1 Nov 2009

TUHAN KIRIM KUE TART UNTUKKU

Gadis kecil sedang bersimpuh di atas sajadah lusuh.Tersudut di antara tumpukan kardus. Matahari sudah sembunyi, sedang angin mulai muluhkan mimpi. Gadis kecil memejamkan mata perlahan-lahan. Menikmati setiap doa-doa yang keluar dari tenggorokan keringnya.
" Tuhan.....besok Ulang tahunku. Kalau boleh aku meminta pada- Mu aku ingin sepotong kue Tart. Tidak perlu besar seperti kue yang selalu aku lihat di balik kaca toko kue depan sana. Kau tahu Tuhan, setiap pulang menjual hasil rongsokan aku selalu berhenti di depan toko kue itu. Wah.....kue tart nya indah. Besar sekali, seperti topi yang aku gunakan tiap pagi saat berangkat mencari sampah. Dengan buah berwarna yang kata temanku di sebut buah strobery. Apalagi ada bermacam-macam permen disekitarnya. Berwarna-warna....Indah sekali. Dan ada lagi serutan coklat yang penuh di pinggirnya. Air liurku selalu menetes jika melihat kue tart itu Tuhan.......
Tuhan....nanti jika kau kirimkan kue Tart untukku, Tidak perlu seperti kue tart yang indah itu karena harganya sangat mahal Tuhan. Angka yang ada didepannya saja ada 6 angka. Aku tidak ingin Tuhan kehabisan uang hanya untuk membelikan aku kue tart  indah itu. Karena aku tahu, Tuhan perlu uang banyak untuk di bagi-bagikan pada semua orang. Jika Tuhan akan mengirimkan kue untukku, cukup sepotong saja. Bekas Tuhan jika tidak apa-apa. Yang penting tenggorokanku ini bisa merasaka enaknya kue tart itu. Dan kue itu nantinya akan aku bagi dengan ibuku. Karena ibuku adalah malaikat yang kau kirimkan untukku.
Tuhan...tolong dengarkan doaku ya. Aku ingin sekali!!! Cukup sepotong kue tart sebagai hadiah dari-Mu untukku.
Amiennnn"

Gadis itu langsung melipat sajadah dan melengkungkan tubuhnya di atas kardus. Sepasang tangan kisut milik seorang ibu dengan lembut langsung menutupi tubuh kecil itu dengan selembar kain lusuh. Sambil mencium kening anak gadis kecilnya, ia berbisik, " Tuhan akan mengirimkan Kue tart itu untukumu". Sejenak ia terdiam dan langsung keluar dari rumah kecilnya.
****
" Emak....."
gadis kecil berlari keluar rumahnya dengan rambut yang masih berantakan dan air liur di pipinya. Ia memeluk perempuan setengah baya yang sedang menjemur cucian di antara tumpukan kardus.
Sambil terbata-bata gadis kecil itu berkata,
" Emak...Tuhan mendengar doaku semalam. Tuhan mengirimkan kue tart buat aku. Diletakkan disebelahku waktu aku tidur. Persis seperti yang aku pinta. Cuma sepotong kue tart!!! Kita makan yuk mak....."
Tangan kecil itu langsung menarik tangan emaknya untuk di ajak masuk ke dalam rumah.
" La....cincin emak yang dari Bapak mana"
Dengan gelapan perempuan setengah baya itu menjawab, " tadi jatuh di waktu nyuci di kali. sekarang ita makan kue tart yang dikirim Tuhan"
Gadis kecil itu tersenyum bahagia. Senyum yang selalu di rindukan wanita setengah baya,
Terbayang tadi malam ia pergi ke toko kue itu dan menukarkan cincin kawin peninggalan almarhum suaminya sebagai jaminan dan dia siap bekerja sebagai pencuci piring setiap malam selama sebulan tanpa di bayar. Hanya untuk mendapatkan satu potong kue tart untuk anak tersayang.....

(catatan yang aku persembahkan ke pada Mbak Renny atas awardnya yang luar biasa. Seorang ibu yang siap untuk seorang Shasa)

Nih ada gambar cantik buat Shasa....(kan awardnya dari mbak Renny...kok aku malah ingat Shasa ya)
  

10 komentar:

Henny Y.Caprestya mengatakan...

hiks..jadi terharu membaca kisah tentang cinta kasih sang ibu. aduh..henny jadi kangen mama :'(

akhirnya punya kesempatan datang ke blog mbak ira.habisnya udah sering lihat profil pic mbak ira di blog teman-teman yang lain, tapi henny sendiri baru bisa kenalan sekarang.

salam kenal mbak ^^

reni mengatakan...

Mbak Ira..., ceritanya bikin aku merinding...! Duh, sampai terharu begini. Mbak Ira pinter banget nih buat cerita.
Cerita yang indah untuk sebuah award mbak. Aku jadi tersanjung nih...
Oh iya, kok malah ingat Shasa ya..? Tapi gak apa-2 wes, gambarnya emang cantik dan unik. Makasih ya mbak...

yans'dalamjeda' mengatakan...

Makasih kue tart nya!
Siap-siap rebutan sama Sasha neh. hehe. *kidding.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

cerita yg sedih tapi indah. sgt menyentuh. awardnya juga manis.

Reza Ahmad Zamroni mengatakan...

Kasih sayang.... Itu kali yang kita butuhin yach...

Bandit Pangaratto™ mengatakan...

heheh... mengagumkan ceritanya...

mantab...


*kasih ibu kepada beta..... (dst)

Fanda mengatakan...

Cerita yg indah banget mbak! Selamat atas kue tartnya..eh..awardnya ya!

Aulawi Ahmad mengatakan...

pinter banget kalau bercerita sobat satu ini, jadi pingin ngomentari terus :)..."surga memang dibawah telapak kaki ibu"....ma kasih kue tartnya ya :)

Cerita Tugu mengatakan...

cerita yang bagus,bisa buat mawas diri

jimox mengatakan...

kasih sayang Ibu ke Anakknya memang nggak ada duanya mbak.... Terharu sekali :)