1 Okt 2009

BATIKKU.....GAJAH OLINGKU.......ADALAH KEBANGGAANKU......


Aku adalah masyarakat asli Banyuwangi dan aku mencintai budayaku. Salah satunya adalah batik asli Banyuwangi!!!! Karena batikku adalah Gajah Olingku.....
Membicarakan Gajah Oling dan teman - temannya memang tidak ada habisnya. Nama Gajah Oling bukan hanya terkenal di dunia pengawalan keamanan swasta yang sering tertulis di bak truk, tetapi juga merupakan corak batik di Banyuwangi, Jawa Timur. Batik, inilah sisi lain dari nama Gajah Oling



Banyuwangi, kota yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa ini adalah salah satu wilayah produsen batik, yang jarang ditengok orang. Orang lebih mengidentikkan batik dengan Kota Solo dan Pekalongan di Jawa Tengah, maupun Kota Yogyakarta. Padahal, kekhasan batik Banyuwangi dengan ciri Gajah Oling-nya, tak dapat dikesampingkan begitu saja.

Gajah Oling memang bentuk dasar batik Banyuwangi. Pada kain batik produksi kota yang penduduk aslinya adalah Suku Osing ini, selalu ada gambar Gajah Oling. Dari asal katanya, kata itu merupakan gabungan kata dari Gajah, dan Oling, yaitu sejenis ular yang hidup di air ( semacam belut ).

Ciri itu berbentuk seperti tanda tanya, yang secara filosofis merupakan bentuk belalai gajah dan sekaligus bentuk Oling. Di samping unsur utama itu, karakter batik tersebut juga dikelilingi sejumlah atribut lain. Di antaranya, kupu-kupu, suluran ( semacam tumbuhan laut ), dan manggar ( bunga pinang atau bunga kelapa ).
Tak banyak orang yang tahu, bahwa sejatinya Banyuwangi merupakan salah satu daerah asal batik di Nusantara. Banyak motif asli batik khas Bumi Blambangan. Namun hingga sekarang, baru 21 jenis motif batik asli Banyuwangi yang diakui secara nasional.

Jenis-jenis batik Banyuwangi itu salah satunya antara lain:
1. Gajah Uling
2. Kangkung Setingkes
3. Alas Kobong
4. Paras Gempal
5. Kopi Pecah
6. Gèdèkan
7. Ukel
8. Moto Pitik
9. Sembruk Cacing
10. Blarak Semplah
11. Gringsing
12. Sekar Jagad

Semua nama motif dari batik asli Bumi blambangan ini ternyata banyak dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, Batik Gajah Uling yang cukup dikenal itu, motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. Motif Sembruk Cacing juga motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg (anyaman bambu). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan kekayaan alam yang ada di Banyuwangi. Motif batik seperti di Banyuwangi ini tidak akan ditemui di daerah lain dan merupakan khas Banyuwangi.
Lepas dari kekhasan batik dari tanah kelahiranku, aku begitu mencintai dunia batik. Pasalnya, ibu dan nenekku juga pecinta batik tapi bukan sebagai pakaian tapi sebagai kain panjang. Bahkan sampai sekarag aku masih menyimpan kain-kain batik peninggalan almarhum ibu dan nenekku. Dan, dengan jalannya waktu, baju batik pun mulai mejamur, Namun aku masih belum mau menggunakan baju bati karena kesannya tua dan emak-emak. Apalagi kalo liat baju dengan motif kayak gendongan bayi. Langsung ilfil.....


Namun dengan sedikit pemaksaan dari suamiku. Aku rela menggunaan baju batik dan alhasil....aku makin gila dengan baju-baju batik. Mulai dari batik tangan sampai batik print, bahkan batik yang luntur (heheheheheh) Tapi aku bukan pengguna daster batik lo karena kesannya kurang gaul. Yang lebih gila lagi, pakain yang aku beli untuk lebaran tahun ini semuanya adalah batik. Dan aku beli baju-baju batikku bareng dengan pemberian award dari mbak Reny.Tenkyu ya mbak atas awards batiknya........bisa jdi motifasi!!!!!!


Yang lebih heboh adalah suamiku ya biasanya super cuek. Spulang dari kantor dia langsung buka laptop dan menunjukkan foto anak-anak kantor Harry Kiss Production Divisi Sound System dengan pakaian batik. Dan pakaian itu harus di gunakan pada tanggal 2 Oktober 2009.

Aku cuma geleng-geleng kepala melihat pasukan anak sound system yang biasanya pakai kaos dan baju warna hitam berubah menjadi pakaian batik dan lengan panjang. Saat aku protes dengan motif yang kurang keren, suamiku beralasan agar kesannya kayak Paspampres. Hahahahaha....alasan yang terlalu di paksakan. Dan aku tidak bisa bayangkan besok saat pasukan ini set sound system di ancol dengan menggunakan batik lengan panjang.!!!!! Semangat ya!!!!!!!!
Pastinya yang terpenting adalah batik adalah budaya masyarakat kita. Hasil cipta karya dan karsa dari nenek moyang kita. Batik bukan hanya goresan tanpa makna. Karena ditiap goresn yang ditinggalkan di selembar kain ada kisah, sejarah, dan moral yang ingin disampaikan pada kita. Penerus dan pecinta Batik Indonesia.
Dan hal tergila yang pernah aku lakukan adalah melakukan perjalanan ke gunung ijen dengan menggunakan batik......Ada yang mau coba..........!!!!!!

3 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Mari2 "Setelah Batik diakui sebagai Budaya Tak benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO, menjadi kewajiban bagi kita untuk lebih mengapresiasi batik Indonesia sebagai bagian dari aktivitas keseharian kita,"

yans"dalamjeda" mengatakan...

Indonesia Berbatik!
Salut.....

duniaputri mengatakan...

hai hai, senang berkenalan ^^
saya lahir di cirebon, skrg tinggal di cirebon. tapi ndak hapal batik-batik yang ada di sini.. mo ngelmu dulu *malu yak gue..huhuhu.., cm tau Mega Mendung dan Wadasan*