Malam itu hujan berbisik padaku. Ia mengatakan padaku ia ingin menjadi yang pertama dalam tahunku. Aku mengangguk dan "ingin" memeluknya. Tapi hujan itu tak berbentuk dan aku memeluk ilusi.
"Aku mencintaimu Raa".
"Dan aku juga mencintaimu Hujanku"
Hujan berbisik lirih di telingaku. Aku terbuai mesra dan menggenang air mataku. Apakah kau rasa aku juga sangat membutuhkanmu.
Menerima bisikanmu seperti membuka sebuah jalan masa lalu menuju ke sebuah altar. Ya...altar yang menjadi mimpi kita dulu dan hingga sekarang
Tampilkan postingan dengan label CATATAN HUJAN SECANGKIR KOPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN HUJAN SECANGKIR KOPI. Tampilkan semua postingan
9 Apr 2011
23 Feb 2011
KUTULIS CATATAN INI DI POJOK COFFEE TOWN SENJA ITU
Bagaimana kabarmu? apakah kau baik-baik saja?
Ya aku harap kau sangat baik dan lebih baik lagi. Aku sendiri dan benar-benar sendiri. Entah sudah berapa jam aku duduk sendiri di pojok cafe ini. Mengaduk - ngaduk gelas kopi keduaku. Aku rasa sudah lebih dari dua jam.
Kau tau....aku sama sekali tidak suka dengan pelayan perempuan dengan celemek coklat itu. Dari tadi ia selalu melihat ke arahku dengan pandangan curiga. Apa ada yang salah dengan diriku? bajuku masih utuh, jilbabku juga masih rapi, ranselku walaupun buntut tapi masih layak pakai. Aku sempat menanyakan padanya saat aku memesan kopi ku yang kedua. Apa ada yang aneh dengan diriku? pelayan bercelemek coklat dengan topi hitam itu menggeleng. Saat aku mendesaknya, dia menjawab dengan perlahan sangat perlahan. Bahkan hanya bisa didengar olehku sendiri. Dia bilang aneh aja ada perempuan duduk berjam-jam sendirian di cafe ini. Dia hanya bilang, "mbak liat dech....nggk ada yang sendirian selain mbak kan"
30 Jan 2011
AKU DULU PERNAH MENCINTAIMU
Aku dulu pernah mencintaimu. Sangat mencintaimu. Menjadikanmu cahaya dalam tidurku. Menjadikanmu sandaran hati dan melukis hari ku dengan warna cintamu. Ya cinta ku dan cintamu.
Tapi itu dulu
Aku dulu pernah menyayangimu. Sangat menyayangimu. Mengukir namamu dalam setiap catatan-catatan kecilku. Menuliskan senyummu dalam lambaian hatiku
Tapi itu dulu
27 Des 2010
LAGU TENGAH MALAM
Saat menggigit bibir, aku terpejam
Asin....lukanya berdarah
Alunan lagu melayang antara pelangi dan mimpi
Mulai membuka notasi terindah yang dilantunkan malam
Berujung satu nada yang menggeliat manja
Asin....lukanya berdarah
Alunan lagu melayang antara pelangi dan mimpi
Mulai membuka notasi terindah yang dilantunkan malam
Berujung satu nada yang menggeliat manja
4 Sep 2010
BOSANKU PADA WAKTU
Senin……selasa…………rabu
Kamis……………jumat…………sabtu…………
Dan minggu………………
Apakah ada nama hari lain?
Yang bisa hadirkan tawa dan menepis sendiri
Aku bosan dengan 7 hari itu
Aku ingin nama hari kedelapan…..sembilan atau ke 1000 sekian
3 Sep 2010
SELAMAT PAGI, HUJAN
Ingin aku bersandar pada padang rumput dan ku cumbu satu ilalang yang tumbuh
Tanpa ada lagu yang ku cemburu dan juga pada malam yang membunuhku!
Cukup dia dan aku
Sambil kupahat perlahan wajahnya di rinduku
1 Sep 2010
90 MENIT BERSAMA WAHYU
Matahari muntah
Mengeluarkan hawa yang membakar adrenalin
Tidak hanya sebentar tapi selama 90 menit aku dengannya
Bahagia…daun melayang menembus waktu
Dunia, ingin ku rangkul tuk tumpahkan rinduku padanya
Bukan pada angin yang tak berhembus
29 Agu 2010
MALAM SENDIRI
Sirnahlah birahiku
Seluruh malam itu
Dengan marah yang mirip amuk
Aku berdiri dan melangkah
Pergi menyendiri……
Memantulkan rindu pada kekasih itu
Kepada bintang-bintang dan kesendirian malam
“Aku lahir dari tatapan-tatapan matamu tanpa batas, tanpa bekas”
Sisakan sedikit waktu darimu agar ku keluar
Dari taman labirinku dengan bantuan rinai hujanmu
28 Agu 2010
RUANGKU
I
Terlalu lama mayaku
Kubuka satu persatu labirin tanpa ujung
Tuk sekedar menemukan seonggok mimpiku yang sempat ku titipkan dulu padamu
Saat langit tak lagi tanpa cahaya
Dan aku tergugu sendiri tanpa teman
Matahari tak kan lagi tanpa cahaya
Ketika surat cintaku tak lagi terkirim di dunia mayaku
Sebuah rajuk dan manja
Hadir saat ku berdiri di ujung persimpangan
Untuk mencari mimpiku
Dia kembali menjadi ruang-ku. Nyata
“kita sama-sama munafik sebagai manusia yang tak mau berkaca pada sebuah ruang”
Dunia mayaku akan datang
Pada sebuah labirin yang sempat menyakitiku
Purnama terus menggilas waktu
Entah berapa kali
Mungkin nanti,
Saat aku ditemukan mati dibunuh rindu
24 Agu 2010
LAGUMU HARUS UNTUKKU LAGU SANG HUJAN
Aku rindukannya, sangat
Saat bulan menelanjangiku
Malam menyetubuhiku
Dan angin mejambak dan mencampakkanku
Aku rindukannya, sangat
Hatiku menjadi jalang
Dan air mata berubah api, panas
Apa perlu ku seberangi keegoanku
Sedang aku sendiri tenggelam dalam adrenalinku
WANITA YANG DITEMANI MALAM
Aku kaku
Dan dingin
Mata terganjal batu
Entah berasal dari kiriman mana
Kata dia ada bulan
Sedang bercinta
Dan kataku
Ada sepasang merpati
- burung dara kecil yang nakal -
Menarikan tarian pengkhianatan
Wahai….
Aku inginkan dia
‘tuk jadikan lelakiku
21 Agu 2010
PADANYA
Sayang, waktu terlambat menemukan kita
Ada tanya
Mengapa kita tertawa bersama
Saat senja datang dan menggantung
Ada tanya,
Ingin aku titipkan cinta
Tuhan, tak perlu kau salahkan
Waktu, juga tak perlu dipenjarakan
Ingin aku kawinkan malam di pelaminan bulan
AKU MENCINTAI HUJAN DAN MENCINTAI SECANGKIR KOPI
Aku sangat mencintai hujan. Betah berjam-jam menikmatinya turun.Walaupun membuat badanku bentol-bentol karena alergi dingin. Bahkan aku sering berlar-larian ditengah hujan atau mengendar motor di tengah hujan. Dan anehnya aku tidak pernah sakit sampai parah karena hujan. Mungkin hanya meriang seperti tanda-tanda orang jatuh cinta. Bahkan aku sering berdoa dalam hati, agar hujan datang saat musim kemarau. Sekarang doaku terkabul. Hujan tidak hanya datang di musimnnya. Aku bisa menikmati setiap saat sang hujan dengan konsekwensi diwilayah bagian bawah terkena banjir. Haduh?
Aku juga sangat mencintai kopi. Walaupun jujur saat ini aku sudah sangat mengurangi konsumsi minum kopi. Dokter mengatakan karena alasan kesehatan. Walaupun sedikit tidak masuk akal bagiku. Aku sering mencuri-curi waktu menikmati secangkir kopi. Tentu saja bukan lagi kopi hitam sejenis kopi oplet. Tapi kopi instant dengan berbagai macam rasa. Yang penting ada aroma kopinya. Dan aku mempunyai cara tersendiri menikmati secangkir kopi dengan asyik. Gampang. Aku menghisap kopi dengan gigi-gigi depan disatukan. Di sesap. Hingga mengeluarkan suara khas. Gara-gara suara khas itu aku sempat kena damprat karena dianggap tidak punya aturan. Dan sejak itu aku berjanji tidak akan lagi menikmati cara khusus jika berada di tempat umum, paling tidak pada acara jamuan makan malam.
Langganan:
Postingan (Atom)












