit tsb, nice post..apalagi ini cerita yg langsung kamu alami :)

-Gek- mengatakan...

Ya Ampun.. jadi ngeri liat gambarnya Mbak. Mbak benar sih, kondom bukan satu2nya pencegahan, dan di salah satu kalimat, Mbak bilang, baru boleh digunakan setelah menikah.
Pertanyaan saya : apakah yang sudah menikah pun perlu menggunakan kondom? Saya rasa sang suami atau istri tidak ada yang mau. (ga tau juga - karena saya belum menikah).
Kesadaran orang awam memang belum begitu terbuka tentang ini Mbak. Kita berdoa aja, biar semua orang lebih waspada, dan sadar ya..
Great post!

setiakasih mengatakan...

Masya Allah.. menakutkan...
yang paling kasian anak2 dan ibu rumahtangga yang nga' berdosa terkena penyakitnya.

aduh... ngeri! Mohon kita dijauhi daripada azab ini. Kok luka kecil sakit,
apa lagi kalo sampe lubang2an..

Aulawi Ahmad mengatakan...

semoga kita terhindar dari semua itu ...amin

Munir Ardi mengatakan...

mudah-mudahan kita terhindar dari hal seperti itu amin, maaf mbak baru bisa berkunjung habis keluar kota

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aduh, ngeri banget ya,Ra. kasihan sekali mereka ya. makanya, penggunaan kondom memang harus digalakkan tuh. khususnya buat para psk.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Iiiiiiiiii .....
Mengerikan sekali...
Sebuah tulisan yang memberikan pemahaman betapa bahayanya sex bebas itu.

thanks 4 sharingnya

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Ngeri banget liat fotonya..

Ksatrio Wojo Ireng mengatakan...

Pencegahan dengan rumus ABC hanya akan mengena danampuh bila masing-masing individu bisa menjaga diri sebaik mungkin.. berjanji untuk menjaga status HIV (positif & negatif) agar bisa mempertahakannya bukan malah menyebarkannya..

Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

yasuyassyash mengatakan...

aaa~ serem gambarnyaa..

www.HIDuPQyu.com mengatakan...

ich...ngeri buangetz....!!!mudah2an kita semua bisa lebih menjaga diri dan mendekatkan diri ma Tuhan...amin.....

Anonim mengatakan...

Ada blog diary dari penderita HIV
www.terapi-hiv-aids.blogspot.com

tidak menggunakan obat-obatan modern, tapi dari alam. Sebarin ke para penderita, di youtube banyak dokter Amerika sarankan supaya melawan HIV dengan cara perbaikan nutrisi, bukan minum antibiotik.