26 Nov 2009

SENDIRI DI MALAM SUCI

Allahu akbar .... Allahu akbar.....Allahu Akbar......
La illaha illallah huwallahu akbar
Allahu akbar walillah ilham.......


Suara takbir berkumandang malam ini. Dan aku masih terpenjara dalam kurungan yang ku buat sendiri. Memisahkanku dengan dunia ksenanganku. Tak apa!!! aku tak menyesal dengan penjaraku sendiri. Semakin kurasa suara takbir itu mengeras membelah malam bahkan suaranya seakan hanya berjarak 1 cm dari gendang telingaku. Aku menikmatinya sambil memejamkan mata dalam kesendirianku.


Terbayang wajah Almarhum Ayahku dan Almarhum Ibuku yang menuntunku ke arah Masjid dengan mukena baru berwarna putih. Tanganku menggelayut manja pada lengan mereka. Senyumku terus mengembang selama kedua tangan mereka dalam genggamanku. Dan aku, Ayahku dan Ibuku bersujud mengucapkan terimakasih atas kebahagian ini. Suara takbir terus saja aku ucapkan dari bibir ku sambil bergetar saat beberapa hewan kurban di sembelih di depan mataku. Aku bergidik, aku memalingkan muka bersembunyi di belakang tubuh ibuku. Tak sempat aku lihat...tapi suara sapi yang tergorok membekas dalam ingatanku. Aku belari dalam gendongan Ayah. Tangan kuat itu mengangkatku ke atas awan.
" Mengapa mereka harus mati "
" Mereka di korbankan "
" Dikorbankan untuk Tuhan "
" Kenapa harus diberikan pada Tuhan "
" Sebagai bukti kita mencintai Tuhan "
" Lalu....."
Ayahku menyentil ujung hidungku, " setelah dewasa kau akan mengerti makna sebuah pengorbanan"

Kami melangkah pulang ke rumah kecil. Dalam perjalanan, Ayah dan Ibuku selalu mengatakan ingin naik Haji. Mulut kecilku masih saja terus bertanya.
" naik haji itu apa"
" naik haji itu menghadap Tuhan"
" aku mau menghadap Tuhan"
Ayahku membungkukkan badan dan berbisik lirih padaku,
" nanti kita akan bersama-sama menghadap Tuhan".
Beberapa tahun kemudian ayahku meninggal.
" Ayah telah menghadap Tuhan  Raa".
" Berarti Ayah sudah naik haji Bu "
Ibu ku hanya memeluk dan mencium keningku, "suatu saat kita ber dua akan kesana"
Dan 1 tahun lalu ibuku meninggal, dan hatiku berbisik, " Bu..Tinggal aku yang akan berangkat ke sana"


Suara takbir itu semakin mengeras membangunkanku dari mimpi masa kecil. Menyadarkan jika aku hidup di masa sekarang. Tak sadar air mata ini terjatuh. Mengingat keinginan Almarhum Ayah dan Almarhum Ibuku untuk pergi ketanah suci. Keinginan suci yang masih belum terlaksana hingga mereka pergi menghadap Tuhan. Dan keinginan itu masih mengendap dalam batinku yang paling dalam. Apakah aku mampu? sedangkan untuk hidup saja aku masih belajar tuk bertahan. Air mata menggenang....
 Laabaik......Allahumma Labaik......

Tuhan memanggilku. tapi aku masih tetap dalam penjaraku. Sendiri.....berusaha bersimpuh menghimpun ribuan kesalahan yang akan ku pertangungjawabakan. Tiba-tiba tubuhku menggigil kedinginan membayangkan bagaimana hewan kurban di sembelih, membayankan wajah almarhum Ayahku dan Almarhum Ibuku ynag dingi dan tidak menatapku. Tuhan.....aku ingin bersimpuh tapi kedua tangaku seakan terikat dan kakiku lurus tak mampu ku tekuk. Air mataku menggenang di malam suci ini dan aku sendiri

Aku tertidur lemah....dan dalam tidurku aku kembali bermimpi. Ibuku menggenggam kedua tanganku dan mencium keningku. Dia berkata, " Saat lahir Manusia sendiri, mati pun juga akan sendiri. Lalu mengapa kau takut akan kesendirian anakku?. Tak mengapa kau lewati malam suci ini sendiri, karena Tuhan akan selalu menemanimu di malam ini"

Allahu akbar .... Allahu akbar.....Allahu Akbar......
La illaha illallah huwallahu akbar
Allahu akbar walillah ilham.......

Aku berbisik Lirih melawati malam saat aku sendiri
 " Semoga Pengorbanan kita tak akan sia-sia"


(catatan ku persembahkan untuk kawan-kawan yang merayakan Idul Kurban
Selamat hari Raya Idul Adha kawan)




'









12 komentar:

nuansa pena mengatakan...

Subhanallah! Semoga anda diberi kemudahan dalam mencari rejeki! Amin! Semoga keinginan kita semua untuk menunaikan haji terkabul! Amin!

Dhana/戴安娜 mengatakan...

asslmkum wr.wb
salam sahabat
,gema Takbir menyeruak di teliga merasuk di jiwa semoga di hari yang Adha ini kita semua senantiasa mendapat berkah,hidaya maghfirah dari-Nya mien..thnxs its good n nice article..good luck ya

anindyarahadi mengatakan...

Ya Allah... aku sampai nyaris mewek bacanya..., inget Mamaku.. semoga tenang disisi Allah. mbak ira... SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA ya.. :) berkunjung lagi deh aku kesini.. setelah nangis2, ayo kita ketawa.. ayo!!ayo ngakak kalo perlu ngakak (^^)/

setiakasih mengatakan...

Salam...
Masya allah.. bergetar hati..
Aku juga sendirian dalam keramaian...
Ku bujuk hati,

'sendirian tidak mengapa,
sendirian asal kita'

13ahar mengatakan...

beautiful dream,, ga semua orang seberuntung kamu Raa,,

keep survive,,

sibaho way mengatakan...

selamat hari raya idul adha kawan...
semoga segera bisa menunaikan ibadah haji :)

-Gek- mengatakan...

Mereka masih menggenggam tangan Mbak, hanya tak terlihat.
Selamat Hari Raya Idul Adha, Mbak.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Selamat Aidul adha..
Semoga penorbanan Ibrahim dapat kita tauladani

Munir Ardi mengatakan...

sama mbak ingat ayahbiu yang telah pergi his sedih cry cry cry cry cry tears tears tears

Aulawi Ahmad mengatakan...

Selamat hari raya idul adha Sist...Insya Allah "pengorbanan tak akan sia-sia" :)

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

met idul kurban...!

yasuyassyash mengatakan...

nangis bacanya...
selamat idul adha..
*walau sebentar lagi malahan udah mau tahun baru islam, eheheh